ieu kenging kiriman ti rerencangan kuring.

baktos,

mrachmatrawyani

Hermawan Kartajaya :
 Ekonomi Islam itu Adil dan Indah

 Guru marketing Hermawan Kartajaya sudah beberapa lama
bergaul dengan
 praktisi keuangan syariah. Ia mulai fasih mengatakan
ajaran Islam
 sebagai rahmatan lil alamin. Beragama Katolik,
Hermawan malah berniat
ikut
 dalam mengembangkan nilai marketing Islami. Berikut
petikan wawancara
sesaat setelah peluncuran buku Sharia Marketing di
Jakarta pekan lalu.

 Sebetulnya apa beda marketing syariah dan
konvensional?

 Dalam dunia marketing itu ada istilah kelirumologi.
Itu lho  sembilan
prinsip yang disalah artikan. Misalnya marketing
diartikan untuk
membujuk 
orang
 belanja sebanyak-banyaknya. Atau marketing yang yang
pada akhirnya
 membuat kemasan sebaik-baiknya padahal produknya
tidak bagus. Atau
membujuk
 dengan segala cara agar orang mau bergabung dan
belanja. Itu salah 
satu
 kelirumologi ( merujuk istilah yang dipopulerkan Jaya
Suprana).
 Marketing syariah itu mengajarkan orang untuk jujur
pada konsumen atau
orang lailn.
 Nilai syariah mencegah orang (marketer) terperosok
pada
 kelirumologi itu tadi. Ada nilai-nilai yang harus
dijunjung oleh
seorang 
pemasar.
 Apalagi jika ia Muslim.

 Apakah nilai marketing syariah bisa diterapkan umat
lain?

 Lha ya nilai Islam itu universal. Rahmatan lil
alamin. Begitu kan
 istilahnya. Nabi Muhammad itu menyebarkan ajaran
Islam pasti bukan
 hanya untuk umat Islam saja. Jadi tidak apa-apa jika
nilai marketing
 syariah ini inisiatif orang Islam supaya bisa
menginspirasikan orang
lain.
 Makin banyak non-Muslim yang ikut menerapkan nilai
ini, makin bagus.
Saya ikut mengendorse marketing syariah. Soal jujur
itu kan universal.
Jadi
 marketing syariah harus diketahui orang lain dalam
rangka rahmatan lil
alamin itu.

 Apa nilai inti marketing syariah?

 Integrity atau tak boleh bohong. Transparansi. Orang
kan tak boleh
bohong.
 Jadi orang membeli karena butuh dan sesuai dengan
keinginan dan
kebutuhan,
bukan karena diskonnya. Itu jika konsep marketing
dijalankan secara
benar.

 Bagaiman muasal perkembangan nilai spiritual dalam
marketing

 Sejalan dengan perkembangan dunia. Setelah September
attack, orang
 melihat IQ dan EQ saja tidak cukup. Harus ada SQ,
spiritual quotient.
Orang 
melihat
 Apakah nilai marketing syariah ini akan bertahan?

 Ya pasti sustain. Karena prinsip dasarnya kejujuran.
Ini yang
 dibutuhkan semua orang. Apalagi setelah kasus seperti
Enron, Worldcom
dan
lainnya.
 Orang melihat bisnis itu harus jujur.

 Lalu di mana peran ilmu marketing dalam konsep
syariah

 Syariah mengendorse marketing dan marketing
mengendorse syariah. Ilmu
 marketing menyumbangkan profesionalitas dalam
syariah. Karena jika
 orang marketing tidak profesional, orang tetap tidak
percaya. Lihat
saja
 bagaimana investor Timur Tengah belum mau investasi
di Indonesia, 
meski
 negara ini populasinya mayoritas Muslim. Karena
mereka tidak yakin
dengan
 profesionalitas kita. Jadi, jujur saja tidak cukup.

