Maksudnya apa pak ? Hanya menyekutukan  NABI MUHAMMAD ?
Bapak bilang HANYA?
Berarti dalam syahadat kita kata "WA ASY HADU ANNA MUHAMMADARRASULULAH" 
bisa dihilangkan?




"hudan_ibnul_iman" <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected]
06/11/2008 12:42 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[tqn] Re: BEREBUT ALLAH






Yaa ayyuhalazina aamanuu, Quu anfusakum, wa ahlikum naar..., Wahai 
orang2 yang beriman, jagalah diri kalian sendiri, dan keluarga kalian 
sendiri, dari siksa api neraka. tak pandang dari kelompok mana, 
tarekat mana, keyakinan mana, kepercayaan mana, agama mana, kepada 
siapa saja, siksa neraka siap menyapa. Allah menyebut "wahai orang2 
yang beriman" tidak berkata "wahai orang2 islam" Karena keimanan 
seseorang hamba akan Allah tidak hanya di monopoli oleh umat Islam 
saja, melainkan hak seluruh umat jin dan manusia.

Sudahkah diri kita masing2 yakin selamat dari siksa api neraka? juga 
keluarga kita? kalau sudah yakin selamat baru selamatkan orang lain 
dengan bersikap nahyi munkar.

Pantaskah kita, sederajatkah kita, sejajarkah kita dengan ALLAH! 
sehingga kita berani menghukumi orang lain yang berbeda keyakinan.
Sekalipun terhadap Ahmadiyah, tiada hak sedikitpun kita ketok palu 
pengadilan terhadap mereka. Toh mereka hanya menyekutukan Nabi 
Muhammad SAW, bukan menyekutukan ALLAH! Mungkin walau secara hukum 
syariat Islam ibadah mereka telah tertolak, tapi apakah ALLAH juga 
menolak keyakinan/ keimanan mereka akan DIA! 

Salam.

--- In [email protected], "Adhye Kurniadhye" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Apa ini maksudnya FPI lebih baik dari orang yang berdzikir ?
> 
> 
> 
> 
> 
> Adhye K
> 
> 
> 
> 
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
> Yayat.com
> Sent: Wednesday, June 11, 2008 11:04 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [tqn] BEREBUT ALLAH
> 
> 
> 
> saya juga setuju pak, FPI tidak hanya memikirkan diri/kelompoknya 
sendiri
> tapi FPI juga mempunyai sikap yang jelas dalam ber nahyi munkar,dan 
yg
> paling penting, dalam hal Syari'ah atau Ibadah mereka tidak 
membatasi ibadah
> hanya pada kecintaan semata (mahabbah), atau lebih banyak 
mengembalikan
> semua urusan agama kepada perasaan dan petunjuk syeikh mereka dalam 
wujud
> dzikir(menyebut) semata,sehingga kehilangan keperduliannya terhadap 
tegaknya
> Syariat Islam ini,tapi mereka benar2 berjuang demi membela agama 
ini. 
> 
> ----- Original Message ----- 
> 
> From: Endang Sunandar <mailto:[EMAIL PROTECTED]> 
> 
> To: [email protected] 
> 
> Sent: Wednesday, June 11, 2008 10:30 AM
> 
> Subject: RE: [tqn] BEREBUT ALLAH
> 
> 
> 
> P. Cecep sangat setuju Pak, suatu pernyataan yang bijak menurut 
saya.
> 
> -----Original Message-----
> From: [EMAIL PROTECTED]
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Wednesday, June 11, 2008 10:19 AM
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
> Subject: Re: [tqn] BEREBUT ALLAH
> 
> 
> 
> Kita tidak boleh menilai dan menduga duga isi hati seseorang pak, 
> karena yg tahu hati seseorang hanyalah allah, 
> dan kita tidak perlu menghakimi sesuatu yg kita tidak tahu pasti
> kebenarannya. 
> 
> Siapa tahu orang2 FPI yg bapak bilang garang tsb pada saat malam 
merekapun
> menangis sambil mengucapkan Allahu akbar. 
> 
> Wallahu 'alam 
> 
> 
> 
> 
> 
> mej ikhwansyah <[EMAIL PROTECTED]> 
> Sent by: [email protected] 
> 
> 06/10/2008 03:39 PM 
> 
> 
> Please respond to
> [email protected]
> 
> 
> To
> 
> [email protected] 
> 
> 
> cc
> 
> 
> 
> Subject
> 
> Re: [tqn] BEREBUT ALLAH
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ah, Bapak kiai itu mengucapkannya dengan hati, dan tentunya dengan 
lemah
> lembut...
> adakah yang seperti itu diantara mereka?
> 
> 
> --- On Thu, 6/5/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
> From: triwibs <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [tqn] BEREBUT ALLAH
> To: [email protected]
> Date: Thursday, June 5, 2008, 11:35 PM
> 
> "Allahu Akbar, Allahu Akbar, kami tidak akan berhenti sampai maksiat
> di bumi Indonesia kami hancurkan!!! !! ALlahu Akbar, Allah bersama
> kita" Demikianlah di TV aku menyaksikan sosok berbaju putih dari FPI
> dengan muka dituutpi ala pasukan hamas berteriak keras dengan 
membawa
> pentungan dan mata nyalang. Pada hari berikutnya, di depan 
pengadilan,
> segerombolan orang dari massa yang sama memaki-maki seorang kyai
> dengan bengis: "Si A itu Iblis! Kafir Zindik! Laknat! Hancurkan!
> Allahu Akbar!" lalu bergemuruhlah takbir dan disertai acungan 
senjata
> pentungan dan beberapa badik dan parang.
> Allahu Akbar...
> 
> Di hari berikutnya, ribuan orang bergerombol di sebuah daerah di 
Jawa
> Timur, massa NU! Mereka berteriak Allahu Akbar, dengan poster-poster
> bernada kemarahan. Lalu dibakarlah sebuah simbol FPI, juga sambil
> berteriak Allahu Akbar!!!" Lalu di jam yg lain, segerombolan orang
> beteriak Allahu Akbar sambil mengancam siap bentrok. Allahu Akbar.
> 
> Terlalu banyak Allahu Akbar rupanya...
> ehmm.. sama-sama 'Allahu Akbar', kira2 mana yang membela Allah dan
> agama-Nya atau mana yang akan dibela Allah?
> 
> Tiba-tiba aku ingat seorang kyai yang tengah malam bersujud sambil
> berseru ALlahu AKbar dengan cucuran air mata...
> 
> Wa Allahu a'lam bi ash-shawab
> Triwibs
>

 

Kirim email ke