|
Apaan, sih maksud Subsidi, teh??
Tiga ratus rebu (300.000) perak
sabulan.
Supaya efeketif dan menghasilkan bagusnya
digimanain, ya??
Kalo diinvestasikan dengan profit 30% per bulan.
Berarti akhir bulan dapet sabaraha?
yap... 390.000 (tilu ratus salapan puluh rebu). Eta
oge mun teu dicoceng (baca: di kompas ama panitia atau seperti Ketua
RW di Tangerang).
Coba DPD PK Sejahtera Kabupaten Tangerang buat tim
penyelidikan untuk menuntut secara hukum. Tuman kalo dibiarin..!! Ini buat
pembelajaran ama yang lain yang coba-coba mainin duit rakyat. Secara hukum pihak masyarakat udah ada harapan menang, tuh.
Bukankah bukti tertulis bukan satu-satunya alat untuk menuntut? Kesaksian korban
juga bisa dijadikan alat. Apalagi ini korbannya lebih dari 2 orang. Biar si Ketua RW ngerasain sahur di Penjara.
Kalo nggak salah PK Sejahtera itu punya departemen
hukumnya. Daya gunain, dong..!! Tong ukur jadi papaes doang...!!
Mangga ieu yeuh beritana:
Dana Kompensasi BBM Dipotong Ketua RW
http://www.mediaindo.co.id/ *Penulis: Nerma Ginting* *TANGERANG--MIOL:* Penyaluran dana bantuan langsung tunai atau kompensasi BBM di Tangerang, tidak utuh. Sejumlah warga RW.013, Kampung Buaran Betung, Kecamatan Tangerang, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang mengaku hanya menerima Rp250.000 dari seharusnya Rp300.000. Mereka menceritakan, Ketua RT/RW memotong Rp50.000 sebagai uang transport saat mengambil dana itu di kantor pos Tangerang, Rabu (5/10). Menurut salah seorang warga RT.06/013 berinisial SD, 36, mereka telah diberitahu jauh hari sebelum berangkat bersama-sama ke kantor pos naik mobil carteran. Untuk itu, mereka juga diberitahu untuk membayar uang transportasi dan administrasi Rp50.000. "Jauh hari kami memang diberitahu untuk bersama-sama ke kantor pos dan membayar Rp50.000. Kami diminta berkumpul di rumah Pak RW, lalu dengan mobil angkutan yang dicarter kami berangkat ke kantor pos. Setiba kembali dari kantor pos, kami diminta membayar ongkos dan uang administrasi Rp50.000. Tapi kami nggak ngerti administrasi apa dan tidak ada tanda bukti. Yang pasti untuk berikutnya, kami boleh mengambil sendiri uang kompensasi berikutnya dan tidak ada potongan," ujar SD, 36, bapak beranak tiga yang ketiga anaknya putus sekolah ini. Pengakuan SD itu dibenarkan oleh SL, 20, dan beberapa warga lain yang mengalami hal serupa dengan SD. Meski mengaku bingung, mereka tidak berani menolak saat uang mereka dipotong oleh RT. Padahal mereka mengaku berani kalau harus pergi sendiri ke kantor pos. Mereka terpaksa mengikuti rombongan RW karena mengaku diancam tidak akan menerima dana kompensasi BBM lagi bila tidak memberi. "Dibilangnya memang uang suka rela jadi nggak ada tanda bukti. Tapi kalau seiklasnya kok dipatokin lima puluh ribu, kami juga tidak ngerti. Kami nggak berani nolak karena katanya kami tidak akan didaftarkan lagi untuk menerima dana bantuan. Kami pun ikhlas saja, apalagi, uang itu katanya hanya dibayar sekali saja karena untuk selanjutnya kami boleh mengambil sendiri ke kantor pos tanpa ada potongan lagi," ujar SD saat dijumpai dirumahnya, Rabu. Saat dikonfirmasi Maktub, Ketua RW. 013 mengaku tidak memaksa warganya untuk memberi Rp50.000. Ia hanya meminta uang sukarela sebagai ongkos angkutan yang dicarter untuk membawa sekitar 80 penduduk. "Karena banyak penduduk yang mengaku tidak tahu letak kantor pos. Maka, kami berinisiatif mengantar mereka, apalagi banyak warga yang sudah jompo. Kalau diantar naik ojek kan repot, jadi kami menyewa 6 angkot untuk membawa 80 warga. Untuk membayar uang carteran itu kan perlu biaya, karena itu kami meminta dana sukarela dan mereka juga nggak mengeluh kok." *Kantor pos terdekat* Sementara itu, suasana di kantor pos Tangerang, Rabu terlihat ramai oleh warga yang ingin mengambil dana kompensasi BBM. Meski pihak kantor pos telah menyiapkan sebelas kantor pos cabang dan dua kecamatan untuk mengantisipasi lonjakan, warga tetap tidak tahu kalau bisa mengambil di dekat rumah mereka. Banyak yang jauh-jauh datang ke kantor pos tangerang. Menurut Ida Royani, salah seorang petugas kantor pos Tangerang, ada 22.000warga Kota Tangerang yang tercatat menerima dana. Mereka bisa mengambilnya di 11 cabang kantor pos dan dua kantor kecamatan mulai 5 Oktober 2005 sampai 13 Oktober 2005. Untuk 158.982 warga Kabupaten Tangerang yang tercatat menerima dana baru bisa mengambilnya pada 11-15 Oktober.(NG/OL-02) Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
SPONSORED LINKS
YAHOO! GROUPS LINKS
|
- [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi Om TEDDY
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi Akhmad Gunawan
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi kumincir
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi kamurer
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi - ... Akhmad Gunawan
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi iva wanti
- Re: [Urang Sunda] Hitung-Hitung Subsidi Akhmad Gunawan