 Bukankan nilai kejujuran dan transparansi itu
diajarkan semua agama

 Ya. Memang semua agama mengajarkan nilai itu. Tapi
jangan lupa
 bahwa islam itu rahmatan lil alamin. Jadi, ada titik
singgung. 
Bukankah
lebih baik mencari yang serupa dari pada memperkarakan
yang berbeda.
Jika
 begitu hidup kita damai. Menurut saya, tak mengapa
kita sebut 
marketing
syariah.
 Karena mayoritas populasi di Indonesia itu Muslim.
Jadi nilai syariah
yang
 kita kedepankan. Kita mulai di sini, di Indonesia.
Ada bagusnya jika
yang
 mengendorse itu orang Islam, bukan yang lain.

 Setelah nilai spiritual konsep apa lagi yang akan
mengemuka dalam
dunia
bisnis?

 Millenium. Orang mencari keseimbangan. Maksudnya
orang berbisnis
 itu harus menjaga kelangsungan alam, tidak merusak
lingkungan.
Berbisnis
juga ditujukan untuk menolong manusia yang miskin dan
bukan 
menghasilkan
 keuntungan untuk segelintir orang saja. Nilai-nilai
ini ke depan akan
 mengemuka. Sekarang pertemuan para praktisi marketing
mulai
 mengarah ke sana.

 Setelah mengenal Islam, apa pendapat Anda tentang
nilai yang diajarkan

 Islam agama yang universal dan komprehensif.
Guidance-nya lengkap. Ada
 petunjuk untuk seorang pedagang, kepala negara,
seorang anak, panglima
 perang dan semuanya. Ada diatur secara lengkap. Di
atas semua itu saya
 melihat Islam itu ajaran yang damai dan indah. Ajaran
Islam bisa
dipakai
 semua orang. Itu kesan saya dan mengapa saya mau
mempelajari nilai
 Islam untuk dikembangkan dalam konsep marketing. Saya
sekarang menjadi
 aktivis lingkungan dan nilai-nilai. (Republika / tid
)

 Assalamu'alaikum Wr. Wb.
 Mohon maaf jika sudah pernah mendapatkan, suatu
kajian unik dari
 Hermawan Kertajaya master of marketing tentang Islam.
Semoga beliau
diberi
 hidayah setelah dapat mengupas dengan indah.


 THE 10 CREDOS OF COMPASSIONATE MARKETING
 oleh : Hermawan Kartajaya

 "CAN YOU PRACTICE WHAT YOU PREACH, AND WOULD YOU TURN
THE OTHER
 CHEEK ?
 WHERE IS THE LOVE, BLACK EYED PEAS"

 Saya merasa terhormat ketika diundang untuk
berceramah bersama
 dengan KH Abdullah Gymnastiar. Bagi saya, Aa Gym
adalah asset 
nasional.
Dan
 kalau kalau orang di seluruh dunia tahu, sebetulnya
Aa Gym sudah
 merupakan asset dunia.

 Karena itu ketika saya mendapat undangan untuk
mengisi ceramah
 bersama AaGym, saya langsung membentuk tim di
MarkPlus&Co yang terdiri
dari
 teman - teman Muslim. Saya minta mereka mempelajari
buku - buku Aa 
Gym,
 berkonsultasi dengan pakar bisnis Islam, dan
mempelajari kitab suci
untuk
 memperkaya konsep yang sedang saya kembangkan.

 Inilah konsep Compassionate Marketing yang pertama
kali saya share
 bersama Aa Gym di Bandung beberapa waktu yang lalu.

 Saya melihat, dengan berkembangnya IT yang semakin
meningkat,
 informasi semakin banyak, ternyata orang menjadi
semakin bingung. 
Tidak
 seperti yang dulu diharapkan, kalau informasi semakin
banyak, kita
semakin
pasti.
 Akibatnya, sekarang orang lebih membutuhkan
spiritualitas dari pada
dulu.

 Dalam pikiran saya ada tiga era perkembangan
spiritual.

 Era pertama ketika orang melakukan polaris, antara
spiritual itu
 sendiri dan bisnis. Saya masih ingat ada salah satu
bos yang tidak
perlu
saya sebutkan namanya. Dia adalah salah satu bos besar
dalam bisnis di
Indonesia.
 Bos ini mengatakan pada saya "Hermawan, kalau kamu
mau berbisnis 
jangan
 berpikir soal agama. Bisnismu itu di kiri, agama itu
di kanan. Kalau
kamu
mau mendalami agama, pelajarilah betul - betul,
jadilah kiai, jadilah 
pendeta,
 jadilah biarawan."

