Baraya, Mangga di tingal berita ti Kompas online dinten ieu yen Modal janten Gubernur peryogi dana 50 Miliar.
Baktos RN Modal Jadi Gubernur Rp50 Miliar KOTA, WARTA KOTA--Anda tak usah bermimpi jadi Gubernur DKI Jakarta bila tak punya uang miliaran rupiah. Untuk dapat dicalonkan oleh sebuah partai politik (parpol) saja minimal harus memiliki modal awal Rp 2 miliar. "Mas kawin ke parpol itu rinciannya untuk DPP Rp 1 miliar dan DPW/DPD Rp 1 miliar. Ini angka minimal. Bisa di atas itu," ujar Direktur Eksekutif Jakarta For Indonesia Foundation Syarif, Jumat (14/7). Dalam hitungannya, dana lain yang dibutuhkan dalam angka minimal adalah Rp 2,4 miliar untuk honor 24.000 saksi yang akan ditempatkan di tempat pemungutan suara (TPS) atau setiap saksi Rp 100.000. Biaya pelatihan saksi Rp 2,4 miliar. Sehingga total Rp 4,8 miliar. Dengan demikian, dana awal yang dibutuhkan sekitar Rp 7 miliar. Ini belum termasuk biaya kampanye atau sosialisasi awal. Juga untuk membuka posko atau membangun jaringan serta pembentukan opini publik. "Jadi, total yang dibutuhkan untuk maju menjadi Gubernur Jakarta minimal Rp 50 miliar," ujar Syarif. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk mengontrol sumber keuangan para calon, terutama yang berlatar belakang pejabat/mantan pejabat dan bukan seorang pengusaha. Dalam hitungannya, seorang pegawai negeri sipil yang bekerja 30 tahun bila tidak korupsi maka maksimal hanya mempunyai tabungan Rp 3 miliar atau Rp 100 juta per tahun. Berdasarkan data yang Syarif ketahui, kekayaan Sarwono Kusumaatmadja saat dilaporkan ke KPU DKI sekitar Rp 3 miliar, Agum Gumelar di bawah Rp 16 miliar, dan Fauzi Bowo di bawah Rp 12 miliar. "Mereka harus mencari modal tambahan. Karena itu, kita harus mengawasi siapa yang memberi dana itu," ujar anggota KPU Jakarta Pusat ini. Sebelumnya, Rabu (12/7), mantan Menteri Dalam Negeri yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta Surjadi Soedirdja, mengingatkan bahwa pada era reformasi ini, yang terjadi justru bukan demokratisasi melainkan tampilnya gejala elitisme. "Elite tak mengurusi rakyat. Rakyat hanya dibutuhkan waktu kampanye. Sesudah itu dilupakan," katanya dalam sebuah diskusi membahas kriteria Gubernur DKI. Surjadi mengingatkan bahwa ketika seseorang memutuskan maju sebagai calon gubernur atau wakil gubernur, maka harus siap menghadapi kompleksitas permasalahan di Jakarta. Untuk itu, dia mengimbau parpol agar bersikap transparan dalam pencalonan dan benar-benar meninggalkan politik uang. Akan tetapi, Surjadi melihat belum banyak parpol yang melakukan pendidikan demokrasi dengan baik menjelang pilkada. Bahkan, di suatu provinsi yang bertetangga dengan DKI tidak ada parpol yang mencalonkan seseorang. "Mereka menunggu dilamar. Saya dengar banyak lamaran masuk. Tapi katanya yang terjadi siapa punya uang paling banyak yang berpeluang. Ini berbahaya!" tegasnya. Dalam diksusi tersebut, sempat mengemuka bahwa kecenderungan politik uang masih akan berlangsung. Bahkan seorang calon yang tidak memilik uang dalam jumlah puluhan miliar tidak akan memiliki peluang. (Wip/Pro) Sumber: Warta Kota ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> Check out the new improvements in Yahoo! Groups email. http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/0EHolB/TM --------------------------------------------------------------------~-> Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

