On 5/21/06, m.c. cptrwn <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Biasanya Test Cases yang paling menjebak tidak tergenerate dari Random
> > Cases :D
> >
> > Di TopCoder, ada satu session khusus namanya "Challenge Phase" dimana
> > sesama coder bisa nge-challenge coding coder lain, dengan cara
> > memberikan TestCase ke program orang yang mau di challenge... Kalo
> > programnya outputnya ngaco, berarti "Challenge Successful", maka si
> > challenger dapet 50 points, dan si defender hilang pointnya semua
> > untuk problem tersebut.
>
> btw thanks atas informasinya.
>
> tadinya saya kira soalnya itu mirip2 membangun sistem sehingga bisa
> coding lebih dari 5000-10,000 lines :))
Ini mungkin PC untuk bagian Development Competition nya TopCoder. Tipe
PC ini berbeda dengan yang PC untuk bagian Algorithms Competition.
Untuk Development Competition bisa jadi 5000 sampe 10,000 baris. Mas
Sindunata Sudarmaji bisa ditanyain lebih lanjut... tapi untuk
Algorithms Competition rata2 paling 60 baris untuk 1 soal Algorithms
(biasanya sekali lomba TopCoder kasih 3 soal Algorithms untuk di solve
dalam 75 menit).
> Challenge coding orang lainya menggunakan apa ? boundary checking ?
Setiap soal Algorithm competition selalu ada input output format yang
diberitahu di problem statementnya.
Kita nge challenge code orang lain kalau:
1. keliatan bug yang jelas
contohnya, kurang pengecekan untuk kondisi tertentu. Maka kita
challenge dengan input yang tidak dihandle oleh orang tersebut,
otomatis programnya pasti outputnya ngaco :D biasanya justru banyak
sekali kondisi kondisi yang sangat kecil yang terlupakan oleh
programmer... (karena disepelekan). Disitulah kita bisa cari points,
challenge coder yang gak baca soal dengan teliti ato emang salah ketik
:D
2. orangnya salah make algorithm
kalo input rangenya misalkan n <= 1000. tapi di coding orang tersebut
ada begini:
for i = 1 .. n
for j = 1.. n
for k = 1..n
do abcdef;
Nah udah pasti gagal tuh algoritma, karena untuk n nya 1000 pasti dia
berjalan 1000,000,000 kali looping dan karena komputer TopCoder dalam
2 detik hanya bisa looping sebanyak 50 jutaan, yah pasti coding orang
tersebut berjalan lebih dari 2 detik (50 detik tepatnya). Maka,
challenge aja dengan input sebesar 1000, pasti programnya TimeLimit
(timelimit itu kalo program berjalan lebih lama dari 2 detik, maka
dianggap salah).
untuk solve problem yang inputnya n<=1000 harus pake algo yang lebih
kecil dari O(N^2).
3. Tricky cases
kalo kita punya testcase yang tricky abis, kita bisa gambling nge
challenge orang pake tricky cases kita :D
> berapa permutation ? apakah dinilai juga program yg paling efisien dan
> memakan paling sedikit cpu cycle ?
Asalkan untuk semua input yang dicobakan ke program peserta tersebut
semua berjalan kurang dari 2 detik & semuanya produce correct output,
maka programnya dianggap benar.
> > Untuk menjadi bintang coder, harus juara di TopCoder.
> > Kalau tidak, saya rasa belum bisa diakui sebagai bintang "coder" sungguhan.
>
> mungkin kalo ada PC di Indonesia, dosenya felix seperti mark p.e.
> kandidat yg bagus untuk jadi juri :)
saya cuman bisa coding, mana bisa jadi dosen :P
> > Menyukai disini dalam arti bisa "meng-appreciate" computer science
> > stuff, betapa susahnya itu dibuat, tapi belum tentu terjun ke semua
> > computer science stuffs karena teralu luas. Keliatannya kata
> > "mengagummi" lebih tepat disini :)
>
> he he .. iya saya setuju point ini. point dimana CS sangat dan terlalu
> luas itu benar sekali , sampai kadang2 saya mikir kenapa gak semua anak
> sma saja terjun ke CS karena peluangnya limitless.
Terutama kalo udah ngeliat program2 open-source yang canggih canggih..
pasti ada rasa kagum di hati ini. Tapi bagi yang bukan pencinta
pemograman mungkin program opensource yang canggih itu terlihat biasa
saja.
Btw, Lihat dibawah... kok gmail ngeproduce junk kayak gini yah?
Messagenya jadi dobel semua...
