huahahaha jiga na mah mineng panggih.
ti 95 mancing mah
mung tos ampir 2thn liren....teu aya balad anu gelo mancing.
Kang Gun damel dimana?
 
Taman Lopang Indah, 0254-210622
-----Original Message-----
From: Gunawan Yusuf [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Wednesday, October 04, 2006 10:05 AM
To: [email protected]
Subject: Re: [Urang Sunda] BALAKUTAK....

Abdi oge linggih di Serang, di komp lebak indah Kang, ari Akang di mana ?, sering abdi nguseup ka karang antu nganggo kapal motor, malihan kantos sareng Ua Siddik, ieu no telp abdi 0254 213761

----- Original Message ----
From: Yuliadi <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Tuesday, October 3, 2006 2:21:25 PM
Subject: RE: [Urang Sunda] BALAKUTAK....

halah halah
masih di Serang keneh
tepatna di sabudeureun beh kaler situs karajaan Sultan Tirtayasa Banten Lama.
sok diantos.
 
ieu dongengna

Sultan yang durhaka

(1680-1684)

Sultan Abdul Kahar dari Banten sungguh istimewa di antara para sultan, bahkan di antara orang Indonesia pada jamannya, karena ia sempat dua kali naik haji, yang pertama antara 1669-1671, yang kedua antara 1674-1676. Justru karena itu ia terkenal sebagai Sultan Haji. Adapun nama kecilnya adalah Pangeran Gusti atau Pangeran Anom.

Namun kehajiannya tidak menjadikannya anak yang soleh, justru sebaliknya menjadikannya anak yang durhaka terhadap orang tua, yang tidak lain tidak bukan adalah Sultan Ageng Tirtayasa (mm. 1651-1683).

Ageng Tirtayasa seorang sultan yang anti-Belanda, karena tingkah laku Belanda yang menyalahi rasa sopan santun dan rasa keadilannya. Sebaliknya Pangeran Gusti yang diangkat sebagai Sultan Pembantu (Raja Muda) pada 1671 dengan gelar Sultan Abdul Kahar, dekat dengan Belanda. Justru karena itu ia menjadi pintu masuknya pengaruh, bahkan kekuasaan, Belanda di Banten.

Tahun 1680 Pangeran Gusti memberontak terhadap ayahnya, dan mengangkat diri sebagai Sultan. Begitu ia naik tahta Banten, langsung Belanda mendekatinya, mendorongnya serta menggosoknya agar mau menandatangani perjanjian dengan Belanda.

Akibat pokok dorongan dan gosokan itu pada 1682 ia mengumumkan perang kepada Ageng Tirtayasa yang waktu itu berkeraton di Tirtayasa. Celakanya, rakyat Banten mendukung Ageng Tirtayasa, hingga Sultan Haji terjepit.

Itulah saat yang tepat bagi Sultan Haji untuk menghamba kepada Belanda, dan saat yang sudah lama diinginkan oleh Belanda untuk "mengentaskan" Sultan Haji. Gubernur Jenderal Cornelis Speelman yang sangat berpengalaman menghadapi tokoh-tokoh pribumi (Sultan Hasanuddin, Pangeran Trunajaya) langsung tanggap, dan tanggal 8 Maret 1682 Angkatan Laut Belanda sudah berlabuh di Banten.

Dalam sebulan saja Sultan Haji sudah dapat dibebaskan dari kepungan ayahnya. Bahkan Tirtayasa sebagai benteng Sultan Ageng dapat direbut (28 Desember 1682), hingga Sultan Ageng terpaksa melarikan diri ke selatan bersama putra bungsunya, Pangeran Purbaya.

Maret 1683 Sultan Ageng tertangkap, lalu ditawan di Batavia. Dengan ini Sultan Haji diakui sebagai Sultan. Tahun berikutnya, 1684, ia mengadakan perjanjian dengan Kompeni yang sangat merugikan Banten:

1.Ia mengakui Kompeni sebagai pelindung; 2. Ia melepaskan tuntutan sebagai penguasa Cirebon; 3. Ia membayar ongkos perang sebesar 600.000 ringgit; 4. Ia serahkan kepada Kompeni monopoli ekspor/impor untuk Banten dan Lampung; 5. Orang-orang Eropa lainnya harus pergi dari Banten; 6. Kompeni mendirikan benteng di Banten.

Habislah riwayat Banten sebagai negara yang merdeka.

 
-----Original Message-----
From: kang boim [mailto:kujangs@ gmail.com]
Sent: Tuesday, October 03, 2006 1:46 PM
To: [EMAIL PROTECTED] ups.com
Subject: Re: [Urang Sunda] BALAKUTAK... .

ari palabuhan Karangantu teh di Batam kang Yul....atanapi di mana...?
ke urang wartoskeun sakantenan pami tos aya penawaranana ku abdi dijapri.
nuhun kang.

"kkbm'69"

On 10/3/06, Yuliadi <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:

didieu seueur 'Kang....di pelabuhan Karangantu
japri keun penawaran/kontrak jrrd
meh nelayanna percanten.
terusna mah mangga dikannjut kunyalira.




__._,_.___

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id





SPONSORED LINKS
Culture change Corporate culture Cell culture
Organization culture Tissue culture

Your email settings: Individual Email|Traditional
Change settings via the Web (Yahoo! ID required)
Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch to Fully Featured
Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe

__,_._,___

Kirim email ke