m.c. ptrwn wrote:
> Budi Rahardjo wrote:
> > On 2/18/06, Akhmad Fathonih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > Dari kemaren saya bertanya-tanya sendiri, bisakah tenaga ahli (IT) di
> > > Indonesia disalurkan seperti halnya TKI?
>
> Satu lagi Pak Budi , saya mau seperti Pak Budi yang bisa mencoba
> menyalurkan expert IT ke LN , tapi ternyata ada cara yang jauh lebih
> ampuh daripada mulai dari awal:
>
> Anyway , caranya India juga begitu koq.  Memang disini kuncinya mesti
> punya excellent reputation supaya rekomendasi kita bener2 masuk dan
> diperhitungkan .. He he he :)
>
> Carlos

Pak Carlos atau rekan lainnya di US, atau di Negara Harapan lainnya,
barangkali milist teknologia ini bisa menjadi batu pijakan buat memulai
suatu jaringan yg solid yg bertujuan "world domination" oleh pekerja IT
indonesia, hahaha sadis banget tujuannya.

yang saya atau mungkin para pengikut milist ini ingin tahu adalah
praktek legal dari system ketenaga kerjaan, karena menurut saya
pribadi, bagian ini yg paling jarang dibahas (hanya perusahaan
konsultan HR yg mau menjawab dng charge tentunya) dan biasanya menjadi
batu sandungan utama (sorry saya tidak punya info ini karena HR dept
perusahaan tempat saya kerja beda lokasinya):
1. Apa yg membuat perusahaan IT di US mau menghire seseorang dari
overseas, dan yg ujung2nya membebani expense mereka, karena kalo tidak
salah, Perusahaan harus membayar deposit, biaya petisi visa H1B (total
mungkin 4000$) dan tax bulanan (15% lebih besar, kl gak salah) yg lebih
untuk setiap pekerja non-resident,
2. Apakah praktek yg umum di lakukan para pendatang dari India atau yg
lainnya, yaitu bila masalah biaya diatas (kecuali tax nya), itu di
tanggung sama perorangan yg membantu kedatangan si pekerja baru ini,
atau si pekerjanya sendiri, sehingga perusahaan cukup memberikan bukti
dokument bahwa ybs sudah di terima kerja, sehingga selanjutnya akan di
urus dng biaya di tanggung sendiri oleh pihak pencari kerja.
3. karena masalah2 diatas, akhirnya ada trend dari perusahaan
development (SW/HW) US untuk meng-outsourcing team developernya ke
India atau cina, sehingga ada expense yg bisa di hemat dan
mempersingkat proses dng lebih fokus ke hasil dibandingkan harus
memproses legal dokumen diatas.
nomer 3 ini menjadi tantangan bagi kelompok IT di indonesia untuk
membuat perusahaan outsource di indonesia, tentunya dng bantuan rekan2
kita yg sudah bekerja di SV/US umumnya, Ayo rekans gimana kalau ini di
perkuat dalam bentuk jaringan informasi, karena perusahaan serius spt
sigma dng balicamp nya sulit sekali bertahan karena pesaingnya dari
India dan China bisa menawarkan solusi lebih cepat dan harga lebih
murah (CMIIW).

ok ini dulu, ntar kalo pembahasannya lebih panjang mungkin akan jadi
sebuah topik tersendiri.


Winahyu.


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google 
"teknologia" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada 
http://groups.google.com/group/teknologia
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke