On 2/4/06, Arif Hidayat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Hampir semua mata pelajaran pemrograman yang saya tahu metode
> penilaiannya ya melalui bikin program di komputer. Biasanya kami kerjakan di
> rumah/lab computer dan di submit dalam berntuk file (source code dan
> executable), jadi waktu mengerjakannya ada akses ke manual dan error message
> compiler, tidak blind seperti kalau mesti menulis tangan di kertas.

Kan penilaiannya juga tidak "saklek", harus jalan programnya.
Kalau idenya sudah bener, ya sudah dikasih nilai bener.
Salah-salah sedikit (kurang titik koma, atau syntax error dikit) nggak masalah.
Yang penting kan pemahamannya.

Contoh yang paling sederhana, misalnya coba buatkan sebuah fungsi yang
menghitung volume sebuah bola (kemudian rumusnya diberikan).
Eh, ternyata masih banyak yang salah!
Mosok f = a.b  ditulis f = a b? Kan mestinya f = a * b;

Contoh lain, misalnya disuruh buat fungsi yang membuat sebuah matrix
(5x5) dan kemudian menginisialisasi segitiga kiri bawah dengan 1
sedangkan sisanya dengan 0. Gampang kan?
Maksudnya kan supaya mahasiswa menggunakan loop kemudian
logikanya bagaimana (if then elsenya). Kalau kayak gini nggak bisa
kan keterlaluan. Bener nggak?

[oh ya, ada juga yang nakal dengan membuat kode seperti ini
x[0][0] = 1;
x[1][0] = 1;
x[1][1] = 1;
x[2][0] = 1;
... dst. Dengan kata lain, diinisialisasi pakai tangan satu persatu.

Oh ya, pernah tebakan dari milis ini saya pakai untuk menguji
logikan anak-anak di kelas. Itu lho tebakan yang dikasih Aria(?)
untuk menampilkan huruf E di LED ;-)
[URL anybody?]
Kalau yang bisa menjawab dengan cepat dan *kreatif*,
dia punya logika yang bisa dipakai untuk buat program.


> menurut saya juga, programming, seperti matematika bukan pelajaran hapalan:
> yg penting cara berpikir/logika, bagaimana memecahkan sebuah masalah dengan
> alat2 yg ada (persamaan matematik atau fungsi2 standar c)

setuju. masalahnya, logika anak-anak ini kurang jalan :(
kurang kreatif? malas? jalan pintas?


> > Demikianlah. Itulah sebabnya mahasiswa sengaja saya "tekan" dengan
> > kondisi seperti yang akan mereka hadapi di luar nanti.
> Kondisi di luar nanti justru mahasiswa akan selalu punya akses ke manual dan
> sample code di internet sewaktu perlu membuat program, hehehe.

Biar ada manual dan sampel kode, kalau logika nggak jalan dan malas gimana?

-- budi

Kirim email ke