 Inilah yang saya sebut sebagai era pertama ketika
orang benar- benar
 memisahkan antara urusan spiritual dengan urusan
bisnis.

 Kemudian muncul era kedua, yang dimulai ketika
keadaan makin tidak
 menentu. Ketika lanskap bisnis semakin berubah terus,
tidak stabil,
orang
mulai bingung, orang mulai melakukan yang namanya
balancing. Mereka
 berbisnis dengan cara dunia, mereka tidak segan -
segan meminta -
minta,
 berkolusi ataupun melakukan tindakan - tindakan yang
tidak etis. Tidak
malu - malu, karena pada umumnya semua pebisnis
melakukan hal seperti
itu.
 Bahkan kalau pebisnis tidak melakukan hal seperti
itu, mereka dianggap
bukan pebisnis.

 Namun ada sejumlah pebisnis yang menyumbangkan
sebagian hasil
 binisnya yang dilakukan secara kurang etis tersebut
untuk kepentingan
spiritual.
 Jadi semacam Robin Hood. Di era tersebut orang akan
berpikir, saya
 binisnya boleh menyuap, boleh menerima hasil korupsi
asal uangnya
disumbangkan lagi untuk kegiatan - kegiatan
kemanusian, social dan 
keagamaan.

 Saya melihatnya era ini sudah berlalu. kita mesti
masuk pada era
 ketiga, bukan lagi era balancing tetapi masuk pada
era integration.
Menurut
 pendapat saya sekarang sudah tiba saatnya, bahwa kita
harus melakukan
100%
 bisnis, 100% spiritual.

 Jadi tidak perlu lagi ada polarisasi : kalau saya
berbisnis, tidak
perlu
 spiritualitas, kalau saya mandalami spiritualitas,
tidak boleh lagi
 berbisnis. Atau dengan cara kedua, balancing, saya
berbisnis dengan
 cara yang tidak spiritual. Boleh korupsi asal
hasilnya saya sumbangkan
 untuk kegiatan spiritual.

 Menurut saya, sekarang the ultimate stage adalah
stage ketiga. Kita
 bisa melakukan 100% bisnis dan spiritual sekaligus.
Dan kalau kita
 persempit dalam dunia marketing, orang akan bertanya
- Tanya, apa bisa
kita
 menjalankan 100% marketing 100% spiritual?

 Keraguan ini muncul karena banyak orang salah
mengerti, yang
 dimaksud dengan marketing hanyalah selling. Dan
kebanyakan salesman
adalah
orang yang omong besar dan manis. Yang dijanjikan
seperti ini, tapi 
yang
diserahkan bukan itu. Hal ini membuat banyak orang
salah mengerti.
Marketing
 diidentikkan dengan selling. Sedangkan selling itu
diidentikkan dengan
cheating. Ini yang keliru!

 Kalau kita telusuri lebih mendalam akar - akar
marketing yang
 sebenarnya, saya menemukan sepuluh hal yang saya
piker sama sekali
tidak
boleh dipertentangkan, bahkan tidak boleh
diseimbangkan, tetapi harus
 diintegrasikan dengan nilai - nilai spiritual. Dari
telusuran saya
 bersam tim, ternyata di dalam Kitab Suci dan Hadist
banyak sekali
 ditemukan nilai - nilai spiritual dalam bisnis.
Perkenankanlah saya
untuk
 mengutarakan konsep "The 10 Credos of Compassionate
Marketing" berikut
ini
satu per satu, mudah - mudahan ada inspirasi untukkita
semua.

