On 5/27/06, Budi Rahardjo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:. > > Saya pikir kalau keyboard Indonesia yang menggunakan "roman > character" sebaiknya ngikut yang sudah standar saja, tapi ... > keyboard dengan huruf Jawa ... nah ini baru menarik karena > tidak ada duanya di dunia! Yang ini, seharusnya orang Indonesia > yang memikirkan/membuatnya.
Kalau hanya membuat keyboard huruf Jawa yang tutsnya hanya huruf Jawa, tidak ada manfaat lebihnya. Encoding untuk keyboard sebenarnya hanya bermain-main di software saja. Misalnya, kalau kita mengetik huruf "h", lalu "a", tekan spasi, di display akan menjadi "ha" Jawa. Kalau tidak ingin dengan cara begitu, melainkan dengan menekan 1 tuts saja sudah muncul "ha" jawa, tinggal tempel huruf "ha" jawa itu pakai rugos di tuts keyboard, lalu software dibuat agar bisa di-switch keyboard modenya sehingga bisa mengenali bahwa kalau tuts itu ditekan muncul "ha" tadi. Jadi main keyboardnya tetap menurut standar industri sekarang sementara switching ke mode lain bisa dilakukan secara software (ala Microsoft IME) ataupun dengan kombinasi tuts tertentu di keyboard (non-US kyeboard biasanya ada). --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
