> > Kalo mikirin rasio produktivitas/computing power, > kayaknya kita memang harus malu dengan generasi sebelumnya. > Komputer sudah berprosesor GHz, memory ratusan MB. > kalau ditanya produktivitas, masih jadi pertanyaan dibanding jaman CPU masih > puluhan MHz, 640KB. > > Computing Power biasanya habis dipake ke arah "assesories" untuk menambah > kenyamanan dibanding dipake betul-betul untuk menyelesaikan masalah. > Mahasiswa mengeluh ketika mendapatkan pinjeman komputer lama karena nggak > bisa masang macem2. dst. dst.
Betul sih,tapi itu dari sisi tangible-nya. Yang di India itu semangat dan motivasi karena point #1 di email saya,tapi faktor paling **berpengaruh** adalah #2 dan #3 itu yang bikin mereka super semangat. Karena point #2 dan point #3 itu jarang banget di Indonesia,akhirnya sebagian mereka terjun ke hal yang lebih tangible didepan mata seperti bisnis phone card :)) Mau gak mau memang ada kesalahan 'generasi sebelumnya' yang terus diregenerasi yaitu minimnya berkompetisi secara global dalam hal pekerjaan,coba jika di generasi sebelumnya ada yang mempunyai story seperti senior architect di Intel,Yahoo atau Oracle (dan buka jalan ke Indonesia) , pasti sebagian mahasiswa jaman skrg pada berebutan belajar IT. CMIIW/AACW. Carlos
