Barangkali dia cuma tidak tahu atau punya sumber informasi
yang keliru, walau bisa jadi juga memang sengaja memancing
kekisruhan.  Barangkali juga, tindakan Abdul Malik Mujahid
presdir SoundVision (http://www.soundvision.com) perlu dicontoh.
Segera setelah tragedi WTC terjadi, dia pernah menerima email
cacian dari seseorang yang didalamnya berisi juga penghinaan
terhadap Islam.  Mujahid membalas email tersebut dengan
nada biasa, membantah semua yang disampaikan berdasarkan ayat
Al Qur'an yang dia ketahui dan logika yang tepat.  Nyatanya, si penghina
itu membalas lagi sambil meminta maaf dan berterimakasih atas balasan yang
tidak terduga itu.  Dia menyatakan bahwa dia mengetahui Islam, Arab dan
segala yang berhubungan dengannya cuma berasal dari obrolan antar teman
dan gosip. Dia bilang dia sangat marah karena peristiwa teror itu sangat
menyakitkan hatinya sebagai orang Amerika tetapi juga kemungkinan
dia akan kehilangan atau paling tidak berpisah lama dengan salah seorang
saudara laki-lakinya yang anggota militer (krn adanya aksi militer AS ke
Afghanistan).  Walaupun ada juga email makian yang semakin menjadi walau
dibalas baik-baik.  Tetapi paling tidak kewajiban "sampaikanlah walau
satu ayat" dan "menyampaikan dengan hikmah" sudah dilaksanakan.

Salam,
Benny


Sebuah peringatan dari CAIR (Council on American-Islamic Relations)
dalam AMERICAN MUSLIM NEWS BRIEFS - 10/18/2001 mungkin berguna :

-----

A NOTE ABOUT RESPONDING TO HOSTILE COMMENTARIES:

Please resist the temptation to respond emotionally to hostile or
Islamophobic commentaries. Often, the authors of these commentaries will
pick one or two angry e-mails out of the dozens of reasonable messages they
receive to say "see what Muslims are like." DON'T GIVE THEM THAT
OPPORTUNITY.

-----





----- Original Message -----
From: Eko Raharjo <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, October 19, 2001 1:08 AM
Subject: Re: [UNDIP] klarifikasi masalah afghanistan


>
> Setback diskusi di mailing list adalah banyak orang yang suka
> berpendapat secara ngawur seperti contoh dibawah ini. Sudah
> begitu malahan menuduh orang lain yang bertindak ngawur
> memutar balik sejarah. Mbok bung Hery yang fwd  ngecek
> dulu. Wong mengenai arti kata taliban dan identifikasi suku&
> kebangsaan taliban kan sesuatu yang sudah definite tidak perlu
> dilempar keforum untuk mendapatkan justifikasi. Kecuali kalau
> bung Hery memang bermaksud supaya member di Undip list
> menyempatkan diri untuk misuhi ybs. Kalau begitu saya setuju.
>
> Kepada Prasetyo Wibowo penulis surat dibawah ini, kamu
> adalah Dedel, Guoblog, shit head! Biang Panu!, Biang Anthrax!
> Ngacau, mencampur adukkan antara Taliban, Bin Laden dan
> Al-Qeada.
>
> Tolong bung Herry fwd kan ke yang bersangkutan sebab andalah
> yang menforwardkan kesini. Nama saya Eko Wargonyo Raharjo
> kalau ybs tidak terima dan mau ngajak gelut saya akan senang
> menyambutnya.
>
> Eko Raharjo
> Calgary
>




--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 104
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke