Hendardi: Bang Ali Mau Akui Kekeliruannya

Selasa, 20 Mei 2008 | 21:11 WIB

JAKARTA, SELASA - Sosok Ali Sadikin bagi Hendardi selama berkecimpung
di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) antara tahun
1986-1996, meninggalkan kesan yang sangat mendalam. Bagaimana tidak,
kisruh di YLBHI yang berujung ramai-ramai eksodus yang didalamnya
termasuk Hendardi, ternyata belakangan "disesali" Ali Sadikin, bahwa
tindakan Hendardi Cs ternyata benar, yang semula dikira para
"pembangkang".

"Beliau itu orang hebat, mau mengaku keliru kepada yang muda
sekalipun," ujar Hendardi kepada Persda Network, Selasa (20/5) ketika
diminta mengenang almarhum Ali Sadikin, yang meninggal di Singapura.

Hendardi yang kini mendirikan Setara Institute dan duduk sebagai Ketua
Badan Pengurus itu, mengaku, berinteraksi pertama kali dengan mantan
Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, sejak di LBH Bandung pada tahun
1985. Kala itu, Hendardi ikut membantu advokasi hukum terhadap mantan
Pangdam Siliwangi Letjen HR Dharsono, yang juga anggota Petisi 50.

Setelah itu interaksinya berlanjut di Jakarta, ketika Ali Sadikin
menjadi anggota Dewan Penyantun YLBHI pada tahun 1986 hingga 1996.
Namun, karena sesuatu hal, kisruh terjadi di kepengurusan TLBHI, di
mana Hendardi termasuk salah satu direktur di YLBHI. Mereka berselisih
pandang dengan Ali Sadikin. Akhirnya, eksodus besar-besaran
meninggalkan YLBHI pun tak terelakkan.

Kemudian Hendardi dan beberapa orang jebolan YLBHI mendirikan Pusat
Bantuan Hukum Indonesia (PBHI). PBHI dalam kiprahnya melakukan
advokasi hukum terutama kepada rakyat kecil dan orang-orang tertindas,
ternyata juga dipantau Ali Sadikin.

Pada suatu waktu, ujar Hendardi, lewat sekretarisnya Ali Sadikin
mengundangnya ke Jl Borobudur, Jakarta Pusat, tidak jauh dari kantor
YLBHI. "Disitu saya dipuji Bang Ali dan minta maaf atas perlakuan yang
diterima saat bentrok di YLBHI. Bang Ali memuji PBHI yang katanya
berhasil dalam memberi bantuan hukum kepada rakyat kecil," ujar
Hendardi mengenang.

Dalam bincang-bincang itu, Ali Sadikin mengakui kekeliruannya waktu
itu. Ternyata setelah sepeninggalan Hendardi Cs, YLBHI bukannya lebih
baik ternyata selalu kisruh dan melihat PBHI bisa sukses. "Ya, saya
bisa memaklumi Bang Ali, karena waktu itu beliau hanya mendengar
sepihak dari Buyung (Adnan Buyung Nasution-Red)," ujarnya.

Dari peristiwa tersebut, Hendardi salut dengan Bang Ali dan
menyebutnya sebagai orang hebat dan besar serta jenderal yang sangat
dihormati siapapun. Dan, yang terutama dia fair dan kepada yang lebih
muda mau mengakui kekeliruannya.

"Akhirnya, interaksi saya pun berlanjut, beliau meminta saya
membantunya di Petisi 50 bersama kawan-kawannya. Lama kemudian, saya
baru bertemu dengan beliau terakhir pada HUT Bang Ali ke-80, sekitar
dua tahun lalu di Hotel Nikko, dan kesehatan Bang Ali waktu itu sudah
jauh menurun karena usia," ujar Hendardi. Selamat jalan Bang Ali.
(Persda Network/js)

Kirim email ke