batik geus jadi budaya Asia......
dina disertasi Edi Nursasongko di sebutkeun yen batik teh disagigireun jadi
citra nusantara geus jadi salahsahiji budaya jeung citra Asia

Pada 10 Mei 2008 03:56, mh <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>   Batik Trusmi Potensi Bisnis dan Simbol Budaya
>
> THE History of Java (1817) karya Sir Stamford Raffles, mengilhami
> Fiona Kerlogue, seorang antropolog untuk mendirikan museum batik di
> London, Inggris. "(Fiona) benar-benar teramat sangat mencintai seni
> batik, sementara kita?" ujar Subekti, dengan nada tanya.
>
> Subekti merasa usianya sudah tidak lagi muda dan sewaktu-waktu maut
> akan menjemputnya. Namun, Subekti seakan belum rela meninggalkan dunia
> manakala belum ada orang yang benar-benar dipercayainya untuk menjaga
> batik peninggalan leluhurnya yang jumlahnya mencapai lebih dari 150
> lembar dengan di antaranya ada yang berusia di atas 100 tahun.
>
> "Semisal motif Banji dan Tokolan ini. Selain usianya yang sudah di
> atas 100 tahun dan peninggalan Sultan Kasepuhan, juga sampai saat ini
> belum ada yang mampu membuat seperti ini. Kalau saya sudah tiada,
> siapa nanti yang akan menjaga dan merawatnya?" ujar Subekti, kembali
> dengan nada tanya.
>
> Kekhawatiran Subekti akan kepunahan batik trusmi peninggalan
> leluhurnya diungkapkan berkali-kali kepada sejumlah pejabat dari
> provinsi maupun daerah pada acara "Pesona Budaya Cirebon" yang digelar
> Balai Taman Budaya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat (3 s.d.
> 10 Mei) hari ini. Tidak hanya kepunahan, tetapi juga kekhawatiran akan
> berpindahnya batik ke luar negeri yang peminatnya lebih banyak
> dibandingkan dengan di dalam negeri.
>
> Salah seorang di antaranya, Putri Alexandra, salah seorang anggota
> keluarga Kerajaan Inggris. Tanpa malu-malu dia menyatakan kekagumannya
> pada jenis kerajinan kain ini ketika mengunjungi anjungan Indonesia di
> malam bazar amal yang digelar Kedutaan Indonesia di Inggris.
>
> Kini, di lingkungan pebisnis, kerajinan batik juga memikat pengusaha
> mancanegara. Pada 2004 saja, misalnya, salah seorang konglomerat
> Jepang, Kageshima, telah menjalin kontrak bisnis untuk memasarkan
> batik trusmi asal Plered, Cirebon.
>
> Hal ini sudah barang tentu menunjukkan naiknya minat terhadap batik
> trusmi dan membuka peluang bagi pengembangan sentra batik trusmi yang
> dalam beberapa dasawarsa terakhir mengalami kelesuan akibat digerus
> laju industri tekstil modern.
>
> Dari Plered, Kageshima dikabarkan memesan beberapa jenis produk yang
> telah ditentukan dari Jepang. Desainnya secara umum ditentukan dari
> perusahaan raksasa itu. Hanya, corak batiknya diserahkan kepada
> perajin Plered sendiri. Beberapa jenis produk yang dipesan ialah
> futon, sejenis bed cover, obi (ikat pinggang), piyama, dan kimono.
>
> Menurut Ny. Kurnia, pemilik galeri Batik Kurnia, kendala yang dihadapi
> perajin maupun pengusaha batik trusmi adalah pasokan kain untuk
> pengerjaan batik dari Pekalongan. Cirebon belum punya produsen kain
> yang bisa memproduksi kain katun dan sutra dalam jumlah besar.
> "Kendala ini membuat produsen sulit memenuhi pesanan dalam jumlah
> besar," ujar Ny. Kurnia.
>
> Kini, saat budaya membatik kembali diminati anak-anak muda, batik
> trusmi tidak lagi menjadi semata tumpuan ekonomi warga. Melainkan,
> menjadi simbol yang membawa harum nama Cirebon dan sekitarnya secara
> internasional.
>
> Ragam hias batik cirebon tidak terlepas dari sejarah pembauran
> kepercayaan, seni, dan budaya yang dibawa etnis Cina dan agama Islam
> maupun Hindu pada masa lampau. Sebelum abad ke-20, Cirebon yang
> memiliki pelabuhan laut menjadi sebuah kota perdagangan hasil bumi
> antarpulau yang ramai dikunjungi pedagang dari berbagai etnis serta
> saudagar asal Cina maupun Timur Tengah.
>
> Pertemuan antaretnis dan budaya melalui jalur perdagangan ini telah
> memberi akses pengaruh terhadap corak seni budaya daerah Cirebon.
> Bentuk binatang khayal berupa singa barong dan peksi naga liman
> merupakan wujud perpaduan budaya Cina, Arab, dan Hindu, terlukis pula
> pada ragam hias batik trusmi.
>
> Kisah membatik Desa Trusmi berawal dari peranan Ki Gede Trusmi. Salah
> seorang pengikut setia Sunan Gunung Jati ini mengajarkan seni membatik
> sembari menyebarkan Islam. Sampai sekarang, makam Ki Gede masih
> terawat baik, malahan setiap tahun dilakukan upacara cukup khidmat,
> upacara Ganti Welit (atap rumput) dan Ganti Sirap setiap empat tahun.
>
> Kini angin segar sedikit berembus, lewat batik trusmi yang kembali
> diminati, seniman (batik) dan budayawan Cirebon sedikit berlega hati
> akan terjaganya satu artefak Cirebon peninggalan Sunan Gunung Jati dan
> istrinya Putri Ong Tien. (Retno HY/"PR") ***
>
> citation: http://pikiran-rakyat.com/index.php?mib=beritadetail&id=21980
> 
>

Kirim email ke