Neumbe teurangnya, ulah aneh kang naek mah, mun turun harga bbm kudu ribut,
kudu aneh...
H Surtiwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Ngomentaran berita ti Media.
Ada Sinyal 1 Juni BBM Naik
Jumat, 2 Mei 2008 | 05:09 WIB
JAKARTA, JUMAT - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak masyarakat tetap
kompak menghadapi krisis ekonomi dunia yang berimbas pada perekonomian
Indonesia. "Meski ekonomi berat, saya mengajak masyarakat harus tetap
optimistis, tegar, dan punya keyakinan," ujar SBY kepada wartawan di Istana
Presiden, Jakarta, Rabu (30/4).
Ajakan SBY agar masyarakat optimistis menghadapi krisis ekonomi dinilai
sejumlah kalangan sebagai sinyal pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar
minyak (BBM) dalam negeri dalam waktu dekat. Rencana pemerintah menaikkan harga
BBM masih menunggu pendapat DPR.
1) .Menurut SBY, kini ada dua permasalahan yang tengah menjadi fokus
perhatian pemerintah, yakni minyak dan pangan. Kenaikan harga kedua komoditas
yang bisa mengganggu anggaran, kata SBY, tidak hanya dirasakan bangsa
Indonesia, tapi juga bangsa-bangsa lain di dunia. Masalah perekonomian yang
tengah dihadapi Indonesia bukan hal mudah. "Saya meminta pengertian dari rakyat
agar kita semua bekerja keras, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,
untuk mendapatkan solusi yang lebih baik," kata SBY.
[ Cik anu kumaha Solusi Pempus sareng Pemda teh ?]
2). Pemerintah akan terus berupaya mencari jalan keluar, antara lain
mengandalkan sumber daya alam. "Dengan kekayaan yang sangat berlimpah (teu acan
diala, kedah aya ongkos ngalana ! Kumaha timana duitna, nginjeum deui atuh ?),
dapat meningkatkan produksi minyak dan pangan," katanya.
Pemerintah juga meminta PT Pertamina (Persero) meningkatkan produksinya
(memangna sabaraha produksi Pertamina ayeuna ?). Selain itu, instansi
pemerintah maupun pusat perbelanjaan, tempat hiburan, serta pemilik kendaraan
diminta berlaku hemat.
Kini beredar skenario kenaikan BBM per 1 Juni 2008 yang telah menjadi wacana
publik. Ditanya kepastian mengenai hal itu, Juru Bicara Kepresidenan Andi
Mallarangeng menolak berkomentar. "Anda seharusnya bertanya ke DPR. Jangan
tanya ke saya, tanyakan ke DPR," kata Andi di Istana Presiden, Jakarta, Rabu.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, skenario kenaikan harga
BBM telah diajukan ke Presiden SBY. "Proposal kenaikan harga BBM sudah diajukan
ke Presiden," kata Sri Mulyani.
Pemerintah menyiapkan skenario kenaikan harga BBM bersubsidi, rata-rata
sebesar 28,7 persen untuk mengamankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Perubahan (APBN-P) 2008. Dalam skenario itu, harga BBM bersubsidi akan
dinaikkan per 1 Juni 2008.
Dari dokumen yang beredar di kalangan anggota DPR, skenario kenaikan harga
mencakup tiga jenis BBM bersubsidi, yakni premium naik Rp 1.500 (33,33 persen)
menjadi Rp 6.000 per liter dari sebelumnya Rp 4.500 per liter.Solar naik Rp
1.200 (27,90 persen) menjadi Rp 5.500 dari harga saat ini Rp 4.300 per liter,
serta minyak tanah menjadi Rp 2.500 per liter atau naik Rp 500 (25 persen) dari
harga sekarang Rp 2.000.
Pilihan menaikkan harga BBM paling memungkinkan dari sisi administrasi maupun
dampak sosial ekonomi, dibandingkan opsi lain seperti penggunaan kartu pintar
(smart card) dan pemberian subsidi terbatas. [Enyalah
Smart card mah lahan
anyar jang Korupsi]
Secara terpisah, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sandiaga S
Uno mengatakan, dalam kondisi sekarang pemerintah harus tegas memangkas subsidi
dengan menaikkan harga BBM. Namun, kenaikan harga BBM harus bertahap dan
melihat kondisi nyata di lapangan. "Pemerintah jangan ragu-ragu mengambil
keputusan," katanya di Jakarta kemarin. [ Iraha pamarentah henteu ragu2 ?]
Sandiaga S Uno mengusulkan, sisa pemangkasan subsidi BBM harus dialihkan
dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT) dan pembenahan terhadap transportasi
umum. Hipmi juga meminta pemerintah agar setelah menaikkan harga BBM harus
membantu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Ari hasil pamangkasan subsidi dialihkeun mah, angger wae RAPBN Defisit? Har,
kumaha nya ?]
Sementara itu, anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI-P, Ramson Siagian,
kemarin menyatakan, wacana menaikkan harga BBM bersubsidi rata-rata 28,7
persen, merupakan kebijakan pemerintah. Sebab, DPR telah memberi kewenangan
kepada pemerintah untuk mengamankan APBN-P 2008. "Jika dirasa perlu, terserah
pemerintah. Dan itu kewenangan pemerintah. Tapi, pasti akan diprotes rakyat,"
kata Ramson.
Anggota Panitia Anggaran ini juga mengatakan, DPR telah memberi masukan
kepada pemerintah untuk melakukan langkah-langkah pengamanan APBN akibat
melonjaknya harga minyak mentah dunia. Beberapa langkah yang diusulkan adalah
secepatnya menaikkan lifting minyak sehingga bisa menambah penerimaan negara.
[Hasil ayeuna oge tos adug lajer kumargi biaya tinggi sareng seuseur Siluman
Birokrasi...naon wae make duit ! Kumaha jeung kumaha ??]
Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) sebelumnya berjanji tidak akan
menaikkan harga barang jika harga BBM naik. Pasalnya, BBM yang digunakan
industri sudah sesuai harga BBM internasional. Benarkah?"Industri nasional
sudah menyesuaikan harga BBM internasional, jadi saat ada kenaikan BBM
bersubsidi tidak ada kenaikan harga barang," ujar Ketua Umum Apindo Sofjan
Wanandi di Jakarta, baru-baru ini.
[ Mana bisa perdagangan di Indonesia mah teu make rasional..kumaha beja jeung
issue
anu naekkeun harga sanes PRODUSER umumna..tapi distributor sareng
pangecer ngawitanna]
---------------------------------
Sent from Yahoo! Mail.
A Smarter Email.