>> Kalo many small files (maildir), sebaiknya pake filesystem apa?

>Kalo hanya mempertimbangkan speed aja tanpa faktor2 lain, berdasarkan
>http://linuxgazette.net/102/piszcz.html dan
>http://linuxgazette.net/122/TWDT.html#piszcz saya masih pegang ext3,

dulu saya pernah lihat benchmark journaling fs antara reiserfs vs ext3
vs xfs, disana reiserfs menang untuk filesystem dengan isi file2 kecil
dan banyak, dan xfs untuk isi file besar dan sedikit. dan ext3 tidak
unggul di keduanya.
tapi kalau install/upgrade server tetep pakai ext3, soalnya gampang
buat upgrade dari ext2, dan seperti ronny, toolsnya uda familiar, dan
lama dipakai (mature).
dan ternyata di kernel 2.6 ext3 performancenya nggak malu2in

>Mungkin yg lebih penting dibanding jenis filesystemnya adalah
>blocksizenya berapa, dan parameter/options apa aja yg mesti dipake.
yap, dan menurut saya salah satu yang paling penting itu bukan storage
space saja, tapi available inode juga. dulu pernah sempet kebingungan
pas masukin file ke flash card yang diformat ext2 meskipun masi tersisa
3-4 MB, tapi keluar tulisan space nggak cukup. setelah tanya2 sama
senior ternyata inode spacenya habis. gara2 filenya kebanyakan meskipun
ukurannya kecil2. dan jumlah inode cuma bisa dimodify ketika format.

>> Kalo many small files (maildir), sebaiknya pake filesystem apa?
pakai default dari osnya aja, suse reiserfs defaultnya ya, tapi mungkin
inode spacenya (bytes per inode) digedein, yang dipertimbangakan
average filesize, frekuensi baca dan tulis, jumlah file.

> Idealnya sih kalo mau belajar yg baru saya mendingan sekalian belajar
> zfs. Feature self healing dan scalabilitynya itu loh bikin ngiler.
self healing ? wah dulu pernah baca kalau kernelnya juga bakal
autotunning pakai genetik alorithm. kalau sudah automatik semua, linux
admin dan tuner ilang dari peredaran dong :)

btw kemarin salah satu teman saya lagi pakai ext3 , lalu crash ntah
karena apa, ketik boot lagi banyak errornya, ternyata setelah
diselidiki, sepertinya inodemapnya kacau.
/etc/inittab isinya jadi /etc/sysconfig/network
/etc/sysconfig/network isinya jadi direktori /etc/ppp
direktori /etc/ppp isinya jadi file /etc/named.conf
dsb
akhirnya diformat ulang aja.
kacaunya peristiwa tersebut terjadi ketika sedang mempromosikan linux
:)
ada yang pernah ngalamin juga ?
-
ak

Kirim email ke