 PRINSIP # 1 LOVE YOUR CUSTOMER, RESPECT YOUR
COMPETITOR

 Cintailah pelanggan Anda, dan hormatlah pada
competitor Anda. Tim saya
 menemukan ada disuatu hadist: "Allah tidak akan
berbelas kasih pada
 seseorang bila ia tidak mengasihi sesamanya," Hadist
riwayat
 Bukhari, dan Thabrani. Dan tim saya juga menemukan
suatu quotation,
"Dan
 janganlah sekali - sekali kebencianmu terhadap kamu
untuk berlaku 
tidak
adil," Al Qur'an surat Al Maidah : 8

 Aa Gym sudah jelas mengatakan, mengapa harus takut
bersaing?
 Bersaing itu bagus. Kalau tidak ada lawannya kita
selalu menjadi 
juara,
tapi apa artinya juara? Bagi orang marketing kita
harus melihat hal -
hal 
sebagai
 berikut :

 Pertama, competitor akan memperbesar pasar, sebab
tanpa competitor
 industri tidak akan berkembang. Sebagai contoh, orang
yang menjual
martabak
 di suatu tempat, kalu tidak ada orang yang menjual
martabak di sebelah
-
 sebelahnya, maka pasar permartabakan mungkin tidak
akan besar. Jadi
your
 competitor will increase your market.

 Kedua, competitor Anda sebetulnya perlu dibenchmark,
mana yang
 bagus dan mana yang jelek. Yang bagus harus ditiru,
namanya
benchmarking.
Dalam istilah manajemen, mempelajari competitor itu
tidak ada yang
salah,
 malah dianjurkan.

 Ketiga, kalau Anda tahu competitor Anda melakukan
strategi,
 barangkali belum tentu Anda harus meniru dia. Ada
yang perlu ditiru,
tapi
justru ada yang harus dilakukan diferensiasi, yakni
dengan menciptakan
hal 
yang
 berbeda dengan apa yang telah dimiliki oleh
competitor.

 PRINSIP # 2 BE SENSITIVE TO CHANGE AND BE READY TO
TRANSFORM

 Dunia tidak akan selamanya seperti ini. Lanskap
bisnis akan terus
 berubah.
 Kompetisi yang semakin sengit tidak mungkin dihindari
lagi.
 Globalisasi dan teknologi akan membuat pelanggan
semakin pintar. Kalau
kita
tidak sensitive dan tidak cepat - cepat mengubah diri,
maka kita akan
habis. 
Tim
saya menemukan, "Sesungguhnya Allah tidak mengubah
keadaan suatu kaum
 sehingga mereka akan mengubah keadaan yang ada pada
mereka sendiri," 
Al
 Qur'an Surat Ar - Ra'd : 11.

 Dan saya ingat cerita yang indah Nabi Nuh yang
dibisiki Tuhan bahwa
 akan ada banjir besar, tapi Nabi adalah orang yang
sensitif. Lalu Nabi
Nuh
 membuat kapal. Kita bukan Nabi, tidak munngkin Tuhan
itu dengan 
gampang
 membisiki kita kalau kita tidak sangat dekat dengan
Tuhan. Karena itu
kita
harus mendekatkan diri pada Tuhan secara terus menerus
mengasah
sensitifitas
 terhadap perubahan, sehingga kita lebih siap
menghadapi persaingan.

 PRINSIP # 3 GUARD YOUR NAME, BE CLEAR WHO YOU ARE

 Aa Gym sebelumnya telah mengatakan dengan jelas
tentang pentingnya
 menjaga nama baik. Menajdi koruptor termasuk orang
yang tidak bisa
menjaga
 nama baik. padahal di dalam marketing diajarkan,
"brand name is every
thing".
 Seringkali orang membeli barang yang brand name
bagus, walaupun secara
 kualitas, barang tersebut sama dengan yang lain.
Guard your name be
clear 
of who your are.

 Tim saya melihat, menyelidiki, dan memaparkan kepada
saya bahwa
 sebelum diangkat menjadi rasul, profesi Nabi adalah
berdagang yang dia
 lakukan sejak usia 12 tahun. Dalam berdagang Nabi
dikenal jujur
sehingga
mendapat julukan Al Amien. Mister Clean, Mister
Trusty. Jadi dengan
demikian 
Nabi
 Muhammad sudah memberikan contoh, bahwa positioning
dan 
diferensiasinya
berbeda disbanding dengan pedagang - pedagang lain.

