Oh, kalo suka PC, pasti nantinya akan menyukai semua computer science
stuffs, bahkan bakal menyesal karena tidak mempelajari mathematics
secara serius waktu kecil!
Hiihihi.. orang yang menyukai teknologi belum tentu menyukai matematika, apalagi memahaminya.
Penyuka teknologi itu ada beberapa level. Ada yang cuma suka produk-produknya aja, jadi kalau ada hp Nokia terbaru, pasti deh orang ini menjadi 1000 pembeli pertama. Tipe ini juga mengetahui banyak fasilitas-fasilitas yang ditawarkan oleh suatu produk, seperti GPRS, bluetooth, dan juga melek dengan istilah dual core, GSM, CDMA, IMEI. Tapi jangan ditanya implementasi! Walaupun mengerti dual core, tapi jangan ditanya arsitektur mikroprosesor! Bacaannya biasanya majalah teknologi kalangan umum. Seperti majalah hp, majalah komputer..
Lalu ada juga seseorang yang bisa programming, tapi tidak melek matematika, karena programmer sekarang memang tidak harus tau computer science. Mau ngompile? Download aja compiler, nggak usah belajar teori kompilasi! Mau generate bilangan random? Pake aja rand() --kalau di C-- nggak usah ngerti pseudorandom. Don't reinvent the wheel eh? Sebagian besar developer berada di sini, termasuk saya mungkin :)
Level paling atas ya level nya Mas Felix, kalau kerja di Microsoft ya di bagian MSR (Microsoft Research) :) ...
Menyukai disini dalam arti bisa "meng-appreciate" computer science
stuff, betapa susahnya itu dibuat, tapi belum tentu terjun ke semua
computer science stuffs karena teralu luas. Keliatannya kata
"mengagummi" lebih tepat disini :)
Semua orang kagum melihat kecanggihan komputer. Tapi saya yakin, yang dikagumi bukanlah computer science stuff, tapi "sesuatu yang lain". Beberapa hari yang lalu seorang teman berkata begini "Hebat ya, manusia bisa membuat komputer padahal masih zaman dulu" (maksudnya komputer ENIAC pada WWII). Yang dia kagumi adalah bagaimana orang dengan teknologi tahun 1940-an bisa membuat komputer. Jelas sekali bahwa temen saya ini tidak mengerti computer science karena membuat ENIAC tidak lebih susah daripada membuat Intel Pentium (dengan teknologi sekarang tentunya). Saya tau darimana kekaguman itu berasal. Orang yang tidak mengerti computer science pasti akan mengaitkan teknologi dengan hardware. Jadi, untuk membuat komputer, seseorang harus membuat IC sampai sepersekian nano seperti current PC, bagaimana mungkin pada zaman WWII orang bisa membuat komputer kalau begini? Kalau begini kejadiannya saya juga kagum! Ini keliru, komputer adalah sesuatu yang hardware-agnostic, yang penting itu arsitekturnya, bukan bagaimana mengimplementasikan arsitektur. Gerbang AND atau OR nggak harus pakai transistor silikon! Kalau pada perang dunia II belum ada transistor, pake aja 'transistor' tabung, nggak ada yang aneh di sini.
Mungkin yang mas Dicky maksud dengan "Ada banyak orang suka PC, tapi
belum tentu suka pemrograman" adalah yang suka PC hanya sebagai
Spectactor doank, tapi kalo disuruh koding, males? begitu kan? :D
Dilemma yang sering dialami oleh mahasiswa fakultas ilmu komputer.. dia suka komputer (gaming, editing, deface situs) dan berniat menjadi pakar komputer, pas bertemu dengan koding, langsung deh.. salah jurusan.
regards,
Dicky Arinal
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
