On 11/3/06, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


Namun secara objektif saya juga melihat SuSE lebih menarik dalam
menyajikan edisi komersial, setidaknya boks dan dukungan teknis hijau
bunglon (atau kadal?) itu lebih sering saya jumpai di gerai-gerai
dibanding si topi merah.

Secara komersial memang SUSE paling siap (dari model distro model layanan dan sebagainya).  Tidak heran khan kalau kemarin Microsoft pun menempel dengan Novell :-) daripada saingan jugalan virtualisasi mending bergandengan tangan.

Apalagi MONO yang paling jalan adalah di distro SUSE, makanya Microsoft jadi bertetesan air liurnya untuk bertemanan.
 
Teman saya yang sudah menggunakan OO untuk menulis buku hanya
mengeluhkan satu hal, yaitu konversi ke MS Word (karena penerbit
meminta format tsb.) di bagian tabel. Dengan "percaya diri" dia
berujar, "Itu si MS Word saja kurang cerdas membaca format yang
dihasilkan OO.." Hehehe... sekali-kali keras kepala!

Ya kebanyakan penerbit di Indonesia mudeng-nya MS Words atau HTML kekeke,. saya yg nulis dengan LyX sering mengalami kesulitan.

IMW


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
http://teknoblogia.blogspot.com/2005/02/tata-tertib-milis-v15.html
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke