On Sun, Apr 30, 2006 at 05:18:16PM -0000, m.c. cptrwn wrote:
> masalahnya sebagian dari kita bikin hal2 proprietary vs non proprietary
> jadi alasan sich :)

kita? :-)) he..he.. yang bener aja.
kembali ke soal penguasaan terhadap intelectual capital itu yang sudah jadi isu.
kalau anda berminat/mendukung soal transfer teknologi yang sejati, gunakan
opensource/freesoftware. yang justru asal muasal gerakannya berasal dari
asalnya kapitalisme. yang borderless itu justru yang opensource/freesoftware.
masih mau ngeyel? :P

ini bukan saya yang nulis:

   (Building one of these puppies is not rocket science. I can only conjecture
   that the competitive pressure is driving the manufacturers to cut costs to 
the
   bone by hiring programmers out of the bottom of the barrel and having the
   manufacturing done by some low-end contract house in Indonesia or somewhere.
   The results, alas, tend to be unstable crap. Caveat emptor.)

kalau semuanya GPL, memangnya ada pengaruhnya kalau development R&D atau
R&B ada di india/china/indonesia? wong akhirnya kita bisa pakai itu dari
mana saja dan kapan saja.

sekarang tolong jelaskan ini: kenapa mendatangkan R&B ke indonesia atau hijrah
ke luar bisa menolong Indonesia bisa melepaskan diri dari kesulitan yang 
sekarang?
jangan-jangan karena anda sudah terlalu lama berada di khayangan.

> lalu gimana mereka ambil/transfer teknologi itu: ya harus org
> indonesianya sendiri yang bergerak, dan bener2 bergerak (gak ribet, gak
> cuman bikin teori atau ngomel di mailing-list, bener2 ngoprek, bener2
> ke luar negeri dengan duit hanya 50 dollar di dompet  dan bermodal
> semangat baja saja ) ... he he he he :-))

gimana caranya? anda sudah ke luar negeri? sudah. sudah ada transfer
teknologi untuk _INDONESIA_ ? mana? terima kasih.

ribuan/jutaan orang Indonesia barangkali sudah menikmati transfer teknologi
sejati dengan pemanfaatan perangkat lunak bebas atau opensource(tm), bahkan
cukup dengan jari telunjuk saja yang pergi ke luar (menunjuk di peta maksudnya
hi..hi..), dan ironisnya, serapan sebaganyak itu justru karena KEBANYAKAN
mengomel di milis di banding ngoprek. sekarang MANA TRANSFER TEKNOLOGI YANG
DARI LINGKUNGAN ANDA?

kalau 'mandiri' anda artikan sebagai banyak orang indonesia yang menulis
jutaan baris codes. nah .. itu baru namanya omong kosong. kalau anak saya
bilang: bo'ong abis.

memanfaatkan perangkat proprietary itu ibarat istri/pacar yang matre': no money
no honey :-))

Salam,

P.Y. Adi Prasaja

Kirim email ke