Budi Rahardjo wrote: > On 1/12/06, Affan Basalamah <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Enakan di Malaysia aja pak, > > negaranya enak, aman damai tenteram, > > infrastruktur nya sangat bagus, dan suasananya sangat dekat dengan > > Islam. > > Tapi jeleknya: ada banyak sifat orang Melayu juga! > (Antara lain pemalas, saling sikut/ganjel :) he he he. > Samalah seperti kita-kita juga.) >
wah Pak.... di India juga ada koq... > Waktu habis pulang dari Canada dulu, saya sempat mau mampir > dulu (ngajar) di Malaysia. Sudah ditawari di UTM, UKM, UM, > terus sekolahannya Tenaga (lupa apa namanya). > Bahkan ada yang sudah mengajak ke kampusnya sampai menunjukkan > tempat duduknya. (Waktu itu ada profesor dari India yang > kontraknya sudah selesai. Dia mengajar VLSI. Saya diminta > untuk menggantikan dia.) > > Yang enak di Malaysia memang soal makanan. > Yang susah di negara lain adalah cari makanan yang halal :) > Nggak bisa langsung masuk ke restoran dan pesan. Di silicon valley (san jose dan sekitarnya) makanan halal gak jadi masalah,restoran indopak/arab/halal ada dimana2..bahkan daging di cisco campus pun sudah halal meats sekarang. > Oh ya, sekarang hampir semua bidang di Indonesia ada investor > Malaysianya. Artinya, kita sudah hampir tidak memiliki apa2 > lagi di Indonesia. Memang benar Malaysia makin maju! Ada faktor lain.Malaysia banyak terima funds dari negara Arab karena Arab trade/income surplus dari harga minyak dunia DAN tekanan AS ke Arab investment komunity sejak kejadian wtc. Jadi banyak "dana" yang tadinya mengalir ke AS sekarang pindah ke ... Malaysia. Dan ini bukan kelas 1 atau 2 M Pak..Tapi kelas wahid... dan seperti biasa Indonesia cuman nonton doang :) Maklum ketua Investment Komunitynya pun (Theo Tomiun) baru masuk penjara. > Ayo, kita buat Indonesia maju juga. > Kalau Malaysia bisa, mengapa kita tidak? > Jadi ingat kalimat yang kemarin saya baca: > Kalau mau, pasti bisa! Dari statistik:kemudahan berbisnis di Indonesia masih dibawah Iraq :-) Kalau mau serius,itu UU Investasi di Indonesia harus berubah total sehingga investasi asing di Indonesia gampang masuk dan berkembang. Bisa sih kita berkembang,tapi dari ukuran "individual" saja,gak/belum bisa secara keseluruhan. Carlos
