Satuju kang Supriyadi.  Saur dokter Boyke, sareng dokter Wimpie nu ahli
seksiologi tea, hubungan suami istri anu sehat (hartosna pan ngaluarkeun
sperma) minimal opat (4) kali saminggu. Manfaatna: kahiji, sehat kana awak.
Kadua, sehat kana hubungan/harmonisasi kaluarga.

Eta mung frekwensi wae, kumaha mun sadinten tiasa sabaraha ronde, dua ronde
minimal (hehehe), dikalikan opat dinten jadi 8 kali.......hehehe punten ah






----- Original Message -----
From: "durahman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Thursday, September 08, 2005 2:30 PM
Subject: Re: [Urang Sunda] Kualitas sperma


> supriyadi endang wrote:
>
> >ah... saur saha iyeu teh, saur abdi upami kaluar
> >sperma sehari 1 kali ( tiap dinten ) eta langkung sae
> >eta jalmi tiasa awet ngora.
> >
> >
> Enyaan etateh, kang. Bisa dipertanggungjawabkeun henteu teorina. Dan
> numutkeun buku TAO OF SEX mah henteu kitu. Mangga geura baca artikel
> diteoh ieu;
>
> "Pengiritan" mani memang menjadi inti dalam seni di atas ranjang a la
> tao. Namun, banyak yang salah paham tentang hal ini, dan menganggap tao
> tak memperbolehkan pria orgasme. Padahal, orgasme adalah pengalaman
> psikis, dan ejakulasi adalah pengalaman badani. Keduanya bisa datang
> bersamaan, juga bisa tidak, orgasme tanpa ejakulasi.
>
> Kesalahpahaman ini jugalah yang dialami Kaisar Kuning, yang ingin
> berhenti bersanggama dalam rangka pengiritan mani. Tapi, Gadis Sederhana
> Su Nu Ching, menjelaskan duduk soalnya. "Sebagai manusia, kita tak boleh
> melakukan sesuatu yang diatur alam. Menghentikan berhubungan intim
> adalah melawan kehendak alam. Jika yin dan yang tidak mengadakan kontak,
> keduanya tak dapat saling menyelaraskan dan melengkapi. Kita bernapas
> untuk menukar udara yang kotor dan menggantinya dengan yang segar. Jika
> tongkat giok (penis) tidak aktif, maka akan mengalami atrofi, penyusutan
> salah satu organ atau jaringan sel. Itulah sebabnya, gerbang permata
> (vagina) harus selalu dikunjungi, dilatih secara konsisten. Jika seorang
> pria dapat selalu mengendalikan ejakulasi, ia dapat memperoleh manfaat
> besar untuk kesehatannya."
>
> Tapi, adakah kenikmatan seksual tanpa ejakulasi? Barangkali itulah yang
> ada di kepala Anda, yang juga menjadi kerisauan Kaisar Kuning, ketika
> akan mempraktekkan hal ini. Tapi, pertanyaan itu terjawab oleh penasihat
> kaisar, Peng-Tze yang ditanyakan Gadis pelangi, sebagaimana tersurat
> dalam Secrets of the Jade Bedroom: "Tak ada kenikmatan yang terganggu.
> *Setelah ejakulasi, seorang pria akan merasa lelah, telinganya
> berdengung, mata mengantuk, dan ingin segera tidur. Ia juga merasa haus.
> lemas dan kaku. Ejakulasi memang memberikan kenikmatan ataqpi cuma
> sesaat, selanjutnya diikuti penderitaan yang berkepanjangan. Ini
> kenikmatan yang artidisial, sementara*. _Tetapi, jika seorang pria mau
> mengatur ejakulasinya seminim mungkin dan menahan maninya, maka tubuhnya
> akan menjadi kuat dan pikirannya tak bercecababg, jernih. Dengan
> sesekali menghindari diri dari sensasi nikmat sesaat ejakulasi, cinta si
> pria terhadap pasangannya akan bertambahy besar, ia seakan tidak akan
> pernah cukup memasuki "gerbang permata". Bukankah ini akan menjadi
> kenikmatan seks yang tak ada taranya?"
>
> _Masih ragu? Baik. Sebagai perbandingan, pakar seks David Rauben dalam
> bukunya Everything You Ever Wanted to Know about Sex mengatakan seorang
> pria, setelah ejakulasi kedua, otomatis tak akan bisa lagi mengadakan
> hubungan seksual, dan butuh waktu yang panjang. Ini karena energi yang
> telah habis. Sementara wanita tidak demikian. Nah, pria yang tak
> berejakulasi, akan dapat melakukan terus hubungan itu, semau dia suka,
> dua atau tiga, bukan masalah. "Api yang teta panas meski telah
> mendidihkan air dua kali."
>
> Bercinta menurut tao, bukan pada romantika semata, tapi teknik yang
> benar. Bukan seperti bermain bola, hanya mencari kemenangan, tapi harus
> tetap memperagakan teknik yang hebat dengan mengikuti aturan bermain.
> Tao menjelaskan ini dengan istilah "strategi di tempat tidur". Sebuah
> novel erotis di zaman Dinasti Ming, Player Mat of the Flesh karya Lee Yu
> menjelaskan: "Dalam hal seks, yang menjadi daya tarik utama pria
> bukankah gunung dan lembah wanita tapi keingintahuan tentang ukuran dan
> daya letus dan tahan tongkat giok. Siapa yang akan menang dan kalah di
> tempat tidur tak ubahnya seperti di medan perang, mengetahui kekuatan
> sendiri sama pentignnya dengan meneropong
> kekuatan musuh."
>
> Nah, banyak pria yang merasa, hanya butuh waktu lima menit untuk
> menaklukkan "gerbang permata". Padahal, ternyata, sebelum waktu itu,
> tongkat giaoknya sudah memuntahkan lahar, dan energinya terbuang sia-
> sia, karena "api" tak dapat memanaskah air. Untuk itu, tao mengajarjan
> teknik pengiritan mani, yang secara sederhana akan kami jelaskan lagi,
> bagaimana mempraktekkan "kontak tanpa kebocoran". Tunggu lagi, ya? (CN02)
>
>
>
>
>
> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/0EHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke