Djodi Ismanto wrote:
>
>
>     Selasa, 2008 Mei 06
>
>
>       Yang Sesat dan Yang Ngamuk
>       <http://pwsmedan.blogspot.com/2008/05/yang-sesat-dan-yang-ngamuk.html>
>






itu geura, manawi teh thread ieu tos ditutup [sihoreng masih keneh ngamuk].
sakantenan bae bade ngiring "ngamuk" ah....!
ieu mah purah ngadugikeun serel ti dulur sanes, kieu geura;

Di hari libur nasional ini, saya baru saja menonton reportase hampir 
semua televisi tentang serangan terhadap Ahmadiyah di Tasik,
Sukabumi dan Bogor. Serangan yang direkam dengan amat bagus oleh banyak 
kameramen banyak media televisi itu, jalinan ceritanya dibuat ibarat 
sinetron, sehingga menarik untuk ditonton; .

Bagian pertama, dimulai dengan pernyataan bersama pemda setempat, 
bersama para ulama dan pejabat dan aparat penegak hukum. Melalui 
pernyataan bersama, mereka meminta pemerintah pusat membubarkan
Ahmadiyah karena sesat, menodai Islam dan meresahkan masyarakat. Kalau 
tidak ada larangan mereka kuatir keresahan masyarakat itu bisa 
menciptakan situasi anarkhis yang membahayakan persatuan bangsa.
Sesaat setelah pernyataan dibacakan beberapa wajah yang diambil mukanya 
oleh televisi itu nampak sedih, tercenung, prihatin seperti menanggung 
beban berat. Lalu muncullah iklan rokok Gudang-Garam, kampanye 
mempertahankan piala Thomas-Uber dan jamu sari rapet wangi untuk wanita.

Bagian kedua, tiba tiba muncul orang berseragam putih, bersorban, wajah 
wajah lugu, muka ndeso, mengamuk sambil membawa golok, senjata tajam, 
tanpa alas kaki, berteriak memanggil Tuhan yang Maha agung, menyerbu dan 
membakar bangunan masdjid, yang oleh penyiarnya disebut masdjid 
Ahmadiyah. Lalu nampak beberapa orang lari ketakutan, dikejar
kejar dan dilempari batu oleh para penyerbu, muncul asap memumbung 
tinggi, masdjid terbakar dan tak lama kemudian hancur. Adegan paling 
menarik dan mengenaskan, adalah saat orang orang dengan muka ketakutan, 
dilempari batu, lari tak tentu arah, dikejar oleh massa yang marah 
sambil berteriak menyebut nama Tuhan.

Cara kerja para penyerbu juga sangat rapi, tertata dan terlatih dengan 
baik. Penyerbuan cuma sebentar, karena masing masing sudah tahu apa 
tugasnya. Setelah penyerbu pergi, ratusan polisi yang datang terlambat, 
mengamankan lokasi kerusuhan, menangkap beberapa pelaku, tapi kemudian 
dibebaskan atas jaminan pemda dan ulama. Acara makin menarik tapi uhh… 
tiba tiba muncul lagi Iklan. Kali Ini iklan capres Wiranto yang 
mengatakan Indonesia perlu pemimpin kuat, yang mampu menjaga NKRI, 
menciptakan ketertipan dan keamanan dan menciptakan puluhan juta 
lapangan kerja dalam waktu singkat. Hebat…Ini pemimpin
yang dibutuhkan saat ini. Ini janji yang sering saya dengar dari dulu, 
termasuk dari presiden yang sekarang sedang enak berkuasa, janji yang 
telah menghantarkannya jadi presiden, janji yang telah dilupakannya…

Bagian ketiga, diawali oleh bangunan masdjid yang hancur, asap yang 
membumbung tinggi, massa yang marah, lalu kilas balik pembakaran puluhan 
masdjid Ahmadyah seluruh Indonesia sejak tiga tahun terakhir. Rupanya 
sudah ratusan masdjid Ahmadiyah dibakar, sekian jamaahnya dibunuh dan 
dikejar. Dan Alhamdulillah, segala puji bagi Tuhan, bangsa ini memang 
cinta damai, tak satupun pelakunya ditangkap. Lalu, aparat kepolisan 
bersama pemda dan ulama, muka mereka amat lelah, membuat pernyataan 
bersama, menyayangkan kerusuhan yang baru saja terjadi, yang dilakukan 
oleh orang yang yang tak bertanggung- jawab dan meminta agar pemerintah 
pusat segera melarang Ahmadiyah karena sesat dan meresahkan..

Sayangnya tak dijelaskan secara rinci apa yang dimaksud sesat, siapa 
yang berhak menyatakan sesat dan siapa saja yang resah, berapa 
prosentase orang yang resah dan sebagainya. Kalau ada survey mengenai 
ini mungkin tayangan ini menjadi lebih menarik untuk ditonton.

Dalam kasus ahmadiyah ini saya kagum oleh sikap aparat dan ulama yang 
sangat responsif dan saling pengertian di antara mereka. Lugas, cepat 
tanggap dan mudah bekerjasama. Kalau saja mereka melakukan hal yang sama 
ketika menyaksikan rakyatnya resah karena antre minyak tanah, dipalak 
oleh oknum aparat, digenangi Lumpur, dan sebagainya, mungkin keadaan 
bangsa takkan seburuk ini.

Tiba tiba, uhh..muncul News; SBY muncul membuka sebuah acara di istana, 
ia berjalan menuju panggung, hadirin yang berdasi berdiri, tepuk tangan 
bergema, lalu SBY berpidato tanpa teks berjanji mendukung langkah KPK 
memberantas korupsi, berjanji mendorong supremasi hukum, berjanji 
menjaga NKRI, berjanji menjaga konsitusi, dan berjanji memberikan 
perlakuan yang sama di depan hukum pada semua warganegara, tanpa 
kecuali. Pidato yang bagus, tanpa teks. Saya terpesona olah kata katanya 
yang terakhir itu; memberikan perlakuan yang sama kepada semua 
warganegara tanpa kecuali. Inilah presiden yang dibutuhkan bangsa yang 
sangat mejemuk ini. Lalu, tanpa terasa acara-pun berakhir. Pembawa acara 
mengakhirinya dengan satu pertanyaan; "bagaimana nasib Ahmadiyah di 
Indonesia ,..simak laporan menarik kami berikutnya". . Sungguh sebuah 
tontonan bagus di hari libur ini.

Saya tak sabar menunggu tontonan berikut itu. Menyaksikan masdjid 
dibakar lagi, menyaksikan manusia tak berdosa mati sia-sia, menyaksikan 
menunggu pernyataan bersama orang penting itu …sebuah tontonan yang 
menarik dan menghibur, yang takkan dijumpai di negara lain…

Ada baiknya bapak presiden bersama bapak wakil presiden, Ketua DPR dan 
yang terhormat bapak Hidayat Nurwahid, bapak MUI, FPI dan tokoh ulama 
lainnya, sesekali meluangkan waktu menonton bersama tayangan bagus itu. 
Presiden konon menitikkan airmata waktu menonton ayat ayat cinta. Saya 
sangat ingin tahu..bagaimana reaksi mereka bila menonton tayangan yang 
baru saya saksikan siang ini…

Salam

Elza Peldi Taher

>


------------------------------------

Komunitas Urang Sunda --> http://www.Urang-Sunda.or.id
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/urangsunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke