Rochim Hadisantosa wrote:
Karena saya sebagai muslim pun, saya malu dengan tulisan semacam itu
apalagi pada tempat yg kurang pas. Saya sebagai rekan memohonkan
pemaafan buat Eko kepada rekan lain yg tidak berkenan. Sayang 
rasanya bila milis pemersatu ini sempat ternodai hal sedemikian
*********************************

Eko Raharjo:
Saya tidak mengenal Rochim ataupun Hadisantosa. Ia pun tidak
mengenal saya, apa lagi berteman. Lagak Rochim yang seolah-
olah memiliki saya dan memintakan maaf atas nama saya merupakan
suatu display dari orang dengan kapasitas berpikir tidak lebih
dari onta. Betapa lucunya bahwa ia memakai status Muslimnya
untuk mendasari sikap dan pemikirannya seolah-olah kalau
seorang sudah Muslim maka jaminan ia akan benar belaka :).
Mengertikah dia bahwa mayoritas dari pelaku KKN di Indonesia
mulai dari Suharto sampai ke eselon tingkat rendah adalah
Muslim. Mereka yang memperkosa dan menyiksa TKW di Arab juga
Muslim!. You're Muslim and so what! what's that supposed to mean
to me, mister!! :)  
 
Saya tidak membedakan antara Kristen, Muslim, aliran kepercayaan
atau siapapun, karena issue ini mengenai issue kemanusiaan yang
universal. Pedophile menurut standar hukum manapun adalah
kriminal. Atas nama kemanusiaan pelakunya harus diadili siapapun
dia! Sedangkan korbannya apakah itu umat Kristen, Islam atau PKI
perlu mendapat simpati, pembelaan, dan terlebih keadilan.
Disamping itu yang tidak kalah pentingnya adalah menyampaikan
informasi kepada pihak masyarakat yang potential menjadi korban
seperti masyarakat Indonesia. Sekali lagi issue pedophile,
sex abuse cover-up dalam Gereja adalah sesuatu hal yang riil
(bukan aksi propaganda). Saat ini ada kurang lebih seratus
klerik (pastor) Katolik sudah dan sedang dituntut di pengadilan,
di USA saja! Disana terdapat ribuan orang yang pada masa
kanak-kanak nya menjadi korban sex abuse dari klerik Katolik.
Banyak pula yang sudah pada bunuh diri karena tidak tahan
menanggung penderitaan yang sangat. Sementara itu karena
mendapat perlindungan dari Gereja, pastor katolik pelaku
kriminal tersebut tetap hidup dengan sejahtera bahkan bisa
naik jenjang kariernya sampai Uskup. 

Persis sikap seperti yang ditunjukkan oleh orang ini, yang
tidak perduli mengenai benar dan salah tetapi yang penting
orang mau 'ngemong' perasaan wirang (malu), bertanggung jawab
langsung dalam membentuk situasi yang amat menguntungkan para
pelaku kriminal. Mentalitas seperti ini yang menyebabkan
mengapa penindasan, penyelewengan, abuse dalam suatu negara,
masyarakat, institusi dst bisa sedemikian langgeng, sampai
memakan korban yang tak terkira. Pikiran seperti yang ditunjukkan
oleh orang ini mengarah kepenyesatan bahwa seolah-olah kalau ada
orang yang mengupas penyelewengan di pihak komunitas Kristen maka
berarti mengadukan Muslim dengan Kristen. Betapa parah kompleks
rendah diri yang diderita oleh orang ini! Muslim dengan mentalitas
seperti ini tidak akan membawa komunitas Muslim menuju kearah
masyarakat yang DECENT champion keadilan, pembela yang lemah,
seperti diteladankan oleh nabi Muhammad saw, melainkan kearah
picisan, trivial atau bahkan kearah kemunafikan. Arah dari pikiran
orang ini dengan mudah dapat diraba yakni membawa masyarakat muslim
ke arah "dirty deal". Dengan menunjukkan jasa kepada pihak katolik
seperti mencegah dikupasnya penyelewengan yang ada, maka diharapkan
nanti kalau ada pihak Muslim (misdalnya dia sendiri atau rekan-
rekannya) melakukan penyelewengan maka dia berharap jasanya
akan dibalas pihak Katolik akan menjaga nama baiknya (hidup nama
baik, hidup kemungkaran, hidup kemunafikan). What a pathethic
soul you are!! 

Eko Raharjo 



Rochim Hadisantosa wrote: 

Assalaamu'alaikum, Salam Sejahtera
Saya agak terganggu dengan diskusi lontaran Eko Raharjo ini.
Seharusnya Eko cukup sensitif bahwa milis Undip ini mempunyai
anggota berlatar belakang agama. Bila ada tulisan menyinggung
kelompok agama lain, terlepas tersebut benar atau tidak,
seharusnya Eko cukup mengerti dan bijaksana untuk menghentikan
diskusi tsb, terlepas dr pendapat Eko sendiri yg memandang hal
tsb tidak bersangkutan langsung dengan keagamaan. Apalagi sudah
cukup banyak member lain yg mengeluhkan Eko ini.
Ada banyak milis lain yg lebih sesuai untuk itu rasanya. Kalau
lontaran anda tidak laku dan tidak disukai, mohon ya jangan
dipaksakan untuk menyodorkannya untuk dibaca dan diterima
member lain. Kasarnya, jangan kirim email serupa lagi kemilis ini.
Karena saya sebagai muslim pun, saya malu dengan tulisan semacam
itu apalagi pada tempat yg kurang pas. 
Saya sebagai rekan memohonkan pemaafan buat Eko kepada rekan
lain yg tidak berkenan. Sayang rasanya bila milis pemersatu ini
sempat ternodai hal sedemikian. Untuk diskusi semacam itu Eko
bisa mengundang member yg mau saja untuk diskusi tertutup lewat
jalur pribadi, atau milis pribadi, atau milis yg semua membernya 
memperkenankan itu. Mohon maaf kalau ada yg kurang berkenan.
salam
rochim

--------------------------
Milis Archive: http://messages.to/archives or http://messages.to/archives2
to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. Number: 553
DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList               http://www.undip.ac.id

Kirim email ke