Buku yang saya baca semua halamannya biasanya novel. Buku Psikologi
Komunikasi ini setahu saya buku yang dijadikan buku pegangan (hayo mari
berpegangan pada buku) anak-anak psikologi.
Pegangan siapa pun, buku adalah ilmu.
OK, balik ke tema awal (aku masih mendukung Konsesus RMS untuk nggak
lari ke mana-mana). Kita membahas soal keunggulan ini kan ceritanya mau
mengkopi keunggulan, bukan cuman mau bilang "Aha, aku tahu". Jadi:
Alt-1 : Teman2 Yahudi kita genetically memiliki keunggulan
Apa yang bisa kita lakukan? Generasi saat ini nggak bisa apa-apa. Paling2,
nanti anak cucu kita dikawinkan aja ama orang2 Yahudi :).
Alt-2: Image mempengaruhi sifat sehingga membentuk realita
Ini bisa kita kopi. Di buku JR, dia memberi contoh bahwa dia diperkenalkan
sebagai mahasiswa "Full Bright" (bukan Fullbright), yang diterjemahkan sebagai
mahasiswa yang gemilang. Maka rekan2nya punya image bahwa tokoh kita ini
gemilang, yang membuat tokoh kita memiliki attitude sebagai manusia yang
gemilang (serius belajar, efektif memanfaatkan waktu, rajin membantu, dll),
sehingga memang jadi gemilang.
Nah, hal seperti ini masih bisa diimplementasikan untuk generasi2 sekarang,
di negara kita, atau di lingkungan kecil kita.
Kalau kita percaya bahwa BHTV adalah proyek dengan masa depan gemilang,
kita akan memberikan dukungan luar biasa, sehingga proyek itu akan berhasil
dengan gemilang. Sebaliknya, kalau kita anggap itu proyek basa-basi, kita
cuman memberi sentuhan sekedarnya, sehingga hasilnya juga sekedarnya.
Jadi, message memang punya misi, bukan sekedar diskursus mengambang.
Kuncoro Wastuwibowo
http://kun.co.ro/
