----- Original Message -----
Sent: Thursday, October 18, 2001 11:15 AM
Subject: [UNDIP] klarifikasi masalah afghanistan

kebetulan saya mendapat kiriman email mengenai masalah afghanistan...

kira-kira ada teman-teman yang bisa memberikan justifikasi untuk informasi ini?
Terimakasih atas tanggapannya


From: Prasetyo W [ mailto:[EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]> ]
Sent: Tuesday, October 09, 2001 1:02 PM
To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ;
[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> ; Prasetyo Wibowo
Subject: Kerancuan tentang Afghanistan...!

Salam utk temen2 semua,

Saya kok heran sama orang Indonesia ini. Kayaknya pada gak tau atau gak
baca
sejarah. Masalah penyerangan AS ke Taliban Afghanistan banyak
memunculkan
kerancuan.
Dan cara berpikir ini bukan cuma menjangkit orang2 biasa / kebanyakan,
tapi
juga kalangan pers, seperti yang saya lihat di MetroTV dan SCTV. Coba
deh
kita liat sejarah dulu, biar kita gak asal ngomong dan akhirnya sejarah
jadi
diputarbalikkan.

Contoh-contoh kerancuan yang muncul :
1. Taliban adalah sebuah kelompok atau suku yang asalnya berada di Arab
Saudi. Mereka sendiri keberadaannya ditolak di Arab Saudi dan mereka
mencari
tempat baru untuk eksistensi mereka. Osama bin Laden memang salah satu
tokoh
/ dedengkot Taliban dan dia adalah seorang pengusaha minyak yang kaya
raya.
Karena itu dia membiayai kelompok Taliban dan organisasi Al-Qaeda.

 
 
Taliban artinya pelajar (dalam bentuk jamak) dalam bahasa Afghan.  Sebagian
besar adalah tamatan atau pernah sekolah di madrasah-madrasah di pengungsian
di Pakistan.
Sebagian besar adalah etnik Pashtun (atau Pushtun), etnik mayoritas di
Afghanistan (bahkan nama Afghan pun berasal dari bahasa Pushtun).  Orang-orang
Arab adalah sebagian dari anggota Taliban (dan Mujahidin juga) yang datang
saat terjadi peperangan dengan Uni Soviet.  Ada info yang belum dikonfirmasi
bahwa, orang-orang Arab semakin banyak berdatangan setelah Osama
terlibat semakin intensif dalam perang pembebasan Afghanistan dari Uni Soviet,
terutama dengan kemampuan finansialnya.  Organisasi Al-Qaeda berdiri setelah
Taliban dibentuk.


2. Taliban adalah penjajah Afghanistan dan menjadi satu-satunya penjajah
Afghanistan yang berhasil merebut sejumlah besar wilayah Afghan dan
mengklaim diri sebagai penguasa daerah Afghanistan. Karena itu mereka
tidak
pernah disebut sebagai pemerintah Afghanistan, cuma disebut penguasa
Taliban.

 
 
Soal sebutan adalah masalah politik, bergantung ada di pihak mana yang yang
memberi sebutan itu.  Tapi yang jelas terlihat, pemerintah Taliban tidak goyah
selama bertahun-tahun (bandingkan dengan masa sebelum Taliban yang penuh
perpecahan), dan keterkekangan (tampaknya) masyarakat dibayar dengan
keamanan yang terkendali.


3. Pemerintah Afghanistan yang resmi dan yang diakui oleh PBB adalah
pemerintahan yang menamakan dirinya Aliansi Utara dan menjadi musuh /
oposisi Taliban. Aliansi Utara inilah orang asli Afghan yang tanahnya
direbut oleh Taliban.

Aliansi Utara adalah sebutan yang baru saja muncul, sebutan mereka dulunya
Mujahidin, mereka sebagian besar terdiri dari etnik minoritas di Afghanistan
seperti Uzbek, Hazara, Tajik dll.  Menurut sejumlah analis politik kesuksesan
Taliban adalah karena latar-belakang pendidikan mereka (walau tidak tinggi
tapi cukup signifikan) dan asal etnis mereka.  Ingat saja, selama berabad-abad
Afghanistan selalu dikendalikan oleh etnis Pushtun, dan masa kejayaan Afghanistan
(abad 15 - 17) pun dicapai saat pemerintahan dipegang kuat oleh etnis Pushtun.
Budaya Afghan pun didominasi oleh budaya Pushtun.  Saat Mujahidin berhasil
menguasai Kabul, isu etnis ini telah menjadi pemecah paling sukses.  Saat Taliban
muncul pun salah satu inti kesuksesannya adalah isu etnis, di mata rakyat
awam datangnya Taliban bagaikan suatu keharusan dan dilihat memang seharusnya
orang Pushtun yang bisa membawa kemakmuran bagi Afghanistan.  Walaupun
pasukan Mujahidin banyak juga yang beretnis Pushtun, tetapi para pemimpin Mujahidin
banyak yang bukan etnis Pushtun, contohnya panglima perang legendaris Mujahidin
Ahmad Shah Massoud, adalah orang Tajik.


