On 12/30/05, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > ehem.. atau paten yang merupakan root of all evil sebaiknya dibuang > saja, atau, tidak bisa dipakai untuk aktifitas niaga :-)
Ada beberapa alasan mengapa hal tersebut sukar dilakukan. 1. jika tidak kita patenkan, maka perusahaan lain akan mematenkan. maka celakalah kita. jadi kita juga mematenkan. (langkah yang benar, IMHO, membuka rahasia sehingga tidak bisa dipatenkan. langkah yang benar, menurut para pakar, tetap dipatenkan akan tetapi royalty free.) 2. saya pernah memikirkan cara menjalankan sebuah R&D center. berdasarkan hasil survey (desk evaluation, surfing, ngobrol, etc.) ternyata "business model"nya berbasis kepada paten. :( yang ini, saya belum menemukan alternatif solusi. (sementara ini, R&D bisa dijadikan cost center yang ditutupi oleh operasional perusahaan/institusi, tapi jadi berat. alternatif lain: grant dari pemerintah, yang makin berat juga karena harus kompetisi dengan subsidi ke masyarakat.) > mestinya, pihak-pihak yang 'rakus', dengan segala cara meraup kentungan > sebesar-besarnya dengan berkedok dibalik segalam macam tetek-bengek, > remeh-temeh yang disebut legalitas itu dalam tempoh yang > sesingkat-singkatnya dienyahkan dari muka bumi. sayangnya ... belum memungkinkan (aka. tidak bisa). hik hik hik. :(( ps: saya sendiri masuk aliran: paten = evil :)) -- budi
