Dina ramatloka UNESCO:
http://www.unesco.org/culture/cdmusic/html_eng/indonesia.shtml
http://portal.unesco.org/culture/es/ev.php-URL_ID=19506&URL_DO=DO_PRINTPAGE&URL_SECTION=201.html

Kasebatkeun perkawis "Angklung Buhun Four pieces: Badud, Renggong, Bunics &
Senggot Ciko"
Ciciren yen saleresna Angklung oge parantos dipikawanoh ku UNESCO salaku
bagian tina budaya "Java Sundanese Folk Music"

Kantun urang peryogi sertifikat UNESCO anu negeskeun hal eta.

Salam,
Dian.


On 10/2/07, Agus Hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Tong heran, mun Malaysia mulung jeung ngakukeun seni adiluhung urang..
Da kumaha atuh...

Angklung Gagal Dipentaskan di Kantor Pusat UNESCO

Bandung, Kompas - Upaya menyebarluaskan seni tradisi angklung di pentas
dunia kembali harus ditunda. Hal itu terjadi akibat pembatalan misi budaya
Indonesia yang akan diselenggarakan dalam "Malam Indonesia" di Forum UNESCO
(Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB) di Paris, yang
semula dijadwalkan pertengahan Oktober 2007.

Udjo Taufik Hidayat dari Saung Angklung Udjo yang akan menjadi salah satu
pengisi acara tersebut, Senin (1/10), mengaku kecewa setelah mengetahui
pembatalan acara itu. Taufik mengaku sudah menanyakan alasan pembatalan
acara itu kepada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. Ternyata, penyebabnya
karena Presiden Indonesia tidak jadi hadir di Sidang UNESCO tersebut.
Akibatnya, sembilan acara lainnya dianggap satu paket dan ikut dibatalkan.

"Tapi, saya tak ingin menyalahkan siapa pun. Apalagi selama ini Presiden
Yudhoyono dan Ibu Ani sangat perhatian dan bersemangat menghadiri acara
tersebut. Bahkan, Ibu Ani minta agar kami menggoreskan Angklung is Indonesia
pada angklung yang akan dibawa ke UNESCO," katanya.

Akan tetapi, Taufik juga mengakui dirinya menyesalkan pembatalan tersebut.
Sebab, dengan pembatalan tersebut usaha untuk memperkenalkan karya budaya
bangsa ini harus diulang lagi dari nol. Meski demikian, ia menyatakan tidak
akan mengendurkan semangat untuk tetap menampilkan angklung di dunia, baik
dalam forum UNESCO maupun kesempatan lainnya. (ynt)

Kirim email ke