aya kritikan keur Liddle teh.

Kahiji, dianggap demokrasi, ngan hiji-hiji cara pikeun
nyejahterakeun rahayat. Naha enya kitu?

Kadua, teu pati neuleuman kaayaan sosial-budaya jeung
jiwa masyarakat Indonesia. Dianggapna masyarakat
Indonesia jiga masyarakat Barat anu "well Informed".

baktos,

mrachmat uidipura
can ngasaan dikuliahan ku Liddle.


--- dudi_ss <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Pajarkeun urang sunda teu resep kana pulitik nu
> matak loba pejabat dibirokrasi jeung parlemen di
> urang dieusi ku seler sejen, kukituna sikuring
> umajak supaya "ulah bau kana ubar" ieu aya artikel
> lain pulitik tapi tatanegara, henteu panjang lebar
> tapi cukup ngabarkeun, jeung urang bisa nyiapkeun
> tarekah kapiharepeun, kudu kumaha supaya urang sunda
> bisa midang?
> wassalam
> dudi_ss
> Liddle: Demokrasi Indonesia Masih Baru dan Perlu
> Dibenahi
> Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Ohio
> State University (OSU) Columbus Amerika Serikat,
> Profesor Bill Liddle, mengatakan demokrasi di
> Indonesia masih baru dan perlu terus diperbaiki
> termasuk masalah korupsi.
> "Yang perlu dibenahi korupsi. Korupsi adalah masalah
> yang paling sulit dihadapi sistem demokrasi di
> Indonesia," kata Liddle dalam Peluncuran Buku "Dari
> Columbus untuk Indonesia 70 Tahun Profesor Bill
> Liddle dari Murid dan Sahabat" di Jakarta, Senin
> malam.
> Liddle menjelaskan bahwa arti pokok demokrasi adalah
> masyarakat memilih pejabat dan pejabat bertanggung
> jawab lima tahun kepada masyarakat.
> "Tapi kalau yang mereka lakukan sebagai pejabat
> tidak mencerminkan aspirasi masyarakat, melainkan
> uang, tentu saja itu bukan demokrasi yang efektif,"
> katanya.
> Oleh karena itu, jika masyarakat Indonesia sudah
> percaya bahwa semuanya dikorupsi, maka makin lama
> makin hilang kepercayaan masyarakat terhadap
> demokrasi.
> Namun, Liddle yakin bahwa demokrasi di Indonesia
> sedang terkonsolidasi, dengan arti tidak menghadapi
> ancaman pokok lagi. 
> Arti terkonsolidasi lainnya adalah, jika setiap lima
> tahun di tingkat nasional dilakukan pemilihan umum
> presiden misalnya Susilo Bambang Yudhoyono terpilih
> kembali, maka dia tidak akan turun seperti masa
> Soeharto yang bukan presiden demokratis.
> Menurutnya, Presiden Yudhoyono adalah Presiden
> pertama yang dipilih langsung, sedangkan Megawati
> dan Gus Dur tidak lebih dari perdana menteri dalam
> sistem parlementer dan gampang diganggu oleh
> parlemen. 
> "Tapi kalau SBY adalah Presiden pertama yang
> betul-betul dipilih dalam sistem presidensil. Saya
> kira masih terlalu awal kalau ingin melihat segi
> kebijakan," katanya.
> Namun, ia berharap sejak awal Presiden SBY bisa
> bergerak lebih agresif, karena Presiden Yudhoyono
> mendapat mayoritas 61 persen.
> "Tapi, dia bertindak seakan-akan cuma 50 persen
> tambah satu dan dia takut sekali, hilang dukungan.
> Padahal dia dukungannya banyak sekali dan dia bisa
> manfaatkan itu," katanya.
> Ia menegaskan, demokrasi di Indonesia sudah ada dan
> tinggal mengembangkannya. Memang, demokrasi di
> Indonesia masih baru, masih dalam masa percobaan,
> sistem kepartaian belum berkembang dengan baik, dan
> pilkada baru dilakukan untuk pertama kali.
> "Jadi jangan mengharapkan demokrasi yang sempurna,"
> katanya.(*)
> 



      
____________________________________________________________________________________
Looking for last minute shopping deals?  
Find them fast with Yahoo! Search.  
http://tools.search.yahoo.com/newsearch/category.php?category=shopping

Kirim email ke