Ronald wrote:
> m.c. ptrwn wrote:
> > Enak sebenarnya menganalisa fundamental dan technical analysis data
> > begini , sama excitingnya seperti menganalisa file /module / software
> > event mana yg terjadi memory leaks :)     dua duanya sama: analisa
> > pattern recognition , yang satu bit dan byte  dari computer event,
> > satunya lagi analisa dari action manusia dalam jual/beli.
>
> Kalo boleh tau, bang Carlos lebih sering pake fundamental atau
> technical
> analysis? Apa bisa digabung dua2-nya?
> Afaik banyak orang yg bilang technical analysis itu "voodoo science",
> nggak
> ada scientific basenya, termasuk Rene Rivkin (Warren Buffett-nya
> Australia).
> Di seminarnya, dia sering nantang audience dengan hadiah $10,000 kalau
> bisa nunjukin ke dia satu aja "succesful chartist" :)

masalah ini sudah sering dibahas sebenarnya.

Sebenarnya untuk analisa equity harus memperhatikan ke duanya, baik
fundamental dan TA.

Bisa dipastikan, kalau hanya analisa berdasarkan salah satunya, anda
akan rugi.

Salah satu penyebabnya adalah karena stock market bekerja sebagai
efisien market, naik turunnya equity bukan disebabkan oleh customer
retail yang hanya bermodal sedikit, tapi oleh money manager (mutual
funds/investment bank/hedge funds) yang bergerak sangat cepat dan diam
diam. Nah untuk mengetahui apakah mereka interest untuk membeli (atau
short)  equity berdasarkan fundamental data, ya harus mengamati action
mereka dari technical Analysis sebagai konfirmasi.



Carlos

Kirim email ke