Apa ini maksudnya FPI lebih baik dari  orang yang berdzikir ?

 

 

Adhye K

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of
Yayat.com
Sent: Wednesday, June 11, 2008 11:04 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [tqn] BEREBUT ALLAH

 

saya juga setuju pak, FPI tidak hanya memikirkan diri/kelompoknya sendiri
tapi FPI juga mempunyai sikap yang jelas dalam ber nahyi munkar,dan yg
paling penting, dalam hal Syari'ah atau Ibadah mereka tidak membatasi ibadah
hanya pada kecintaan semata (mahabbah), atau lebih banyak mengembalikan
semua urusan agama kepada perasaan dan petunjuk syeikh mereka dalam wujud
dzikir(menyebut) semata,sehingga kehilangan keperduliannya terhadap tegaknya
Syariat Islam ini,tapi mereka benar2 berjuang demi membela agama ini.     

----- Original Message ----- 

From: Endang Sunandar <mailto:[EMAIL PROTECTED]>  

To: [email protected] 

Sent: Wednesday, June 11, 2008 10:30 AM

Subject: RE: [tqn] BEREBUT ALLAH

 

P. Cecep sangat setuju Pak, suatu pernyataan yang bijak menurut saya.

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] 
Sent: Wednesday, June 11, 2008 10:19 AM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: Re: [tqn] BEREBUT ALLAH



Kita tidak boleh menilai dan menduga duga isi hati seseorang pak, 
karena yg tahu hati seseorang hanyalah allah, 
dan kita tidak perlu menghakimi sesuatu yg kita tidak tahu pasti
kebenarannya. 

Siapa  tahu orang2 FPI yg bapak bilang garang tsb pada saat  malam merekapun
menangis sambil mengucapkan Allahu akbar. 

Wallahu 'alam 





mej ikhwansyah <[EMAIL PROTECTED]> 
Sent by: [email protected] 

06/10/2008 03:39 PM 


Please respond to
[email protected]


To

[email protected] 


cc

        

Subject

Re: [tqn] BEREBUT ALLAH

 

                






ah, Bapak kiai itu mengucapkannya dengan hati, dan tentunya dengan lemah
lembut...
adakah yang seperti itu diantara mereka?


--- On Thu, 6/5/08, triwibs <[EMAIL PROTECTED]> wrote: 
From: triwibs <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [tqn] BEREBUT ALLAH
To: [email protected]
Date: Thursday, June 5, 2008, 11:35 PM

"Allahu Akbar, Allahu Akbar, kami tidak akan berhenti sampai maksiat
di bumi Indonesia kami hancurkan!!! !! ALlahu Akbar, Allah bersama
kita" Demikianlah di TV aku menyaksikan sosok berbaju putih dari FPI
dengan muka dituutpi ala pasukan hamas berteriak keras dengan membawa
pentungan dan mata nyalang. Pada hari berikutnya, di depan pengadilan,
segerombolan orang dari massa yang sama memaki-maki seorang kyai
dengan bengis: "Si A itu Iblis! Kafir Zindik! Laknat! Hancurkan!
Allahu Akbar!" lalu bergemuruhlah takbir dan disertai acungan senjata
pentungan dan beberapa badik dan parang.
Allahu Akbar...

Di hari berikutnya, ribuan orang bergerombol di sebuah daerah di Jawa
Timur, massa NU! Mereka berteriak Allahu Akbar, dengan poster-poster
bernada kemarahan. Lalu dibakarlah sebuah simbol FPI, juga sambil
berteriak Allahu Akbar!!!" Lalu di jam yg lain, segerombolan orang
beteriak Allahu Akbar sambil mengancam siap bentrok. Allahu Akbar.

Terlalu banyak Allahu Akbar rupanya...
ehmm.. sama-sama 'Allahu Akbar', kira2 mana yang membela Allah dan
agama-Nya atau mana yang akan dibela Allah?

Tiba-tiba aku ingat seorang kyai yang tengah malam bersujud sambil
berseru ALlahu AKbar dengan cucuran air mata...

Wa Allahu a'lam bi ash-shawab
Triwibs

 

Kirim email ke