Jadi jangan salahkan demokrasinya. Demokrasi artinya setiap orang diberi hak
> yg sama utk memberikan pendapat.  Bukan seseorang memaksakan pendapatnya thd
> orang lain. Bila ada demokrasi tentu tak kan ada makar.
>
> Amerika sebagai contoh negara kegagalan demokrasi dg membunuh jutaan orang
> (pemboman di Iraq maksudnya?) saya rasa TIDAK TEPAT!  Let me tell you one
> thing... america has the best democracy in the world (dasarnya the first
> ammendment yg sudah harga mati!), tetapi kebijakan politik luar negerinya
> tak perlu ditiru. Tolong bedakan ini: demokrasi & kebijakan politik luar
> negeri. Mengenai perang Iraq, itu juga hasil demokrasi, hasil suara.
> Kebetulan saja yg menang adalah pihak (partai) yg menginginkan perang.   
 
JADI APAKAH DEMOKRASI BISA MENJADI DASAR PEMBENARAN PENYERANGAN KE IRAK?
 
KARENA YANG MENANG SUARANYA  ADALAH YANG MENGINGINKAN PERANG ???
 
DAN INIKAH YANG DISEBUT DENGAN KEADILAN ? (Maaf, saya kira bukan rahasia umum ini sebuah ketidak adilan)
 
Inilah yang saya maksud DEMOKRASI mempnyai standart ganda dalam masalah pembenaran.

> Tetapi pihak yg tidak setuju perangpun diberi hak utk memberikan suaranya
> atau berdemo. Saya yg bukan US citizen & ikut berdemo anti perang di pinggir
> jalanpun tetap diberi keleluasaan. Saya tidak perlu memaki-maki yg pro
> perang, tapi saya kemukakan pendapat saya secara elegan. Saya berani
> mengatakan bahwa orang amerika lebih mengerti aturan berdemokrasi, sedangkan
> bangsa kita perlu belajar lagi.  Contohnya demo anti perang terjadi di sisi
> kanan jalan raya, demo yg pro perang ada di sisi kiri jalan raya... itu
> terjadi di US,
 
 Mau tahu contoh di Indonesia?
 
Lihat Demonstrasi Sejuta Umat yang dilakukan oleh orang indonesia yang mempunyai Pandangan Bahwa Islam adalah pandangan hidupnya (yang kebetulan diwakili oleh PKS dan Hisbut Tahrir), berjalan dengan Baik dan lancar.
 
Ini Adalah cerminan dari Umat Islam yang sesungguhnya.
 
Jadi nggak perlu Demokrasi yang digembar gemborkan sebagai jalan menuju Perbaikan.
 
Sebenarnya itu adalah strategi USA untuk memperkokoh Kekuasaannya di Negeri2 Islam.
 
 
tetapi bukan berarti terus saling hantam satu sama lain walau
> berhadap-hadapan. Boleh kita tidak setuju dg suatu pihak, tapi biarlah pihak
> lain mengemukakan pendapatnya. Itu hakikat demokrasi!  Dan saya merasakan
> betul arti demokrasi di amerika. Bukan saya pemuja Paman Sam, tetapi saya
> tinggal di sini bertahun-tahun & demokrasi sudah menjadi bagian hidup saya
> sehari-hari.
 

>
> Novi Leigh
> Kansas City

Kirim email ke