On 2/19/06, m.c. ptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
...
> >    Misalnya, waktu itu ada tawaran untuk orang yang mengerti
> >    cardpac dengan jam terbang minimail 5 tahun.
> >    Mana ada di Indonesia? (Kalaupun ada, sudah mapan di tempat
> >    kerjanya.)
>
> Ya jangan dicari yang gak ada dooong :) kebanyakan posisi sebenarnya
> bisa difill in koq, kalao lockheed martin nyari engineer yang bisa code
> driver untuk embedded produk di pesawat tempur ya even di US nyarinya
> juga berbulan-bulan.
...

Lha job desc. seperti itu yang datang ke kami wajtu itu.
Orderan seperti itu datang terus, tapi span waktunya hanya
diberi 2 minggu.


> > 2. Tenaga kerja di Indonesia kurang pengalaman kerja.
> >    (Kebanyakan kuliah kali? kurang praktek.)
> >    Mau tanya ... ada di antara rekan-rekan yang punya pengalaman
> >    Java 7 tahun? ;-)
> >    Kalaupun ada biasanya tidak ingin pindah kerja.
>
> Kurang Pengalaman Kerja ini karena
> 1. industri di tanah airnya kurang berkembang
> 2. tidak ada senior di LN yang bisa membimbing agar bisa
> belajar-bekerja di LN.

Sebetulnya tidak harus sampai sehjauh itu. Di Indonesia saja
sudah bisa. Hanya motivasi anak-anak ini memang kurang.
Contoh: saya pernah membantu rekrutmen sebuah perusahaan.
Dari 75 orang yang saya wawancara, hanya 5 orang yang punya
pengalaman programming bener. Ini lulusan Ilmu Komputer dan
Teknik Elektro lho.
Misalnya, yang lulusan Elektro tersebut ketika ditanya
tentang bahasa pemrograman yang dikuasai, dijawab MATLAB.
Lainnya gak tahu. Gedubrak! :(
Boro-boro mau ditanya apakah pernah dengar perl atau ruby :(
Ketika yang lulusan Ilmu Komputer disuruh menjelaskan sedikit
mengenai ide sorting, lagi-lagi hanya 5 dari 30 yang tahu.
Mengenai networking juga kebanyakan hanya sebagai pengguna.

Sebenarnya pelajaran dan pengalaman mengenai ini bisa mereka
peroleh dari magang di kampus, warnet, perusahaan.
Contoh saja, di milis ini banyak yang kelihatan sekarang
sudah "jagoan" yang dulu mulanya masih bloon di kampus.
Tapi mereka teruuuusss aja nongkrong di kampus dan ngoprek.
(Tentunya dengan tanggung jawab yang tinggi.)
Hasilnya bisa kita lihat sendiri.
Saya pun termasuk produk seperti itu, magang di kampus.
(Angkat2 komputer, instalasi, dsb. selama 1 tahun baru kemudian
diangkat menjadi sysadmin beneran.)


> > 3. Tenaga kerja Indonesia lebih manja.
> >    Pernah kami kirim ke LN, belum apa-apa udah minta pulang :(
> >    hik hik hik. Belum lagi kalau fasilitas di LN gak bagus,
> >    minta yang bagus atau pulang.
> >    Padahal tenaga kerja India mau kerja desak-desakan.
> >
> > Apa lagi ya?
>
> Kalau ini sich menurut saya salah proses hiring Pak Budi.

Lah yang daftar seperti itu gimana?
Catatan, lowongan pekerjaan yang saya bantu rekrutmennya
tersebut yang daftar ratusan orang (hampir 500an? saya
tidak tahu persisnya), tapi setelah psikotes & b. inggris
jatuhnya tinggal 75 orang.
(soalnya kami nge-charge per orang. hi hi hi.
jadi yang pasti gak bakalan diterima sudah ditolak.)


> Ternyata ini sama dengan Cara reqreuiment di valley : persh lebih
> cenderung hire orang yg sedang2 saja tapi punya motivasi tinggi dan
> good attitude.

Yup. Itu yang saya lakukan juga.
Percuma kalau pinter tapi nanti kerjanya ribut melulu dengan
atasannya :)  (atasan aja diajak ribut, apalagi kawannya.)
Itu sih mau hire ulat bulu namanya. he he he.


-- budi

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google 
"teknologia" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/teknologia
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke