Hatur nuhun teh Imas, salam kenal kembali. Salam, WAG
--- salma imas <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > abdi kantos ngaos seratan eta kang.. sedih...tapi > teu walakaya.. > > mun teu leupat mah satiap daerah aranjeuna sok > ngadamel anu namina "GOA MARIA" seueur pisan... > > abdi jadi emut nuju di sukabumi..namina daerah ci > kembar, salah sahiji gereje nyiarkeun agamana ku > cara masihan bantosan ka warga anu > mariskin...(harita mah abdi masih sakola di asrama > keneh) ngadangu wartos eta teh.. > > kuliah punteun abdi ngabantun di sekolah kristen, > .tapi da muhun kang ku abdi di tarosteh..saurna > salah satu penyebaran agama. > > ari ras emut ka dinya..sedih we anu aya..bumi gubug > (punteun ari agamana kristen) > > > > salam kenal kang akhmad Gunawan > > > imas > > Akhmad Gunawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Ieu oge aya wartos anu sanada mangga araos. > > Salam baktos, > WAG > > (dikeureut heula) > > =============================== > Melacak Kristenisasi di Kaki Gunung Salak > Di balik keindahan Wisata Gunung Salak Endah > terdapat > sebongkah misi Komunitas Immaculatta. Mereka ingin > menata bukit menjadi Taman Wisata Goa Maria. SABILI > menelusurinya. > > Setelah menempuh perjalanan panjang, SABILI akhirnya > berhasil juga sampai ke Wisata Gunung Salak Endah, > Bogor. Sepanjang jalan banyak ditemui masjid dan > mushalla, bahkan menurut Ikhwan Murod, penduduk asli > Pamijahan, �Saking relijiusnya Pamijahan, setiap > desa > di Kecamatan Pamijahan pasti ada pesantrennya.� > > Selama perjalanan, SABILI ditemani seorang guide > dari > penduduk setempat. Jalan berliku, tanjakan yang > curam > dan turunan yang terjal, adalah hidangan pembuka > dalam > �misi� kali ini. Tapi itu semua tidak terasa, begitu > memasuki kaki Gunung Salak Endah. Kita akan disuguhi > pemandangan yang sangat memesona. Sebuah pemandangan > alam terbuka dimana bila kita tengok ke bawah akan > dibuat takjub dan berdetak kagum melihat > perkampungan > penduduk dari ketinggian dua ribu meter. > > Suasana tadi terasa berubah ketika memasuki pintu > gerbang Kawasan Wisata Gunung Salak Endah. > Sepertinya > masyarakat menyembunyikan sesuatu di atas sana. > Benar > saja, ketika sampai di bawah bukit tempat Goa Maria > akan dibangun, SABILI coba menyapa seorang ibu > penduduk asli Desa Ciparay dengan bahasa Sunda. > Awalnya si ibu menjawab, �Abdi mah teu terang Goa > Maria,� tetapi ketika obrolan dibuat cair, baru Ibu > itu mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak setuju > dengan > pembangunan Goa Maria. Begitu juga dengan tukang > ojek, > ketika ditanya tentang Goa Maria, ia mengatakan, > �Abdi > mah teu memperhatikeun.� > > SABILI juga melihat beberapa orang yang dikatakan > preman oleh penduduk setempat berseliweran > memperhatikan SABILI yang saat itu sedang mengambil > gambar bukit yang akan dijadikan tempat > bersemayamnya > Bunda Maria. Jadi, jika sudah berdiri patung Bunda > Maria yang terbesar itu, dari seberang bukit akan > kelihatan dengan jelas. Mengamati situasi dan > kondisi > yang kurang mendukung dimana hari sudah menjelang > senja, SABILI memutuskan untuk kembali esok hari. > > Keesokannya, dengan persiapan yang memadai, ditemani > seorang tokoh masyarakat Desa Ciparay, SABILI > berangkat ke lokasi untuk mengabadikan tempat > tersebut. Saat menapaki jalan berbatu, SABILI > bertemu > dengan pekerja pembangunan Goa Maria. Terlihat beban > yang sangat berat, empat buah batu besar dipikulnya. > Saat ditanya soal upah yang diterima, pekerja > tersebut > menjawab sebesar 25.000 rupiah sehari. Walau > pekerjaannya hanya mengangkut batu dari bawah ke > atas > bukit, tapi terselip golok di pinggangnya. Untuk > apa? > > Para pekerja, sebagian besar penduduk setempat, > selebihnya dari daerah lain. Rata-rata pendidikannya > hanya sampai bangku SD. Itulah yang menyebabkan > mereka > rela bekerja di tempat itu, selain juga himpitan > ekonomi. Mereka beranggapan bahwa apa yang > dilakukannya halal karena untuk mencari rezeki, > walaupun sebenarnya mereka tidak setuju dengan > pembangunan tersebut. �Habis, susah cari kerja > daripada nganggur, lebih baik jadi kuli,� kata > seorang > pekerja yang sudah memiliki anak sembilan, tetapi > kesembilannya tidak ada yang tamat sampai SMP. > > Dengan susah payah, SABILI akhirnya sampai ke atas > bukit, tempat akan dibangunnya taman wisata Goa > Maria. > Karena lewat belakang, bukan jalur semestinya, > mereka > terlihat kaget, tak menyangka ada orang bisa tembus > sampai ke atas bukit. SABILI memberanikan diri > menanyakan Abi (FX Maumars Rahail-Ketua Pembangunan > Goa Maria) yang ternyata adalah istri Abi. Umi, > panggilan istri Abi, mempersilakan SABILI untuk > menemui Abi yang sedang duduk di bawah altar, tempat > Patung Bunda Maria yang terbesar akan diletakkan. > > �Selamat datang, saya cinta kebenaran, silakan.� > Itulah sapaan ramah Abi kepada SABILI. Wajar saja > bila > Abi mudah berinteraksi dengan warga di sini. Selain > ramah, akrab dan bersahaja, Abi juga terkenal dapat > mengobati berbagai penyakit. Tapi ini semua bukan > jaminan bisa diterima oleh masyarakat. Buktinya, > menurut Didin Setiawan, �Abi pernah membuat kasus di > Gunung Menyan tahun 2001. Usut punya usut, ternyata > Abi menyebarkan selebaran menyesatkan dengan kedok > panti asuhan.� Akhirnya, Abi diusir dengan tidak > hormat dari kampung halamannya. Selain itu Abi putus > hubungan darah dengan keluarganya karena murtad. > > Alhamdulillah, wawancara berlangsung dengan lancar, > walaupun sang istri sering memperingati Abi agar > hati-hati terhadap wartawan. �Abi, kalau wartawan > tidak tanya jangan banyak cerita, jangan > terpancing,� > kata Umi yang berasal dari Ambon itu. Setelah itu, > SABILI berpamitan dan pulang melalui jalur > sebenarnya. > > Ketika turun menapaki tangga, terlihat altar di > sudut > kiri dan kanan yang disiapkan untuk menyimpan patung > Bunda Maria. Kurang lebih ada lima belokan zig zag > yang jika ditelusuri akan menuju pusat dari altar > terbesar, tempat patung bunda maria paling besar > itu. > > Abi mengatakan bahwa H Udin itu provokator. Oleh > karena itu setelah wawancara dengan Abi di Bukit, > SABILI langsung berkunjung ke tempat H Udin. Dari > keterangan H Udin terungkap bahwa tokoh masyarakat > ini > merasa tertipu oleh Abi. Ceritanya ia pernah > didatangi > anak buah Maumars (Abi), meminta sikap terhadap > pembangunan Goa Maria. > > Ketua BPD ini bingung karena sudah secara resmi > membuat surat penolakan pembangunan tersebut. Dengan > alasan ingin meminta langsung secara pribadi dari H > Udin, akhirnya ia membuat surat secara tertulis atas > nama pribadi menolak pembangunan Goa Maria. Ternyata > ini hanya pancingan, justru surat tersebut dibalas > dengan balasan yang berisi gugatan ganti rugi > materil > dan mempertanyakan peraturan undang-undang mana yang > melarang bangunan dilanjutkan. > > Selanjutnya SABILI berkunjung ke tokoh mayarakat > lainnya, yaitu KH Khotib Sarbini. Ia adalah tokoh > sesepuh Desa Gunung Sari. Dengan tegas ia menolak > pembangunan Goa Maria karena bertentangan dengan > peraturan agama dan pemerintah. �Ini meresahkan > warga, > karena di sini mayoritas Muslim. > > Tanpa istirahat sedikit pun, SABILI melanjutkan > kunjungan ke ketua MUI Pamijahan KH Drs Tatang > Haetami, M.Ag. Ketua STAI Aulia ini bertutur, �Kami > === message truncated === ________________________________________________________________________ Yahoo! Messenger - Communicate instantly..."Ping" your friends today! Download Messenger Now http://uk.messenger.yahoo.com/download/index.html ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today! http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

