tapi Bah Bil maos di Kompas online dinten ieu..
ti DEPKES Indonesia nolak tawisan ti para Dokter Amerika teh... da cenah
bade ditalungtik di Indonesia..

tah saur anu ngawitan ngajakan Mang Dede kangge di kasarnamah di
komersilkeun jadi seueur anu nyungkeun wawancara, bade ditayangkeun jsbna...
malihan tos dikontrak ku FOX kangge di acara Discovery Channel
mangga dihandap berita na...

baktos,
Manusia Akar Gegerkan Dunia

**

KOTA, WARTA KOTA - Dede si 'Manusia Akar' asal Cililin Kabupaten Bandung,
Jawa Barat, mengundang perhatian dunia. Sebuah lembaga di AS dan Inggris
dikabarkan berminat mengobati Dede di negara mereka. Dokter asal Amerika
Serikat, Anthony Gaspari, mengatakan pihaknya berminat untuk  membawa Dede
ke negerinya. Yang diperlukan oleh dia adalah kemudahan perizinan seperti
paspor, visa, dsb.

Namun Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes), Lily
Sriwahyuni Sulistiyowati, mengatakan Depkes tidak akan memberi izin kepada
pihak mana pun yang akan membawa Dede ka luar negeri. Pasalnya, penyakit
Dede adalah spesimen penyakit yang memang perlu diteliti oleh ahli kesehatan
Indonesia.

"Kami jelas tidak akan memberikan izin kepada mereka (ahli medis AS) untuk
membawa Dede ke AS. Lagipula orang seperti Dede yang tinggal di kampung
tentunya tidak akan mau dibawa apalagi diambil sampel darahnya. Biasanya
orang kampung tidak sembarangan memberikan izin memberikan pengetesan darah
kepada orang asing," imbuh Lily.

Lily menegaskan, sebelum munculnya pemberitaan tentang Dede, ada sejumlah
ahli medis asing yang ingin menemui Dede guna melakukan penelitian. Tapi
pihak Depkes tidak memberikan izin. "Kami akan kirim tim Litbang Depkes
untuk memeriksa atau mengambil sampel darah Dede untuk mengetahui penyakit
apa yang diderita Dede," ucapnya.

Menurut Lily secepatnya sebuah tim Depkes akan menemui Dede dan memeriksa
darahnya. "Tapi untuk melakukan itu kan perlu waktu dan kalau diceritakan
pastinya akan panjang," jelas Lily yang dihubungi Warta Kota via ponselnya,
Senin (19/11) malam. Saat ini Lily mengaku sedang berada di Denpasar untuk
suatu keperluan kerja.

Lily mengatakan untuk mengetahui penyakit yang diderita Dede tentunya
membutuhkan waktu dan langkah medis yang sungguh-sungguh. Saat ini yang
dilakukan Depkes adalah mengumpulkan  medical record Dede. Antara lain, kata
Lily, Dede pernah menjalani perawatan di RS Hasan Sadikin, Bandung. Karena
itu, Lily sedang mencari tahu penyebab sakitnya Dede, jenis darah, dan
penyakit apa saja yang pernah diderita Dede.

*Di tepi Saguling*

Hanny Purwanto, pemilik Hanny Enterprise yang pernah membawa Dede ke
panggung pertunjukkan di Bandung dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta, mengaku heran karena mendadak banyak orang yang memerhatikan Dede.
"Hari ini saya menerima telepon dari sejumlah televisi yang akan mengunjungi
Dede," katanya. Selain itu, ada belasan koran dan radio yang menyampaikan
keinginan yang sama.

Padahal, ketika Dede dia tampilkan di panggung baik di TMII maupun di Gedung
Dezon Bandung dalam acara Gempar yakni parade paranormal tak ada pengunjung
yang menaruh perhatian kepada Dede. "Paling meminta foto bareng dengan dia,
cuma itu saja," kata dia.

Menurut Hanny, Dede tinggal di daerah Cililin, Kabupaten Bandung. "Kampung
atau desanya saya lupa, tetapi di pinggir Saguling," katanya. Dari
Rajamandala, Kabupaten Bandung, tempat tinggal Dede bisa dicapai dalam waktu
satu jam. Dia tinggal di sebuah gubuk ditemani dua anaknya. Dede sudah tidak
beristri karena sang istri meninggalkannya. Penyakit itu diderita Dede sejak
belasan tahun lalu.

Di acara Gempar itu, kata Hanny, Dede bergabung dengan sembilan manusia
langka lainnya yakni Brajakeling, Brajadenta, Brajapati, Jangkung,
Genderuwo, Rosyid Monas, Nyi Jebleh, Trembilung, dan Dawala yang hadir
bersama pawangnya, Nyi Dewi. Pengunjung Gempar saat itu dapat berfoto
bersama bahkan bercakap-cakap dengan ke-10 manusia supralangka (istilah
Hanny) dan membawa fotonya sebagai cinderamata.

*Dikontrak televisi*

Beberapa bulan setelah acara Gempar, sebuah televisi dari London yakni Fox
London menghubungi Hanny. "Saat itu, Fox meminta izin saya untuk membuat
film yang akan ditayangkan Discovery Channel terkait manusia-manusia
supralangka ini. Saya akhirnya menghubungkan Dede dengan Fox karena Dede
memang tak mau bertemu mereka kecuali saya temani," katanya.

Saat ini, kata Hanny, Dede masih terikat kontrak dengan Fox dan kontrak itu
berakhir Januari 2008. "Jadi ada enam episode yang harus dijalani Dede
sesuai dengan kontraknya," kata Hanny.

Hanny mengaku kedekatannya dengan Dede berawal dari ketidaksengajaan.
Sedangkan ide menampilkan Dede di panggung pertunjukan berawal dari sebuah
pertemuan Hanny dengan teman-temannya. Di pertemuan itu, dia bercerita soal
kehidupan orang-orang yang mengalami kelainan seperti Dede. "Mereka seperti
sudah kehilangan semangat hidup," katanya.

Dengan niat mengembalikan semangat hidup, Hanny kemudian merancang acara di
mana orang-orang seperti Dede dapat tampil dengan bangga di depan umum
sebagai seorang entertainer. Pelan tapi pasti acara itu terwujud, hingga
mereka bukan saja kembali percaya diri dan menerima keadaannya dengan
ikhlas, tapi juga mampu menghasilkan uang untuk diri mereka sendiri sebagai
seorang entertainer. (get)



On 11/19/07, waluya56 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Puguh ge Kang Agus Her, pas isuk-isuk rek "leumpang/lari pagi", kuring
> muka panto hareup imah, rek kaluar, ari pek koran Tribun Jabar geus
> ngagoler dina ubin. Kop dicokot, dibaca headlinena, gebeg teh aya foto
> Mang Dede nu punten keur kuring rada pikagilaeun, jeung beja Mang Dede
> rek diubaran ku rereongan para dokter ti Amerika Serikat. Bari harohah-
> harehoh nanjak ka Bojongkoneng, pikiran kuring nganteng kana Gambar
> Mang Dede jeung ..... naha ari urang (kaasup kuring) bet euweuh nu
> paduli nya?
>
> Baktos,
> WALUYA
> [Nu teu wani deui ningali eta gambar, bisi kaimpikeun ...]
> .
>
> 
>

Kirim email ke