waduh pak jg gitu donk, liat aja faktanya pak, kemren tuh pas bayar spp, rektorat didatangi banyak orang tua mhs yg nangis2 minta keringanan dan perpanjangan waktu, ini beneran lho. Lha staff yg ngurusi aja ikut2an mbrebes mili kok.Mungkin 500 rb tuh ringan bagi yg mampu, tp yang pas2 an waduhhhh abot tenan. Jadi inget cerita ibu saya, dulu pas th 64 masuk undip Sospol, gratis lho, tanpa SPP, setelah Orde Baru malah kuliah jadi bayar mahal
----- Original Message ----- From: "Ibnu Widiyanto" <[EMAIL PROTECTED]> To: "Agus B Raharjo" <[EMAIL PROTECTED]>; "undip" <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 11, 2004 11:01 AM Subject: RE: [UNDIP] Kampus FE UNDIP > podo kreatif ternyata.... > > kalau sudah terbiasa SPP nya mahal, nanti kan SPP 150 juta nggak terasa mahal. > > Bagi saya yang benar adalah SPP Universitas harusnya mahal sehingga yang punya > sponsor saja (keuangannya mapan) yang bisa maksud universitas. Bagi yang nggak > mampu bisa mengajukan bursary. > > Yang sering terjadi kan mahasiswanya protes mbayar sekolahnya mahal, padahal > orang tuanya nggak keberatan. Yang lebih tragis lagi, mintanya duit untuk > mbayar SPP ke orang tuanya di markup. Sisanya untuk nonton sama doi. Kalau > begini opo ora lheb....temenan... > > > CU > > IW > -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1671 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