4. Utk orang Islam, perlu Anda ketahui bahwa ajaran atau sistem yang
dibawa
Taliban, yg diklaim adalah menjalankan akidah Islam, sangat tidak
manusiawi
dan itu jelas bukan ajaran Islam. Misalnya, oleh Taliban perempuan gak
boleh
keluar rumah, gak boleh ada dokter wanita. Kalo ada wanita yang sakit,
dokter pria gak boleh merawat wanita yang bukan muhrimnya. Karena dokter
wanita juga gak ada, maka wanita2 itu dibiarkan sakit dan mati
perlahan-lahan. Bahkan wanita melahirkan di rumah, bukan di rumah sakit.
Hanya ada dua pilihan, perdarahan sepanjang hari atau mati seketika!
Itukah
ajaran Islam?
 

Jika memang itu yang dipraktekkan Taliban, memang jelas bertentangan total dengan
ajaran Islam.  Yang jadi masalah, bisakah kita percaya begitu saja informasi yang
datang dari media yang belum tentu memiliki pemahaman bagus tentang Islam, Afghanistan
dan Taliban dan atau tidak memiliki prasangka buruk terhadap Islam, pemerintahan Islam
atau hal-hal yang berbau penegakan syariat Islam?.  Setiap pemerintahan memiliki musuh
yang bisa dikorek habis-habisan komentar buruknya dan setiap pemerintahan yang lemah
bisa ditekan agar selalu gagal dalam setiap programnya sehingga dia bisa jadi bulan-bulanan
cacian dan makian.  Ingat media-media yang sama juga yang memberitakan pembantaian
Sabra dan Shatila  (korban tewas adalah ribuan orang sakit-sakita, pria, wanita dan anak-anak)
sebagai "peristiwa biasa" bahkan ada yang dengan keji menuduh pejuang Palestina sendiri
yang melakukannya.
 
Di sisi lain, saya juga belum memperoleh keterangan yang menyakinkan bahwa
Taliban tidak melakukan praktek-praktek keji yang anda sebutkan.


4. Menurut catatan Komisi HAM PBB, penguasa Taliban Afghanistan adalah
pelanggar HAM nomor satu di dunia dalam perlakuan terhadap perempuan.

5. Presenter SCTV dalam Liputan6 Siang tanggal 9 Oktober 2001 bilang
"Uni
Soviet pun sewaktu menyerbu Taliban mengalami kalah perang". Saya pikir
ini
sebuah kekeliruan yang serius dan mendasar. Ingat! Waktu Uni Soviet
masuk ke
Afghanistan, Taliban belon dateng! Uni Soviet kan dateng ke Afghanistan
setelah diminta bantuan oleh Presiden Afghanistan waktu itu (gue lupa
namanya) utk membantu menumpas pemberontak pendukung Raja Afghanistan
yang
digulingkan tahun 1973 dan sekarang tinggal di Roma. Tapi Uni Soviet
tergiur
dengan Afghanistan utk dijadikan negara bagiannya. Itu kejadian antara
tahun
1980 - 1983 (kalo gak salah). Jadi, ada kesalahan fakta di sini.


 

Di abad 19, sejarah Afghan adalah sejarah perjuangan untuk mempertahankan
kemerdekaan terhadap dua kekuatan besar yang sedang berekspansi yaitu Kekaisaran
Rusia dan Kerajaan Inggris (pada waktu inilah terjadi perang Anglo-Afghan yang penuh
darah dan penaklukan daerah utara oleh Abdurrahman Khan).  Pergantian Dinasti
Romanov di Rusia (1917) dan mundurnya Inggris dari India (1947) tidak mengubah
keadaan di Afghanistan, karena segera setelah itu Perang Dingin berkecamuk.
Afghanistan betul-betul terjepit, sejarah peperangan yang panjang dengan kekuatan
kekuatan raksasa benar-benar memundurkan semua sendi negara Afghanistan.
Afghanistan benar-benar butuh bantuan, dan Uni Soviet-lah yang mau menaburkan
bantuan ke Afghanistan.  Kenapa? karena Afghanistan sering bersitegang dengan
Pakistan dan India mengenai tapal batas selatan Afghanistan, dan keduanya saat itu
adalah sekutu penting Amerika Serikat.  Banyak masyarakat kelas Afghanistan atas
muncul karena bisa mengakses bantuan Soviet.
 