Felix Halim
> -mcp
>
> X-Google-Language: INDONESIAN,ASCII-7-bit
> Received: by 10.11.53.63 with SMTP id b63mr98873cwa;
> Sun, 21 May 2006 04:08:07 -0700 (PDT)
> X-Google-Token: XAd97wwAAABSzHH6i-zch1sxWkMFrU4i
> Received: from 71.135.47.95 by g10g2000cwb.googlegroups.com with HTTP;
> Sun, 21 May 2006 11:08:07 +0000 (UTC)
> From: "m.c. cptrwn" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "teknologia" <[email protected]>
> Subject: Re: Sharing tentang Programming Competition
> Date: Sun, 21 May 2006 11:08:07 -0000
> Message-ID: <[EMAIL PROTECTED]>
> References: <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> User-Agent: G2/0.2
> X-HTTP-UserAgent: Mozilla/5.0 (Windows; U; Windows NT 5.0; en-US; rv:1.8.0.3)
> Gecko/20060426 Firefox/1.5.0.3,gzip(gfe),gzip(gfe)
> Mime-Version: 1.0
> Content-Type: text/plain
>
> Felix Halim wrote:
> > On 5/21/06, Dicky Arinal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > On 5/21/06, Felix Halim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > > > Untuk menentukan suatu program benar atau salah, Judge menggunakan
> > > > Test Cases (just like how developers testing their program). Jadi juri
> > > > biasanya punya Test Cases yang bisa mengeksploitasi bug di problem
> > > > tersebut. Nah, jika peserta mengirim solusinya, si judge tinggal
> > > > nge-run saja program dari si peserta, lalu dimasukkan input test cases
> > > > dari juri. Jika semua test cases lolos, maka program peserta tersebut
> > > > dianggap benar. Peserta mendapat nilai untuk problem tersebut.
> > >
> > > Bukan generate random cases yah?
> >
> > Biasanya Test Cases yang paling menjebak tidak tergenerate dari Random
> > Cases :D
> >
> > Di TopCoder, ada satu session khusus namanya "Challenge Phase" dimana
> > sesama coder bisa nge-challenge coding coder lain, dengan cara
> > memberikan TestCase ke program orang yang mau di challenge... Kalo
> > programnya outputnya ngaco, berarti "Challenge Successful", maka si
> > challenger dapet 50 points, dan si defender hilang pointnya semua
> > untuk problem tersebut.
>
> btw thanks atas informasinya.
>
> tadinya saya kira soalnya itu mirip2 membangun sistem sehingga bisa
> coding lebih dari 5000-10,000 lines :))
>
> Challenge coding orang lainya menggunakan apa ? boundary checking ?
> berapa permutation ? apakah dinilai juga program yg paling efisien dan
> memakan paling sedikit cpu cycle ?
>
>
> >
> > > > Hanya geek yang suka. di binus sendiri aja peminatnya dikit sekali,
> > > > padahal mahasiswa computer science nya ribuan. FYI, PC ini sebenarnya
> > > > adalah mempertandingkan skills2 yang didapet dari courses yang ada di
> > > > universitas: kayak course Data Structure & Algorithms, course
> > > > Artificial Intelligence, Number Theory, Numerical Methods, Linear
> > > > Algebra, C Programming, etc...
> > >
> > > Hehhe.. ga usah maksa common people untuk menyukai hal2 teknis.. hal2
> > > teknis
> > > itu high barrier to entry, cuma utk beberapa orang dan sebagian (besar)
> > > orang universitas itu cuma mau cari nilai, mana ada yang suka ama
> > > numerical
> > > methods, calculus, algebra.. beberapa dari mereka mungkin dapet A, tapi
> > > 'A'
> > > nya itu yaa cuma buat ujian aja. Saya rasa ini berlaku global, ga cuma di
> > > Indo.
> >
> > Betul sekali, itulah yang terasa di kampus saya.
> > Tapi kalo orang yang dapet A itu mustinya memang jago.
> > Kalo ternyata tidak, berarti ada yang salah dengan penilaian di
> > Universitasnya.
> >
> >
> > > Kalau suatu saat pemrograman menjadi populer di Indonesia, nanti tidak ada
> > > Indonesian Idol, adanya Indonesian Coder, yang jadi jurinya tokoh IT
> > > Indonesia kayak Pak BR, Pak Onno, dan mungkin kalo Pak Patriawan kalau
> > > sudah
> > > pulang dari SV.. :)
> >
> > Untuk menjadi bintang coder, harus juara di TopCoder.
> > Kalau tidak, saya rasa belum bisa diakui sebagai bintang "coder" sungguhan.
> >
>
> mungkin kalo ada PC di Indonesia, dosenya felix seperti mark p.e.
> kandidat yg bagus untuk jadi juri :)
>
> > Oh, kalo suka PC, pasti nantinya akan menyukai semua computer science
> > stuffs, bahkan bakal menyesal karena tidak mempelajari mathematics
> > secara serius waktu kecil!
> >
> > Menyukai disini dalam arti bisa "meng-appreciate" computer science
> > stuff, betapa susahnya itu dibuat, tapi belum tentu terjun ke semua
> > computer science stuffs karena teralu luas. Keliatannya kata
> > "mengagummi" lebih tepat disini :)
>
> he he .. iya saya setuju point ini. point dimana CS sangat dan terlalu
> luas itu benar sekali , sampai kadang2 saya mikir kenapa gak semua anak
> sma saja terjun ke CS karena peluangnya limitless.
>
>
> -mcp
>
>
> >
>
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---