He...he..he... akhirnya ngomong juga.... Saya tertarik dengan penutup tulisannya mbak Mei ini...
>===== Original Message From mei===== .... >So menurut saya lebih baik kita akhiri saja diskusi ttg kepercayaan mana >yang paling baik. bahkan saya rasa meskipun anda sekalian memiliki agama >yang sama anda masing2 memiliki pandangan yang berbeda terhadap sesuatu >hal. Kalo tidak begitu pasti di indonesia ini akan damai nggak ada gontok2an. .... ========= IW: Makanya tergantung niat kita berdiskusi. Untuk menjelekkan atau untuk sharing pengetahuan. Saya lebih menghargai orang yang menunjukkan keimanan dengan mengutip/ merujuk sesuatu (seperti kitab suci atau apalah) sesuai dengan apa yang diyakini. Begitu ybs mengutip sesuatu dari kitab suci (atau sumber pengetahuan) orang lain, yah kutiplah sesuai dengan standar pengetahuan kitab suci orang lain tersebut. Namun, saya nggak keberatan kok di mailing list ini ada email yang provokatif vulgar. Bagi sementara kalangan memang itu membuat gerah. Tapi biarlah diskusi dalam mailing list ini kan tingkatannya cuman wacana. Sekalian saja dikenalkan. Karenanya, saya nggak keberatan dengan tulisannya bung Samuel Joko. Cara bung Samuel Joko mengutip Al Qur'an dengan gayanya, bagi saya justru menunjukkan bahwa ada sementara kalangan yang ternyata tidak mendalami interpretasi Al Quran secara benar (entah disengaja atau tidak). Cara ini khas seperti yang dilakukan Yusuf Henuk. Jangan-jangan referensinya mas Samuel Joko ini Yusuf Henuk. Kalau ya, salam saja deh buat Yusuf Henuk. Namun, saya merasa kehilangan dengan tulisannya mas Eko van Calgary yang kadang-kadang "nylekit, enak dibaca dan perlu" itu. Itu saja deh. CU IW -------------------------------------------------------------------------- Milis Archive: http://archive.undip.ac.id - Forum: http://forum.undip.ac.id to unsubscribe, mailto:[EMAIL PROTECTED] - Seq. #1836 DIPONEGORO UNIVERSITY MailingList http://www.undip.ac.id
