----- Original Message -----
From: "Budi Rahardjo" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, December 22, 2005 4:10 AM
Subject: [teknologia] Re: Kegiatan opensource mahasiswa Indonesia Re:
[teknologia] Re: Pembaca layar berbahasa Indonesia Re: [teknologia] Re:
Menilik pemilik/pengelola situs ROYSURYOWATCH.COM



On 12/22/05, alex <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
...
> Yang memiliki akses untuk perangkat, katakan saja semacam komputer itu,
> tidak banyak Pak Budi. Alternatif adalah laboratorium yang mestinya
memberi
> akses yang luwes pada mahasiswa yang tertarik.
...

Banyak alternatif:
1. numpang di tempat kawan yang punya komputer
2. numpang di warnet
3. numpang di laboratorium
4. urunan, rame-rame beli 1 komputer

Jangan beranggapan bahwa di tempat lain lebih hebat lho.
Di tempat saya, ITB, tidak mewah juga ... bahkan cenderung miskin.
Router di lab saya, Sun kuno yang saya kanibal dari tempat2 lain,
sejak tahun 1997! Memory hanya 8 MB! (or so)
[Pusing saya dengan perangkat ini.]

Calon penggantinya yang sedang disiapkan? Pentium III :P

Mau tahu komputer yang saya pinjamkan ke mahasiswa untuk TA?
Pentium 2. (Mungkin harganya sekarang hanya Rp 450 ribu.)

---------------

Kalo mikirin rasio produktivitas/computing power,
kayaknya kita memang harus malu dengan generasi sebelumnya.
Komputer sudah berprosesor GHz, memory ratusan MB.
kalau ditanya produktivitas, masih jadi pertanyaan dibanding jaman CPU masih
puluhan MHz, 640KB.

Computing Power biasanya habis dipake ke arah "assesories" untuk  menambah
kenyamanan dibanding dipake betul-betul untuk menyelesaikan masalah.
Mahasiswa mengeluh ketika mendapatkan pinjeman komputer lama karena nggak
bisa masang macem2. dst. dst.

Salam
Ary


Kirim email ke