On 11/3/06, Arie Reynaldi Z <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Pak.. dari tadi SUSE-SUSE mulu... jualan SUSE ya... xixixixixi.. Tapi
> sayang, yang bisa gitu cuma SUSE jerman doang.. coba SUSE ada juga
> disini.. dan di'jual' servicenya..

Kan sudah dipasang penafian ("disclaimer") oleh beliau: orang Jerman
itu bangga dengan produk dalam negeri dan sekarang Pak IMW sedang di
Jerman, ya terbawa anginlah... (Di Total Indonesiƫ Balikpapan dulu
juga banyak staf domestik menyukai Peugeot dan konon katanya orang
Prancis juga cinta produk dalam negeri.)

Namun secara objektif saya juga melihat SuSE lebih menarik dalam
menyajikan edisi komersial, setidaknya boks dan dukungan teknis hijau
bunglon (atau kadal?) itu lebih sering saya jumpai di gerai-gerai
dibanding si topi merah.

> Tapi.. apa bener 'Migrasi Linux' masih tetap menjual ? Di kantor saya,
> 3 tahun yang lalu udah di coba.. It worked.. tapiiii.. secara SDM nya
> kurang kuat, stategi implementasi kurang pas (disadari setelah beberap
> bulan jalan) dan OpenOffice belum canggih2 amat.. akhirnya 1 tahun
> lebih pindah lagi ke M$, beli license .. gak masalah.. sing penting
> user senang.. :D Tapi server teuteup dipaksa pake linux.

Tiga tahun lalu, lho...
Sekarang kan Linux Desktop disebut lebih indehoi oleh Linus sendiri.
OpenOffice juga sudah jauh lebih memadai dibanding zaman tersebut.
Teman saya yang sudah menggunakan OO untuk menulis buku hanya
mengeluhkan satu hal, yaitu konversi ke MS Word (karena penerbit
meminta format tsb.) di bagian tabel. Dengan "percaya diri" dia
berujar, "Itu si MS Word saja kurang cerdas membaca format yang
dihasilkan OO.." Hehehe... sekali-kali keras kepala!

;-)

-- 
amal

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke