Rabu, 19 Januari 2005

Rp 2,3 M untuk Biaya Makan dan Minum Pemkot Bogor 

Sumber  : Republikas Online

BOGOR---Paradigma pemborosan dalam menggunakan 
anggaran pendapatan belanja
derah nampaknya masih dipegang teguh oleh Pemerintah Kota 
Bogor. Setidaknya
hal ini terungkap pada pos-pos belanja RAPBD 2005, yang 
memakan dana
anggaran dengan jumlah fantastis.

Angka-angka fantastis itu terutama ditemukan pada pos-pos 
belanja di
Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bogor. DPRD menilai angka itu 
terlalu besar
sehingga perlu dikurangi bahkan dihilangkan sama sekali. 

Pos anggaran yang paling menyolok adalah biaya makanan dan 
minuman untuk
tamu, yaitu sebesar Rp 2,3 miliar. Menurut Wakil Ketua Komisi 
A, Yusuf
Dadri, jika jumlah itu dibagi 12, berarti anggaran biaya 
makananan dan
minuman untuk para tamu sebesar 191,6 juta lebih per bulan. 
''Kalau tamunya
100 orang dalam sebulan, maka setiap orangnya akan 
mendapat jatah makan dan
minum sebesar Rp 1,916 juta. Makanan seperti apa yang 
menghabiskan dana
sebegitu besar?,''ujar Yusuf, kemarin (18/1).

Pemborosan anggaran, kata dia, juga tercermin dalam biaya 
pakaian dinas wali
kota dan wakilnya, yang dianggarkan sebesar Rp 125 juta. Ini 
berarti kedua
pejabat tersebut menerima Rp 62,5 juta untuk pakaian dinas 
mereka.
''Anggaran ini terlalu besar dan tidak mencerminkan 
kesederhanaan,'' tandas
anggota dewan dari Fraksi Keadilan Sejahtera itu.

Di lain pihak, anggaran untuk bantuan beasiswa bagi pelajar 
berprestasi
tidak dimasukkan dalam RAPBD 2005. ''Apakah tidak sebaiknya, 
biaya perjamuan
dan pakaian dinas yang terlampau besar itu dialihkan untuk 
beasiswa bagi
para pelajar berprestasi, terutama bagi mereka yang tidak 
mampu?''

Yusuf menyarankan, pos belanja Setda, seperti biaya 
pengembangan SDM, yaitu
anggaran untuk bantuan dan kursus keterampilan, sebesar Rp 
3,484 miliar,
dihilangkan. Karena, menurutnya, program tersebut sudah ada 
di Badan Litbang
Diklat. Selain itu, pihaknya juga mempertanyakan tentang biaya 
penunjang
peningkatan kinerja setda, sekitar Rp 7,048 miliar. 

Angka itu dinilai terlalu besar, mengingat jumlah pejabat eselon 
di
lingkungan Pemkot hanya 52 orang, ditambah 242 pegawai 
ber-NIP dan 172
tenaga kontrak. Fraksi Keadilan Sejahtera menilai, penetapan 
anggaran
tersebut tidak jelas. ''Dalam RAPBD tidak disebutkan 
programnya berbentuk
apa, bagaimana operasionalisasinya, sasarannya siapa, dan 
berapa orang,
serta besarannya berapa. Semua tidak jelas,'' ujar Yusuf. 

Biaya penunjang peningkatan kinerja pemda, lanjut Yusuf, 
harusnya
dihilangkan dari pos Setda. Anggaran sebesar Rp 5,232 miliar, 
harusnya
dimasukkan ke masing-masing dinas, badan, dan lembaga. 
Sehingga jelas
peruntukkannya. Menurut Yusuf, fraksinya mengusulkan 
peninjauan ulang dana
belanja modal tanah yang dianggarkan dalam pos belanja 
Setda, sebesar Rp 45
miliar. Beberapa lahan yang diajukan untuk pembebasan, 
seharusnya ditunda
atau dihilangkan. ''Ada lahan yang sudah milik pemkot tapi tetap 
diajukan
untuk pembebasan lahan, ini kan tidak benar.'' 

Mangkir
Hingga kemarin, lanjut Yusuf, pihaknya belum mendapat 
jawaban dari Sekdakot
Dody Rosadi, atas temuan-temuan tersebut. Dia menyesalkan, 
ketidakhadiran
sekdakot dalam rapat kerja dengan Komisi A. ''Dua kali, sekda 
dipanggil
untuk menghadiri rapat kerja, tapi tidak pernah datang,'' ungkap 
Yusuf. Dia
mengatakan ketidakhadiran sekdakot itu tidak diberitahukan 
secara tertulis. 

Teguh Rihananto, sekretaris Komisi C DPRD setempat 
menyatakan, dalam rapat
komisi, pihaknya menemukan ada peningkatan pendapatan dari 
beberapa pos
retribusi dan pajak. Menurutnya, setelah rapat kerja dengan 
Disperindagkop,
Dispenda, dan Kantor Pelayanan Pajak, Pemkot Bogor dapat 
meningkatkan
Pendapatan Asli Daerah sampai Rp 7 miliar. ''Selain 
penambahan PAD dari
retribusi dan pajak, kami juga menemukan bahwa pendapatan 
dapat ditingkatkan
melalui pemasukan dana dari PDAM,'' ujarnya. Dia 
menambahkan, pada APBD
tahun ini, PDAM ditargetkan menyetor uang Rp 2,416 miliar ke 
kas daerah. 
(c21 ) 









------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give the gift of life to a sick child. 
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke