Numpang komentar dikit

On 1/1/06, Muhamad Carlos Patriawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Dalam kasus IBM vs Sun,lihat "strategy" yang digunakan ***sebagian***
"big corporation" dalam 'mengancam' persh hitek lain yang lebih kecil
(tapi lebih inovatif)

Nah, praktek seperti ini yang merusak Pak.Jadi jangan berbangga hati
dulu dengan banyaknya patent submission.Banggalah jika menjadi leading
di market tapi jangan bangga dengan mengancam persh lain melalui
patent.
 
Bicara ttg paten, gw kurang ahli. Setau saya deh, berguna sekali untuk menghargai hasil karya orang lain. Saya jarang menemukan orang-orang yang mampu menghargai hasil karya orang lain di lingkungan saya. Padahal hal ini masih bicara lokal yang sering kita temui tentang individu personal, bukan menyangkut institusi apalagi korporat besar. Kebanyakan yang saya temukan adalah proses tambal sulam yang mempergunakan teknologi kuno tapi dapat dimanfaatkan lebih sebagaimana kemampuan teknologi itu sebenarnya. Proses ini menjadi leading di market lokal, dan didalamnya terjadi penggandaan hingga banyak tanpa dokumentasi legal, pengkopian menjadi imitasi yg sangat mirip, atau perekayasaan alur teknologi yang semakin diperpanjang. Aneh? Inefisiensi ato fiktif belaka....

Muhamad Carlos Patriawan wrote:
> persh hitek  banyak paten tapi gak produksi devais/produk dan
> gak berhasil jualan,contohnya ya yang diatas :-)) .... ada banyak
> bangeet Pak contoh persh hitek/ startup yang patennya submissionya
> rendah,inovasinya tinggi,gak mencontek patent ,patent submissionya
> rendah dan LEADING di market.
 
Wah kalo bicara contoh adil kayaknya sulit juga yak, tp bolah lah aku bicara idealis. Memang idealisnya resourcenya itu ga terbatas, sementara patennya jalan terus. Produksi pada manufaktur memenuhi kebutuhan jasa konsumen. Market produk berbagi segmen di setiap infratruktur konsumen.Semua produsen leading merata di semua sektor. Trus siklus ekonomisnya gmn hayoo?? Kalo bicara fakta, resource termasuk devais/produk serba terbatas, sementara penduduk di negara maju sudah kurang menggemari sektor2 produksi karena lebih memfokus penguasaan market global. Negara2 kategori berkembang diincar sebagai pendukung resouce murah. Lah di sini letak cacat dari sistem paten di era globalisasi, bisa saja rentang masa usang (expired patent) bakal diperpendek ato semakin banyak kerjasama dalam kepemilikan dan pembagian hasil patent. Tentunya tetap saja yg memiliki posisi bargain global dimiliki oleh instansi besar dan sudah maju.
 
> Budi Rahardjo wrote:
> > Tinggal baca saja Newsweek edisi 2006 ini.
> > Paten IBM dalam 1 tahun: 3000 paten.
> > Artinya sekitar 10 paten setiap harinya.
> > Mengapa mereka balik haluan dan mendukung open source?
> > (Ini contoh paten jalan terus, open source jalan juga.)
> > Hayo... kenapa?
 
Setiap orang bebas memilih, menggunakan paten atau open source. Toh mengingat r&d akan berkembang pesat karena informasi semakin terbuka dan cepat berbagi, selama kode etik yang anti monopoli tetep dipegang teguh. Toh semuanya ada rulenya, tergantung kita menjadi role apa? Kalo bicara strategik pasti jangka panjang, kl masih bicara engineering paling2 jangka menengah, dan cm bicara teknis balik haluan toh cm bicara jangka pendek yang trend sesaat (lg musiman neh). Mudah2an aku ga jd poli-tikus yg cuma jago jual iler trus kebingungan abis jadi anggota parle-nte mo kerja apa... cmiiw




 

 

Kirim email ke