Di bulan April 1978, Raja Muhammad Daud dikudeta oleh kaum komunis Afghan terutama
dari partai Khalq yang dipimpin Nur Muhammad Taraki.  Kenapa terjadi kudeta?  Sebagian
karena semakin tidak populernya kerajaan, dan usaha pemberantasan komunis yang dilakukan
Daud.  Daud, adalah raja yang lemah tetapi seorang muslim yang taat.  Kepopuleran komunis
membuatnya gerah, dan ia mengundang SAVAK (dinas rahasia Shah Iran yang saat itu
sangat dekat dengan Amerika) untuk menghancurkan komunis.  Bencana terjadi setelah
Mier Akbar Khybar, seorang intelektual ulung dan pemimpin kharismatik kaum komunis dibunuh
oleh agen pemerintah.  Komunis memiliki momentum untuk menggulingkan kerajaan.
Tetapi kenyataan bahwa Daud adalah seorang muslim yang taat menjadikan negara
terpecah-belah, komunis menang tetapi tidak total.  Dimana-mana timbul perlawanan
sporadis yang dipimpin para kepala suku, ulama terkemuka, politikus terkenal dsb.
Bahkan dalam tubuh kaum komunis pun timbul huru-hara yang berujung pada tergulingnya
Taraki dan digantikan oleh Hafizullah Amin.  Moskow yang sempat bahagia dengan
suksesnya pemberontakan komunis mulai tidak suka dengan Amin karena Amin mulai
menunjukkan tanda-tanda akan keluar dari orbit Soviet.
 
Bulan Desember 1979, tentara merah secara besar-besaran membanjiri Afghanistan
dan mengeksekusi Amin dan memburu anggota Khalq.  Soviet lalu memasang pemerintahan
boneka yang sebagian di isi anggota partai komunis lain Parchami.  Sebagian anggota
Khalq akhirnya bergabung dengan milisi-milisi Islam yang kemudian terkenal dengan nama
Mujahidin.
 
[Sumber utama : M. Hassan Kakar, The Soviet Invasion and the Afghan Response, University of California Press, 1995]
 
dan berbagai sumber lainnya.

6. Kalo banyak orang Islam mau jihad ke Afghanistan, silakan aja. Tapi
perang sama siapa? AS dan sekutunya nyerbu dari udara dan laut dengan
peluru
kendali. Mereka tidak masuk ke daratan Afghanistan. Jadi, siapa yang mau
dihadapi oleh para Jihaders itu di darat? Apakah Aliansi Utara yang
selama
ini memang memerangi Taliban? Kalo memang mau jihad, kita mesti pake
pesawat
juga. Gimana tuh? Nantinya malah kita perang melawan sesama Islam
(Aliansi
Utara kan Islam juga) dan malah membela Taliban, sang penjajah
Afghanistan!!

 

Ya paling tidak mempertahankan kehormatan Islam.  Soal aliansi utara, setahu
saya mereka pun menentang jika Amerika sampai menginjakkan kaki terang-terangan
di Afghanistan, jika hanya membantu senjata dan logistik mereka masih menerima.
Bagi semua orang Afghan, bumi Afghan harus dimiliki oleh orang Afghan, bangsa asing
yang coba-coba mengurangi hak itu pasti merasakan kemurkaan orang Afghan.
Afghanistan bukannya tidak pernah dikalahkan tetapi mereka tidak pernah
ditaklukkan.  Alexander the Great dari Macedonia dan Jenghiz Khan dari Mongolia
pernah menduduki Afghanistan tetapi selamanya bangsa Afghan membenci
bangsa asing itu dan budaya Afghan tetap tidak berubah.  Keteguhan luar-biasa
pada budaya nenek-moyang ini pula yang kata sebagian analis membuat
keislaman orang Afghan pun sangat dipengaruhi tradisi dan budaya pra-Islam.
Apalagi hal ini diperparah dengan sejarah peperangan yang hampir tidak putus-
putus sehingga masalah pendidikan menjadi terbengkalai termasuk pendidikan
keislaman.
 



Yah, itu ada 6 poin yang gue nilai menjadi kesalahan / kerancuan orang2
di
sini dalam menyikapi serangan AS ke Afghanistan. Mungkin kita gak setuju
dengan penyerangan itu, tapi jangan sampai kita memutarbalikkan sejarah.
Sebenernya pengen gue angkat sebagai topik di acara gue, tapi sayangnya
gak
ada narasumber yang bisa berpikir jernih dan gak tau sejarah.
Ini bisa digugat, didebat atau disanggah. Silakan, kita buka forum aja.
Dan
kalo ada fakta lain, silakan ungkapkan. Saya dapet sebagian data-datanya
dari Majalah TEMPO. Terima kasih dan salam hangat semuanya.

Wassalam,

Prasetyo Wibowo

 
Sebaiknya cari data jangan dari satu sumber, dan jangan dari satu sudut pandang,
manusia itu penuh kesalahan, jadi mungkin saja sumber kita itu membuat kesalahan
baik sengaja atau tidak sengaja.
 

Do You Yahoo!?
Make a great connection at Yahoo! Personals.

Kirim email ke