Priyadi Iman Nurcahyo wrote: > On Wednesday 11 January 2006 13:47, Muhamad Carlos Patriawan wrote: > > > Atau kalau dirunut lagi,"golongan" inovator IT yang sukses setelah > > "keluarga" Microsoft (Gates,Allen,Ballmer) bukan si Jobs, tapi kang > > Larry Ellison, alias Oracle. > > > > Bedanya dengan Jobs,apa mungkin mereka tersebut tidak banyak bikin > > presentasi ke publik sehingga kurang "friendly" dimata publik ? padahal > > "prestasi"nya sebenarnya melebihi Jobs. > > 'prestasi' yang mana dulu nih? prestasi bikin duit sebanyak2nya gak sepenuhnya > berhubungan dengan prestasi bikin produk yang disukai konsumen.
Gak cuman duit saja Pri,tapi juga Inovasi dan efek lainnya terhadap masyrakat. Misalnya: Ada berapa lapangan pekerjaan yang bakal tercipta karena Apple dan Ipod ? Ada berapa orang yang bisa hidup dengan berjualan online karena Ebay ? Ada berapa orang yang bisa mengerjakan kerjaan yang tadinya hanya bisa dikerjakan di AS karena ada Infosys ? Ada berapa orang yang bisa sembuh sakit kankernya karena obat dari Genentech ? dst ... > konsumen lebih menyukai yang terakhir, sedangkan investor macam om carlos > lebih menyukai yang pertama :). Benar,dengan alasan diatas. > konsumen reguler gak peduli kalau > perusahaannya bangkrut sekalipun asalkan produk yang dihasilkannya bagus. Ini mungkin benar. Tapi kalau saya,saya lebih cenderung beli produk yang murah kalau feature yang saya buruhkan dimiliki kompetitor lain,mungkin karena Asia minded :) > hint: jangan nilai segalanya dari jumlah uang yang dihasilkan Sebenarnya kalo balik ke thread ini ada dua hal: 1. Point utama: Banyak orang yang lebih berprestasi (gak hanya duit saja) dibanding Steve Jobs tapi jarang di kenal publik dan jarang dipelajari :-) 2. Memang jangan nilai semuanya dari 'duit',tapi pikir juga efeknya ke society seperti point nomor satu. Misalnya ada diantara kita ada yang bikin IndoPaypal jadi virtual metode pembayaran di Indonesia,itu lebih menarik diamati dan dipelajari daripada Ipod baru. :) Carlos