 PRINSIP # 4 CUSTOMER ARE DIFFERS, GO FIRST TO WHOM
REALLY NEED YOU

 Sebetulnya ini adalah prinsip segmentation. Anda
tidak perlu pergi
 ke semua orang yang businessman, tetapi pergilah ke
orang yang betul -
betul membutuhkan Anda. Tim saya menemukan ayat : "Hai
manusia
 sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki
- laki dan
perempuan,
dan menjadikan kamu berbangsa - bangsa dan bersuku -
suku, supaya 
saling

kenal
mengenal," Al-Qur'an Surat Al Hujuraat : 13

 Jadi kita berbisnis harus menetukan siapa target
pasar kita. Be honest
kalau Anda tidak bisa melayani suatu segmen karena
Anda tidak mampu,
jangan
masuk ke situ. Layanilah orang - orang yang betul -
betul menjadi
 priority target market Anda.

 PRINSIP # 5 ALWAYS OFFER GOOD PACKAGE AT A FAIR PRICE

 Dalam prinsip ini, kita tidak boleh menjual barang
jelek dengan  harga
yang
 tinggi, Sekali lagi tim saya menemukan kata - kata
yang sangat  bagus
sekali, "Tidak dihalalkan bagi seorang muslim menjual
barang yang 
cacat,

kecuali
ia memberitahukannya," Hadist Riwayat Ibnu Majah dan
IbnuHanbal.

 Saya juga membaca sendiri cerita di mana Nabi
Muhammad menemukan
 ada seorang pedagang menjual jagung basah yang
ditaruh tersembunyi.
Nabi
menyuruh pedagang itu menaruh jagung tersebut di luar
supaya orang tahu 
kalau
jagung itu basah.

 Dan karena itu saya pikir, marketing yang benar
adalah marketing
 yang fair, di mana harga dan produk harus sesuai.
Kalau kita menipu
orang
dengan memberikan produk yang jelek lama - lama akan
ketahuan dan
akhirnya
 kita akan ditinggalkan orang. Nabi sudah mengajarkan
itu sejak dulu
ketika
beliau masih menjadi seorang pedagang.

 PRINSINP # 6 ALWAYS MAKE YOURSELF AVAILABLE, AND
SPREAD THE GOOD NEWS

 Pada dasarnya, marketing harus menyebarkan kabar
gembira, tapi   kabar
gembira yang baik. Tim saya menemukan suatu kata -
kata yang bagus,
"Ketika
Rasulullah mengutus sahabatnya untuk menyelesaikan
suatu urusan,
beliau
akan bersabda, sampaikanlah kabar gembira dan
janganlah menakut -
 nakuti, serta permudahlah jangan mempersulit," Hadist
riwayat Abu Musa
ra.
Tim   saya juga menambahkan, pada Al Qur'an terdapat
ayat : "Dan
tiadalah 
Kami   mengutus
kamu melainkan rahmat bagi semesta alam," Al Qur'an
surat Al Anbiyaa :
107.

 Bagi saya, marketing adalah good news. Anda jangan
menjual dengan
menodong, janganlah menjual dengan surat rekomendasi.
Kalau Anda
melakukan 
monopoli,
 atau mendapatkan proyek dengan surat rekomendasi
pejabat, ya mereka
 akan membeli tapi Karena todongan. Dan yakinlah, hal
itu tidakakan
bertahan lama.

 PRINSIP # 7 GET YOUR CUTOMER, KEEP, AND GROW THEM

 Sekali Anda mendapatkan pelanggan, peliharalah
hubungan yang baik
 dengan mereka. Anda harus memastikan bahwa mereka
selalu puas dengan
 layanan yang Anda berikan, sehingga mereka menjadi
loyal kepada Anda.
Ini
yang namanya keep the customer. Keep the customer saja
tidak cukup, 
seterusnya
 Anda juga harus grow the customer. Artinya, Anda
harus meningkatkan
value
 yang Anda tawarkan sehingga pelanggan berkembang,
maka otomatis value
yang
Anda terima dari mereka juga akan berkembang.

 Tim saya menemukan kata - kata yang juga sering
dikutip oleh Aa Gym :
 "Barang siapa ingin dimudahkan rezekinya dan
dipanjangkan umurnya,
 maka hendaklah dia bersilahturahmi," Hadist riwayat
Muttafaqun Alaih.
 Itu yang dinamakan customer relationship marketing
atau apa yang kita
sebut
CRM.

