Sebelumnya mohon maaf dan mohon diperingatkan kalau kalau kiriman pertama saya sebagai pelanggan baru milis ini ini ada yang menyalahi ketentuan (misalnya terkirim sebagai HTML).
Zaki Akhmad tulis: > Mohammad DAMT wrote: >> Kalau tidak dipaksakan, sampai 1000 tahun lagi juga kita akan selalu >> pakai bahasa orang. > > Menurut saya bahasa adalah sesuatu yang dinamis. Saya pribadi cenderung > bersifat terbuka akan perubahan dalam hal penggunaan bahasa asalkan > intinya (komunikasi) tersampaikan. > [..dihapus..] > Saya ambil contoh saja. Ketika saya ingin belajar agama Islam lebih > baik, akan lebih baik bagi saya untuk dapat memahami bahasa arab. [..dihapus..] > > Lain cerita lagi ketika saya ingin belajar bahasa pemrograman. Perl, > misalnya. Tentu akan lebih baik ketika saya memahami bahasa Inggris. > [..dihapus..] Kenapa kita ketika belajar Perl merasa lebih enak menggunakan bahasa Inggris ? Karena kata kuncinya menggunakan bahasa Inggris. Bagaimana jika kata kuncinya menggunakan bahasa Indonesia ? Menurut saya ini karena yang membuat memilih menggunakan bahasa Inggris. Kalau Perl dibuat pada masa kejayaan Yunani, mungkin akan dalam bahasa Yunani, begitu pula jika dibuat pada masa keemasan Bagdad, mungkin akan dalam bahasa Arab. Justru mengingat bahasa itu selalu bergerak, maka ada baiknya kita membiasakan menggunakan dan menulis dalam bahasa Indonesia dalam dunia ilmiah sekalipun. Kalau sekarang kita merasa kagok dalam menggunakan istilah semacam "tetikus" dan sejenisnya, ada yang bilang kalau "tetikus", yang di kepala mereka adalah "tikus" yang berkeliaran, bukan "mouse" yang dikomputer. Saya kira itulah cara otak kita berpikir, membedakan mana kosa kota biasa dan kota kata istilah. Sekarang coba pikirkan apa yang ada di kepala anak SD di Inggris ketika belajar komputer dan diperkenalkan pada "mouse" ? Jadi saya kira itu hanya masalah kebiasaan. Seperti istilah "canggih" yang karena sudah dimasyarakatkan sejak dulu, kita merasa tidak asing, beda dengan "tautan" misalnya, padahal dari segi asal usul, harusnya "tautan" lebih akrab dibanding "canggih". Saya yakin Ini hanya kebiasaan. Jadi justru istilah seperti ini yang harus dimasyarakatkan dan dibiasakan dipakai. Ngomong - ngomong, ada yang masih ingat pada buku - buku karangan Wasito S ? Ada yang ingat pada istilah (kalau nggak salah ingat) "Gulang guling", "Pengacaraan" ? ~~~ Syafrudin #id: Mulai dari yang kecil, dari diri sendiri, dari sekarang ! #en: Start from small, from yourself, from now ! #by: Abdullah Gymnastiar
