On 7/12/06, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Selain itu orang dengan mudah mensetup sebuah milis jika dia > > memiliki server sendiri. > > nah. justru itu. seperti awalnya, groups.or.id itu sebenarnya > 'ajakan'. untuk memberdayakan trafik lokal, konten lokal. > masalahnya, ada banyak orang yang 'seide' tidak, maksudnya, > apa iya pemberdayaan trafik lokal itu dipandang perlu atau tidak. > tidak perlu (harus) ikutan mengoprek. cukup pakai servisnya, > atau bikin sendiri, atau bikin alternatif yang mampu berhadapan > dengan yahoogroups.com.
betul pak adi. hanya jangan lupa bahwa memiliki server sendiri juga merupakan satu alternatif yang dimiliki banyak orang juga. saya sendiri kalau mau setup milis, ya tinggal setup :) jadi trafik lokal bukan masalah bagi kami (dalam artian sedikit orang, tidak semua orang indonesia - dan mungkin orang yang suka ngoprek). jadi keberadaan groups.or.id tidak terlalu memberikan solusi bagi kami ini. bagi kami2 ini solusinya lebih ke arah boleh narik link sendiri ke OpenIXP (aka NICE), bukan membuat groups.or.id :) tapi tentu saja mungkin ini karena kami ini termasuk yang minoritas (yang punya akses ke server sendiri), bukan majority indonesians yang dibidik oleh groups.or.id. nah repotnya, pak adi, kami2 inilah yang tukang ngoprek yang sebetulnya bisa bantu2 groups.or.id. tapi ... karena THERE IS NO NEED FOR *US*. (saya tebalkan lagi dan beri penekanan pada US) maka groups.or.id ... tidak menarik. jadi mohon dipahami situasi seperti ini. ... > saya pribadi, lebih suka kalau setiap orang mulai membuat sendiri-sendiri. > tentu saja kalau mampu dan mau. sebenarnya contohnya sudah banyak sih > yang jalan. ada detik ada cert-id, ada plasacom, ada server milis ITB, > ada worldless. ... betul. > selama ini kita-kita kan terlalu terfokus pada groups.or.id yang, katakanlah, > jelek, ecek-ecek. ya itu akan diperbaiki. pelan-pelan tentunya. tapi, > konsekuensi dari groups.or.id yang jelek apa? bikin alternatif sendiri? mungkin ada yang melihat bahwa groups.or.id bukanlah sebagai solusi terhadap permasalahan. boleh kan? > btw, lagi cara untuk handoff/offload mail dengan banyak recipient yang sudah > terlanjur > di-tag sebagai VERP (akan dikirim 1-1). supaya ada server luar yang cukup > menerima 1 email saja, kemudian diteruskan ke masing-masing pelanggan yang > menggunakan yahoo.com/gmail.com. sebenarnya akhir tahun 80-an atau awal tahun 90-an sudah ada "solusi" tentang hal ini. begini ... latar belakang dulu. tahun 88 (mungkin?) indonesians di luar negeri kan banyak. mau punya milis sendiri, tapi bandwidth di tempat masing2 sangat terbatas. (mungkin bagi anak muda saat ini sulit menerima fakta bahwa di luar negeri pun dulu fakir bandwidth. he he he.) bagaimana solusinya? ... salah satunya: membuat relay! jadi dulu di milis yang saya kelola (isnet, pau-mikro) ada konsep relay yang sebetulnya bentuknya seperti tree. orang-orang yang berada di Eropa dimasukkan ke relay di eropa, yang di amerika masuk ke relay amerika (dan ini juga dibagi2 lagi). relay ini bisa berupa alias (/etc/aliases) atau gabungan antara shell-script dan .forward (bagi yang tidak punya akses ke root) he he he. jadi dulu ini abuse yang dilakukan oleh mahasiswa indonesia di berbagai penjuru dunia. nah yang repot adalah management user ya? kalau ada yang subcribe, harus dideteksi dulu asalnya dari mana. jadi ada faktor manual. tapi ... masalah terpecahkan! nah ... kalau mau ngulik, ya cara seperti di atas. but how do you automate? write a program 1. detect where the user is located logically 2. find a closer relay 3. add user in the relay itu baru menarik! jadi nanti groups.or.id punya relay di berbagai penjuru dunia. lagian software ini mungkin bisa jadi kontribusi indonesian di sourceforge :D kalau hanya sekedar install linux, qmail, ezmlm, ... i'll pass. -- budi --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
