--cut--
Om Carlos, terus terang menurut saya the world is flat-nya thomas friedman salah memprediksi dunia mau kemana [ciyeee hihihi], it's an effort that overgeneralize tanda-tanda di sekeliling dia, gara-gara dia udah jalan-jalan ke India/China doang.
Teori yang berlawanan dengan the world is flat ini diungkap di dalam bukunya Thomas Florida, "The Rise of The Creative Class" dan yang terbaru "The Flight of the Creative Class" [http://www.creativeclass.org/] yang intinya mau bilang kalo inovasi di setiap jaman itu diusung oleh sebuah kelas yang dia kasih term creative class.
Dan tergantung pada ingredient dari negara/reagion/kota dan effort masing-masing lah yang membuat lokasinya semenarik mungkin sehingga para anggota the creative class ini mau bermukim dan berinovasi disitu.
More at http://www.creativeclass.org
Great minds not only think alike but they also live nearby [hehe this is a quotation by me].
Akhirnya ada juga nih yang speak-up contra-Friedman. Memang ya, terkesan dari bukunya dia terlalu mengeneralisir permasalahan globalisasi dunia dengan melabeli apa yang sedang terjadi sekarang sebagai Globalization 3.0 (ugh, I'm sick of this numbering thing) dengan adanya difusi dan transfer informasi dan pengetahuan dari negara maju ke negara berkembang.
Apalagi dalam pernyataannya menyikapi soal terorisme, is he a real journalist?
Anyway, untuk "menemani" bacaan tentang buku Friedman yang ini, sebaiknya juga dibarengi dengan membaca bukunya Jeffrey Sachs: http://www.amazon.com/exec/obidos/tg/detail/-/0143036580/qid=1133868727/sr=8-2/ref=pd_bbs_2/104-8233825-9627131?v=glance&s=books&n=507846
--
Oskar Syahbana
http://www.permagnus.com/
http://blog.permagnus.com/