 PRINSIP # 8 WHATEVER YOUR BUSINESS, IT IS A SERVICE
BUSINESS

 Service business bukan hanya diterapkan pada bisnis
hotel. Service
 business bukan hanya diterapkan pada bisnis retoran,
tapi what ever
your
 business Anda harus mempunyai jiwa melayani
pelanggan.

 Tim saya menemukan lagi : "Karena tangan yang di atas
atau yang
 memberi lebih utama dari tangan yang dibawah, atau
yang menerima. Dan
mulailah dengan orang yang kau tanggung," Hadist
riwayat Abu Hurairah
ra. di 
dalam
 marketing, customer satisfaction Anda tidak melakukan
marketing.

 PRINSIP # 9 ALWAYS REFINE YOUR BUSINESS PROCESS IN
TERM OF QUALITY,
COST,
 AND DELIVERY

 Tugas sebagai marketer adalah untuk selalu
meningkatkan QCD :
 Quality, Cost, and Delivery. Kasihan pelanggan kalau
kita memberikan
barang
 yangrongsokan.

 Tim saya menemukan : "Dan penuhilah janji, karena
janji itu pasti
diminta
 pertanggungjawabannya," Al Qur'an Surat Al Israa :
34. Saya  membaca,
di
 dalam Islam, dilarang melakukan tadlis, yaitu
penipuan. Dalam bisnis,
 penipuan itu banyak macamnya, baik yang menyangkut
kualitas,
kuantitas,
dan waktu penyerahan serta harga.

 PRINSIP # 10 GATHER RELEVANT INFORMATION, BUT USE
WISDOM IN FINAL
 DECISION

 Prinsip ini mengingkatkan kita untuk terus menerus
belajar, belajar,
dan
 belajar. Karena dunia ini berubah terus, Anda tidak
bisa menjadi
 businessman, atau seorang marketer yang hanya
menggunakan pendekatan -
 pendekatan lama, walaupun pendekatan itu dulunya
bagus. Tapi sekarang,
 pendekatan - pendekatan itu harus terus - menerus
diubah atau
diperbaharui.

 Tim saya menemukan bahwa : "Allah akan meninggikan
orang - orang yang
 beriman di antaramu dan orang - orang yang diberi
ilmu pengetahuan
beberapa derajat," Al Qur'an surat Al Mujadalah : 11

 Menurut tim saya, dalam hadist juga disebutkan
bahwa," Menuntut ilmu
 hukumnya wajib bagi muslim", Hadist riwayat Ibnu
Majah dan Baihaki.
 Bahkan Nabi pernah bersabda "Tuntutlah ilmu walau
sampai ke Negeri
Cina."

 Saya belum berani mengatakan bahwa saya berbisnis
dengan jujur itu
 karena iman, karena saya merasa iman saya belum
sekuat Aa gym. Tapi
dalam
 bahasa marketing, saya sering mengatakan begini
kepada 140 orang anak
buah
 saya, MarkPlus&Co harus benar - benar menjadi
konsultan yang
mendapatkan
 proyek tidak boleh menyuap.

 Dan saya berani menjamin bahwa dalm mendapatkan
klien, MarkPlus&Co
 selalu mendapatkan proyek dengan bersih, termasuk di
banyak BUMN.
setiap
 saat saya selalu menekankan pentingnya kejujuran.
Kalau harus sampai
kalah
dalam tender, tidak menjadi masalah, karena kita sudah
berani bermain 
secara
fair.
 Tetapi saya belum berani mengataka bahwa hal itu
karena iman, tapi
lebih
 karena apa yang kita sebut sebagai diferensiasi.

 Di dalam marketing kita mengatakan bahwa to be
different is very
important,
 jadi jangan menjadi me too atau peniru. Sebetulnya
ajaran marketing
terbesar bukan berarti berjualan dengan menipu. ajaran
marketing
terbesar 
adalah
 kenalilah competitor Anda, dan jadilah different. Dan
jagalah
diferensiasi
 Anda kepada pelanggan sehingga mereka menghargai
diferensiasi Anda.
 Dia membeli dengan jujur. Dia membeli dengan senang.

