Kang Asep, Ngeunaan hal ieu, pamaréntah seja/parantos ngusahakeunana. Duka ayeuna tos dugi ka mana. http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/042006/18/0207.htm
Baktos, Dian. On 25/10/2007, Aschev Schuraschev <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Kang Dian, Naon tah saratna supados kenging sertifikat? Cekap teu upami aya info wireh cutatan ngeunaan angklun tos aya dina taun 1704? Kenging info ti buku Seri Sundalana ka-5 (Mencari Gerbang Pakuan dan kajian lainnya mengenai Budaya Sunda, 2006) kaca 99. Kieu unggelna eta info teh: Perjalanan Abraham van Riebeeck ke Pakuan yang Kedua Kali pada Tahun 1704 Perjalanan ini diberi nama "Togt over ons lant na Campoen Baroe en Pakowang" (Perjalanan pada tanah kita ke Kampung Baru dan Pakuan). Perjalanan ini dimulai pada 10 Mei 1704 dengan mengambil jalan ke Tanah Abang, Karet, "jalan Caedeel" (Ragunan) terus ke Seringsing dan Pondok Cina yang selanjutnya menempuh jalan yang sama dengan perjalanan tahun 1703. dalam perjalanan ini pun ikut serta istrinya dan beberapa pelayan perempuan. Pada 14 Mei ia tiba di Kedung Halang. Patut dicatat di sini, pada saat makan siang rombongan dihibur dengan pertunjukan *angklung* oleh Wargadita, kepala daerah Kedung Halang. Pada hari itu rombongan van Riebeck bermalam di Kampung Baru. Di sini pun ternyata ia dijamu dan dihibur dengan pertunjukan yang disebutnya "t Javaens musijq van Ratoe Padjadjaran, mitsgaders een Javaense marionette." Marionette = boneka = kemungkinan wayang golek Salam, Asep

