On 1/6/06, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > bagaimana kalau perguruan tinggi melakukan test-case, pakai sistem > gugur? > > - terima bbrp orang yang berminat (gratis) > - pakai sistem gugur, kurikulum ketat > - lulus langsung kerja
usulan pak adi ini pernah juga didiskusikan. jawaban dari pihak sono adalah (kira2) sebagai berikut: - bahwa tempat di perguruan tinggi negeri sangat berharga sehingga tidak bisa dibuat main-main - kalau sudah masuk terus gugur, tempat yang terpakai menjadi terbuang percuma btw, waktu itu pun yang kami usulkan adalah bukan calon mahasiswa sembarang, melainkan yang sudah jadi juara olimpiade! (sudah pasti pinter2) jawabannya kira-kira seperti di atas. saya jadi melongo... herman ... eh, heran. [ya akhirnya anak2 juara tersebut diambilin perguruan tinggi lain.] oh ya, ada juga jawaban lain: - kalau mau masuk perguruan tinggi *ATURANNYA* adalah mengikuti testing. jadi siapa pun harus ikut testing dan mengikuti syarat2nya. saya pun geleng-geleng kepala. hebat sekali aturan masuk perguruan tinggi ya? kayak kitab suci saja yang tidak bisa diubah. jadi ... saya dukung ide pak adi, tapi ... hik hik hik... nampaknya masih banyak hambatannya pak :( -- budi
