Trimakasih atas tanggapan bung Benny. Secara umum saya setuju
dengan pendapat anda. Kebanyakan orang yang berpendapat ngawur
terhadap umat islam adalah karena misinformed atau karena terperangkap
oleh prejudice dan stereotype yang ada. Penjelasan yang simpatik
terhadap mereka biasanya akan meluruskan kesalah-pahaman yang ada.
But that's not always the case. Sampaikan ayat suci kepada orang-2
sepeti Jusfig Hajar SM atau Ogah alias Bambang Ekalaya. Seketika
ayat tersebut akan dimuntahkan kemuka anda bersama najis yang
ada dalam tubuh mereka.

Secara umum saya adalah pecinta damai dan suka membela pihak
yang lemah. Kepada orang seperti Prasetyo Wibowo sesungguhnya
bukan kebencian dan permusuhan yang bangkit dalam diri saya.
Melainkan kejengkelan seperti melihat murid yang dedel tapi
kemlinthi. Menurut saya murid seperti ini perlu diberi pelajaran
untuk punya RESPEK terhadap KEBENARAN; jangan menganggap
enteng kebenaran. Sebagai senior, tutor, dosen kadang-2 kita perlu
serius menunjukkan bagaimana kita menghargai kebenaran. Bahwa
kalau perlu kita berani mempertaruhkan kehormatan ataupun nyawa
untuk menjaga kebenaran. Sebab dari sanalah sebetulnya kita
ini mencari makan/mendapat nafkah. Demi mempertahankan
kebenaran dari dulu saya tidak sungkan-2 bahkan untuk berkelahi
secara fisik.

Salam
Eko Raharjo

Benny Ohorella wrote:

> Barangkali dia cuma tidak tahu atau punya sumber informasi
> yang keliru, walau bisa jadi juga memang sengaja memancing
> kekisruhan.  Barangkali juga, tindakan Abdul Malik Mujahid
> presdir SoundVision (http://www.soundvision.com) perlu dicontoh.
> Segera setelah tragedi WTC terjadi, dia pernah menerima email
> cacian dari seseorang yang didalamnya berisi juga penghinaan
> terhadap Islam.  Mujahid membalas email tersebut dengan
> nada biasa, membantah semua yang disampaikan berdasarkan ayat
> Al Qur'an yang dia ketahui dan logika yang tepat.  Nyatanya, si penghina
> itu membalas lagi sambil meminta maaf dan berterimakasih atas balasan yang
> tidak terduga itu.  Dia menyatakan bahwa dia mengetahui Islam, Arab dan
> segala yang berhubungan dengannya cuma berasal dari obrolan antar teman
> dan gosip. Dia bilang dia sangat marah karena peristiwa teror itu sangat
> menyakitkan hatinya sebagai orang Amerika tetapi juga kemungkinan
> dia akan kehilangan atau paling tidak berpisah lama dengan salah seorang
> saudara laki-lakinya yang anggota militer (krn adanya aksi militer AS ke
> Afghanistan).  Walaupun ada juga email makian yang semakin menjadi walau
> dibalas baik-baik.  Tetapi paling tidak kewajiban "sampaikanlah walau
> satu ayat" dan "menyampaikan dengan hikmah" sudah dilaksanakan.
>
> Salam,
> Benny
>
> Sebuah peringatan dari CAIR (Council on American-Islamic Relations)
> dalam AMERICAN MUSLIM NEWS BRIEFS - 10/18/2001 mungkin berguna :
>
> -----
>
> A NOTE ABOUT RESPONDING TO HOSTILE COMMENTARIES:
>
> Please resist the temptation to respond emotionally to hostile or
> Islamophobic commentaries. Often, the authors of these commentaries will
> pick one or two angry e-mails out of the dozens of reasonable messages they
> receive to say "see what Muslims are like." DON'T GIVE THEM THAT
> OPPORTUNITY.
>
> -----
>
> ----- Original Message -----
> From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, October 19, 2001 1:08 AM
> Subject: Re: [UNDIP] klarifikasi masalah afghanistan
>
> >
> > Setback diskusi di mailing list adalah banyak orang yang suka
> > berpendapat secara ngawur seperti contoh dibawah ini. Sudah
> > begitu malahan menuduh orang lain yang bertindak ngawur
> > memutar balik sejarah. Mbok bung Hery yang fwd  ngecek
> > dulu. Wong mengenai arti kata taliban dan identifikasi suku&
> > kebangsaan taliban kan sesuatu yang sudah definite tidak perlu
> > dilempar keforum untuk mendapatkan justifikasi. Kecuali kalau
> > bung Hery memang bermaksud supaya member di Undip list
> > menyempatkan diri untuk misuhi ybs. Kalau begitu saya setuju.
> >
> > Kepada Prasetyo Wibowo penulis surat dibawah ini, kamu
> > adalah Dedel, Guoblog, shit head! Biang Panu!, Biang Anthrax!
> > Ngacau, mencampur adukkan antara Taliban, Bin Laden dan
> > Al-Qeada.
> >
> > Tolong bung Herry fwd kan ke yang bersangkutan sebab andalah
> > yang menforwardkan kesini. Nama saya Eko Wargonyo Raharjo
> > kalau ybs tidak terima dan mau ngajak gelut saya akan senang
> > menyambutnya.
> >
> > Eko Raharjo
> > Calgary
> >
>
> --------------------------
> Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
> to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 104
> DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id


--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 107
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke