Supaya pedo mah Pemda Jabar kudu nekat ngarepresentasikeun Tatar Sunda, jadi
kudu aya atuh nu ti Banten, Cirebon, Jateng. Mun kieu bae mah urang2 nu cicing
di dinya teu ngarasa di tatar sunda.
Wilujeng taun 2008 Urang Sunda....wilujeng progresif, mun rek agresif ge kaci
daripada minder.
JP
(punten artikel tina kompas dihandap teu dibasa sundakeun)
_________________________________________________________________________
Mochtar Kusumaatmadja Peroleh Penghargaan Budaya
BANDUNG, SELASA - Pada malam Tahun Baru 2008, Pemerintah Provinsi Jawa Barat
memberikan penghargaan kepada mantan Menteri Luar Negeri, Prof Dr Mochtar
Kusumaatmadja, sebagai budayawan Sunda yang konsisten.
"Pak Mochtar adalah budayawan Sunda yang konsisten, banyak karya cemerlang
yang ditorehkannya sekaligus menjadi spirit bagi generasi muda Jawa Barat,"
kata Gubernur Jabar, H Danny Setiawan seusai menyerahkan penghargaan itu di
Gedung Merdeka Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Senin (31/12) tengah malam.
Penerimaan penghargaan itu diwakili oleh salah seorang kerabatnya.
Selain menganugerahkan penghargaan budaya bagi Mochtar Kusumaatmaja, pada
malam pergantian tahun itu Pemprov Jabar memberikan penghargaan kepada 15 tokoh
sunda lainnya yang terdiri dari kalangan seniman, budayawan, lembaga serta
tokoh yang berjasa di sektor pariwisata.
Penerima penghargaan budaya lainnya adalah budayawan Dr Saini KM, Majalah
Mangle (Majalan Bahasa Sunda), Kampung Cipta Gelar (kampung adat) dan HU
Pikiran Rakyat Bandung. Selanjutnya tokoh pencak silat paguron Tadjimalela Alm
Djadjat Kusumahdinata (Djadjat Paramor) sebagai legenda, dalang Mamat Tahmat
Tambi (dalang wayang kulit), Bi Raspi (seniman ronggeng) serta beberapa
penerima penghargaan di bidang pariwisata dan usaha pariwisata. Selain itu,
budayawan WS Rendra juga mendapat anugerah untuk kategori diva.
"Penghargaan seni, budaya dan pariwisata ini sebagai bentuk apresiasi kami
untuk tokoh yang konsisten mempertahankan idealisme dan pemikirannya untuk seni
dan budaya," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota
Bandung, HI Budhiyana.
Pada kesempatan itu, WS Rendra sempat memukau sekitar seribu orang yang hadir
di tempat penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika tahun 1955 yang legendaris
itu. Meski kurang dari lima menit, Rendra yang didaulat memberikan orasi budaya
pada malam pergantian tahun itu beraksi dengan puisi "Catatan Tahun 1946" karya
Chairil Anwar. (ANT/IMA)
Makarya Mawa Raharja
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now.