orang asia: "thanks man, we will finish the job better than you
expected" ,
yang orang indonesia: "Hmm..ooh, gimana ya mas , saya belum siap".
 
exactly the same,  kalau mencapai sesuatu pasti ada processnya, dan setiap process di awali dengan  Inititation. lha kebanyakan orang Indo  yaa yanga di bilang sama Carlos itu hehehe.
Ini budaya yang harus di rubah, saya ngga menyalahkan orang tua kita dan sistem pendidikan kita, tapi sekarang gimana caranya merubah mentalitas itu,  yang penting iya dulu, masalah bisa atau ngga di tengah jalan  lain soal, karena solusi pasti selalu ada, ini yang harus di tanamkan ke orang muda di Indo.
 
 
Akhirnya dua atau tiga tahun dari titik pivot year tersebut , si orang
asia sudah menguasai banyak ilmu dari bidang teknis sampai manajemen ,
sedangkan engineer indonesia tetap disitu situ aja karena keribetan dan
mentalismenya. Artinya orang asia lain bisa maju karena "learning by
doing" disebabkan mereka punya mental yg bagus.
 
yep, karena ngga yakin bisa jadi bisa jadi sugesti. nothing impossible everything is possible.
 

"Kalian tahu tidak kenapa Indonesia kalah bersaing dengan kesebelasan
luar negeri , itu bukan karena pesepakbola kita kurang kemampuan
teknisnya,tapi karena mentalnya langsung ciut begitu menghadapi
kesebelasan dari negara lain".
 
Takut dengan bayangan sendiri, terus terang memang  mengalahkan diri sendiri memang sulit tapi chance never come twice, once you knock the door, take it or you will blamed your self selamanya.
 
eh yang lain sumbang saran donk...
 
 
adjie


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
Anda menerima pesan ini karena Anda tergabung pada grup Grup Google "teknologia" grup.
 To post to this group, send email to [email protected]
 Untuk keluar dari grup ini, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
 Untuk pilihan lainnya, lihat grup ini pada http://groups.google.com/group/teknologia
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke