Kalau di US, justru pendidikan diperhatikan. Bila GPA-nya bagus, dapat beasiswa. Bila GPAnya pas-pasan, bukan berarti putus sekolah, tetapi dipermudah menerima kredit mahasiswa. Dibayar setelah mendapat pekerjaan dengan bunga rendah. Kredit uang kuliah ini juga memperingan pajak. Memperingan pajak.... ini bukti kepedulian pemerintah thd pendidikan. Opsi lain dg ikut wajib militer. Para engineers kolega saya, jangan disangka mereka tak punya cicilan kredit mahasiswa. Para dokter ahli income-nya banyak, cicilan kreditnya juga banyak. Ipar saya seorang profesor antropologi masih nyicil kreditnya juga. Seorang kawan dikirim ke Iraq krn ia mengambil wajib militer demi sekolahnya. Jadi tak ada alasan utk tidak sekolah karena tak ada uang. Yang saya heran, banyak orang Indonesia yg mengirim anaknya bersekolah di US yg biayanya bisa 3-4x biaya US citizen. Mereka ini lebih berduit drpd orang amerika kebanyakan, sementara orang Indonesia yg tidak bisa menyelesaikan pendidikan dasar juga banyak.
Novi Leigh Kansas City
From: [EMAIL PROTECTED] Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
Hi,...semuanya.. Wah, sudah mulai rame juga milist di undip ini,..yang biasanya adem-adem aja. ternyata alumnus undip banyak juga yang di LN,..tapi ngomong-ngomong di LN-nya ini banyak yang sedang study atau bisnis, nih??
Sementara ini, saya tinggal di johor, malaysia...
_________________________________________________________________
Watch high-quality video with fast playback at MSN Video. Free! http://click.atdmt.com/AVE/go/onm00200365ave/direct/01/
-------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1356 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
