RATU ADIL

Kinkin Mirajul Muttaqien

 

Dalam keadaan serba tak menentu karena suatu masalah, setiap diri kita biasanya membutuhkan seseorang atau sesuatu yang bisa menyelamamatkan kondisi dan keadaan yang semakin memburuk. Itu terjadi sangat alamiah dan sudah menjadi sunnatullah. Hal ini tentunya tidak hanya terjadi pada seorang individu, tapi juga bisa terjadi pada suatu perkumpulan, organisasi, kelompok, bahkan lebih jauh lagi pada suatu bangsa.

 

Dalam sejarah peradaban bangsa Arab, kita kenal adanya berbagai suku yang hidup pada masa jahiliyah. Kondisi yang ada saat itu bagaikan sebuah dunia hitam dan gelap tanpa adanya tuntunan hidup. Keadaan ini semakin hari semakin parah sehingga masyarakat Arab saat itu sangat mendambakan datangnya sang Ratu Adil atau juru selamat. Bahkan dari kalangan kaum Yahudi kita mengenal yang namanya faham Mesianisme, suatu faham yang mempercayai akan datangnya juru selamat dari kaum Yahudi yang dikenal sebagai Messiah dalam bahasa mereka saat itu. Tidak hanya dari kaum Yahudi masing-masing suku yakin bahwa juru selamat akan dating dari suku mereka.

 

Kondisi serba tak menentu seperti di atas, di mana pun bisa saja terjadi tak terkecuali di Indonesia kita. Indonesia kita saat ini sedang dalam kondisi serba tak menentu karena dililit masalah. Masalah datang silih berganti semakin hari semakin menumpuk, akhirya hokum terbelenggu dan tak mampu menyelesaikan masalah.

 

Dalam kondisi seperti itu, kita dihadapkan pada sebuah kondisi yang sangat dilematis. Maju kena mundur kena, pergantian pimpimnan senantiasa dicurigai tidak mampu menyelesaikan masalah. Pergantian kepemimpinan pasca Soeharto, sepertinya tak lepas dari goyangan, ibarat perahu baru berlayar sudah diterjang ombak yang begitu besar sehingga tidak bisa bertahan lama dan hanyut tenggelam di telan ombak, sampai akhirnya ibu Mega menduduki singgasana.

 

Masa pemerintahan Mega berjalan bukan tanpa kritik dan goyangan, akan tetapi bersyukur Mega bisa menjabat sampai saat ini. Saat-saat yang sangat menentukan bagi beliau untuk membuktikan diri apakah rakyat masih bisa mempercayai kepemimpinan-nya. Dan ini akan dibuktikan dalam pemilu capres-cawapres 5 juli mendatang.

 

Mendekati masa pemilihan capres-cawapres ini lah, kembali kita dihadapkan pada sebuah perebutan. 5 calon yang sudah siap manggung saat ini kita perhatikan, mereka berkampanye dan menyatakan diri sebagai calon yang bersih. Mereka seolah ingin menjadi Ratu Adil yang hendak menyelamatkan bangsa dari lilitan masalah. Masing-masing menyodorkan janji ini dan itu, tapi semua belum lah selesai. Semua itu akan tetap menjadi janji yang senantiasa terlontar dari mulut-mulut halus mereka. Kita semua berharap, bahwa janji-janji mereka bukan hanya permainan kata yang bisa membuat bangsa ini gak bisa keluar dari masalah.

 

Dan kita semua berharap bahwa putaran roda lima tahunan ini akan menjadi momentum yang sangat baik untuk melakukan sebuah loncatan dan perubahan. Atau malah sebaliknya putaran roda lima tahunan kali ini akan tetap meninggalkan bekas-bekas janji yang menyakitkan. Janji yang hanya membuat rakyat terjerat dalam utopia berkepanjangan. Khayalan dan impian rakyat untuk mendambakan kemakmuran, keadilan, kesejahteraan dan tentunya kelayakan hidup sebagai warga Negara.

 

Selamat datang Ratu Adil�

Selamat tinggal kesemerawutan�

Selamat berjuang menuju tahta kepemimpinan �

 

Wallahu�alam

 

rantau nan gersang: Korea, 5 Juni 2004 (9:00 PM)

[EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED]

[EMAIL PROTECTED]

 

  


Do you Yahoo!?
Friends. Fun. Try the all-new Yahoo! Messenger

Komunitas UrangSunda --> http://www.UrangSunda.or.id



Yahoo! Groups Sponsor
ADVERTISEMENT
click here


Yahoo! Groups Links

Kirim email ke