 MarkPlus&Co sudah dikenal barangkali karena sudah 15
tahun  berkiprah
di
 Indonesia. MarkPlus&Co menjadi pioneer marketing
sejak 15 tahun  yang
lalu,
 ketika Pak Harto masih memiliki power. Saat itu tidak
ada orang  yang
percaya pada marketing, karena berbisnis itu gampang
asal dekat dengan 
kekuasaan.

 Tetapi kondisi persaingan telah membuat orang butuh
marketing. Karena
 MarkPlus&Co yang memulai terlebih dahulu, dari
positioningnya  jelas,
tidak
 boleh menyuap dalam bentuk apapun. Akhirnya semua
orang tahu.

 Jadi orang yang menghubungi kami sudah tahu, walaupun
dia kepala
 proyek dia tidak bakal mendapatkan apa - apa. Kalau
dia menginginkan
sesuatu dari proyeknya karena kebetulan dia memgang
anggaran besar,tak 
mungkin  mereka
 minta dari kami.

 Saya melihat tren dunia sebetulnya juga ke arah itu.
Walupun mungkin
 terdapat 70% atau bahkan lebih orang yang melakukan
bisnis dengan
 mengikuti arus. Di dalam bisnis internasional, kita
harus belajar dari
kasus keterpurukan Enron.

 Good corporate governance (GCG) saat ini sudah
menjadi syarat mutlak
 perusahaan, apalagi perusahaan public. Kalau
perusahaan tidak
menjalankan
 GCG dengan bagus, tidak transparan kepada
shareholder, main - main di
 belakang dengan melakukan pembukuan ganda dan
sebagainya, makaharga
 sahamnya akan turun.

 Dan pada waktu kami beberapa tahun yang lalu diminta
membantu
 sebuah bank syariah untuk merancang strategi
marketingnya, ketika bank
syariah untuk pertama kalinya dibuka untuk umum, saya
percaya bahwa 
bank

syariah
 sesudah momen krisis ini saatnya muncul. Hal ini
mengingat positioning
dari
 bank syariah sebagai bank yang jujur, bank yang
menerima simpanan 
orang
 tetapi diusahakan secara jujur, dan
keuntunganbersama.

 Karena itu sekarang kita lihat di Indonesia bank
syriah itu berkembeng
 dengan pesat. Itu berkaitan dengan kebutuhan setiap
orang untuk
 berhubungan dengan bank - bank yang jujur. Jadi
menurut keyakinan 
saya,
sudah saatnya kita melakukan bisnis dengan dilandasi
semangat 
spiritual.

Jadi
 100% bisnis, 100% spiritual, bukan balancing, bikan
juga polaris,
tetapi
 integrasi antara bisnis dan spiritual.

 Kalau kita betul - betul menjalankan integrasi,
menjalankan bisnis
kita
 dengan cara jujur, secara iman mungkinseperti yang
dikatakan Aa  Gym,
akan
 mendapatkan rezeki dari Tuhan. Tetapi secara
marketing benar,
 karena kita sedikit dari sekian orang yang melakukan
itu. Kita akan
menjadi
 different, menjadi semacam berlian dalam Lumpur.

 Terakhir saya ingin menambahkan, bahwa semua topic
yang menjadi
 tema Aa Gym keyword-nya adalah hati. Hati yang bening
hati yang 
bersih,
karena hati kelihatannya sudah banyak yang hilang
untuk saat ini.

 Dan itu bukan Cuma tren Indonesia atau tren agama -
agama tertentu
 tapi saya kira tren universal. Sehingga salah satu
lagu yang menjadi
hit di
 dunia dinyanyikan oleh kelompok Black Eyed Peas, anak
- anak muda
dengan
 gaya R&B berjudul "Where is the love." Dimanakah
cinta? Katanya,
kebenaran
 masih tersimpan di bawah karpet, jika kita tidak
mengerti tentang
 kebenaran, maka kita tidak akan pernah menemukan
cinta. Kebenaran,
cinta
dan moralitas, bermuara pada hati. Mudah - mudahankali
ini Anda
menemukan 
hati
itu kembali. Dan mulai berbisnis dengan hati.

 Salam



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 


Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke